Wabup Banyumas harapkan e-retribusi optimalkan pemungutan retribusi
Senin, 18 September 2023 16:11 WIB
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kiri) mencoba memindai QR Code pada kartu e-retribusi salah seorang pedagang dalam acara peluncuran penerapan e-retribusi di 22 pasar rakyat se-Banyumas yang dipusatkan di halaman depan Pasar Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Senin (18/9/2023) siang. ANTARA/HO-Pemkab Banyumas
Banyumas (ANTARA) - Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengharapkan penerapan retribusi secara elektronik atau e-retribusi dapat mengoptimalkan pemungutan retribusi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
"Dengan e-retribusi ini akan ada optimalisasi dalam pemungutan retribusi dikarenakan pedagang tidak perlu menyiapkan uang tunai untuk membayar kepada petugas," katanya saat peluncuran e-retribusi di 22 pasar rakyat yang dipusatkan di halaman depan Pasar Sokaraja, Banyumas, Senin siang.
Ia mengatakan penerapan e-retribusi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menindaklanjuti Pasal 222 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang mewajibkan pemerintah daerah untuk menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan daerah.
Dengan e-retribusi, kata dia, pedagang cukup menunjukkan Quick Response (QR) Code pada kartu e-retribusi untuk dipindai menggunakan alat yang dibawa petugas pemungut retribusi.
Seusai acara, Wabup berkesempatan mencoba e-retribusi dan melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Sokaraja. "Memang sangat mudah ya, praktis, memudahkan pedagang," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Titik Pujiastuti mengatakan pihaknya mengelola 26 pasar rakyat, empat di antaranya telah menerapkan e-retribusi.
Menurut dia, empat pasar rakyat yang telah menerapkan e-retribusi terdiri atas Pasar Manis Purwokerto, Pasar Cikebrok, Pasar Larangan, dan Pasar Purwanegara.
"Untuk 22 pasar lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan target selesai pada akhir tahun 2023. Pada tahap awal terdapat tiga pasar rakyat, yaitu Pasar Sokaraja sejumlah 533 pedagang, Pasar Pon sejumlah 177, dan Pasar Proliman sejumlah 105 pedagang," jelasnya.
Terkait dengan target pendapatan retribusi pelayanan pasar tahun 2023, dia mengatakan pada APBD Kabupaten Banyumas (induk) ditargetkan sebesar Rp5.300.000.000.
Oleh karena realisasi pendapatan retribusi pelayanan pasar hingga bulan Agustus telah mencapai Rp4.688.823.597, kata dia, pihaknya mengusulkan kenaikan target pendapatan sebesar Rp6.000.000.000 pada APBD Perubahan Tahun 2023.
Baca juga: Pemkab Kudus ingatkan pedagang lunasi tunggakan retribusi Rp4,8 miliar
"Dengan e-retribusi ini akan ada optimalisasi dalam pemungutan retribusi dikarenakan pedagang tidak perlu menyiapkan uang tunai untuk membayar kepada petugas," katanya saat peluncuran e-retribusi di 22 pasar rakyat yang dipusatkan di halaman depan Pasar Sokaraja, Banyumas, Senin siang.
Ia mengatakan penerapan e-retribusi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menindaklanjuti Pasal 222 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang mewajibkan pemerintah daerah untuk menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan daerah.
Dengan e-retribusi, kata dia, pedagang cukup menunjukkan Quick Response (QR) Code pada kartu e-retribusi untuk dipindai menggunakan alat yang dibawa petugas pemungut retribusi.
Seusai acara, Wabup berkesempatan mencoba e-retribusi dan melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Sokaraja. "Memang sangat mudah ya, praktis, memudahkan pedagang," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Titik Pujiastuti mengatakan pihaknya mengelola 26 pasar rakyat, empat di antaranya telah menerapkan e-retribusi.
Menurut dia, empat pasar rakyat yang telah menerapkan e-retribusi terdiri atas Pasar Manis Purwokerto, Pasar Cikebrok, Pasar Larangan, dan Pasar Purwanegara.
"Untuk 22 pasar lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan target selesai pada akhir tahun 2023. Pada tahap awal terdapat tiga pasar rakyat, yaitu Pasar Sokaraja sejumlah 533 pedagang, Pasar Pon sejumlah 177, dan Pasar Proliman sejumlah 105 pedagang," jelasnya.
Terkait dengan target pendapatan retribusi pelayanan pasar tahun 2023, dia mengatakan pada APBD Kabupaten Banyumas (induk) ditargetkan sebesar Rp5.300.000.000.
Oleh karena realisasi pendapatan retribusi pelayanan pasar hingga bulan Agustus telah mencapai Rp4.688.823.597, kata dia, pihaknya mengusulkan kenaikan target pendapatan sebesar Rp6.000.000.000 pada APBD Perubahan Tahun 2023.
Baca juga: Pemkab Kudus ingatkan pedagang lunasi tunggakan retribusi Rp4,8 miliar
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNPB pastikan maksimal tangani bencana hidrometeorologi di Jateng secara maksimal
17 January 2026 21:20 WIB
Kudus pastikan Pintu Air Tanggulangin beroperasi secara optimal atasi banjir
15 January 2026 13:33 WIB
Narasumber Emerald Publishing di UMS beri strategi jitu publikasi jurnal secara mudah
25 November 2025 19:37 WIB
Tangis haru Mardiyah warga Jepara, terwujudnya dambaan miliki listrik secara mandiri di rumahnya
23 November 2025 18:26 WIB
Mendikdasmen: Larangan siswa bawa HP di kelas perlu dibahas secara komprehensif lintas kementerian
22 November 2025 18:44 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Daftar harga emas di Pegadaian hari ini, tembus angka Rp2,918 juta per gram
22 January 2026 8:20 WIB