Kudus (ANTARA) - Desainer ternama Denny Wirawan menggelar peragaan busana di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang melibatkan 70 peraga yang mengenakan koleksi terbaru batik Kudus bertajuk "Sandyakala Smara" sebagai upaya melestarikan batik Kudus dan meningkatkan perekonomian pembatik lokal.
"Fashion show terbesar ini merupakan yang keempat," kata Denny Wirawan ditemui usai peragaan busana hasil berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation di Rumah Adat Kudus Yasa Amrta Kudus, Rabu malam.
Menurut dia, batik Kudus kembali menjadi bagian penting dari perjalanan kreatif dirinya sejak tahun 2015. Tahun ini menandai sewindu keindahan batik Kudus memberikan inspirasi yang membuat dirinya terus mengeksplorasi dan berkreasi.
"Koleksi 'Sandyakala Smara' saya persembahkan sebagai bentuk dedikasi untuk menggali lebih dalam lagi potensi-potensi yang ada pada motif batik Kudus yang belum tereksplorasi, setelah sebelumnya hadir koleksi pasar malam, padma, dan wedari,” ujarnya.
Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, mengungkapkan bahwa Sandyakala Smara ini adalah bentuk dukungan tulus dalam melestarikan dan mengapresiasi kekayaan wastra budaya Indonesia.
Khususnya, kata dia, batik Kudus yang memukau dan menginspirasi kreativitas untuk terus mengeksplorasi serta memperkaya keindahan yang tak ternilai dari kain-kain Indonesia.
"Setelah delapan tahun perjalanan yang luar biasa, dengan bangga kami membawa batik Kudus kembali ke akarnya, ke Kota Kudus, yang dikenal sebagai Kota Kretek, untuk perayaan penuh makna dan inspirasi," ujarnya.
Hal Ini, kata dia, menggambarkan bahwa Kudus bukan hanya dikenal sebagai penghasil kretek, tetapi juga memiliki batik yang bernilai tinggi sekaligus menghargai perjalanan panjang dalam berkarya lewat kain dan pola yang telah memberikan warna baru bagi dunia mode Indonesia.
Kegiatan ini, kata dia, dihadiri sekitar 250 tamu undangan yang datang untuk mengenal dan menjelajahi budaya Kota Kudus. Ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengenalkan daya tarik Kota Kretek sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Sandyakala Smara Koleksi Batik Kudus 2023 - 2024 ini mengajak kita untuk merasakan kisah indah yang terinspirasi dari keelokan Kebaya dan Kain Batik Kudus," ujarnya.
Mengambil ciri khas gaya "kebaya encim" serta kain batik Kudus sebagai padanannya di dekade 1930-an hingga 1950-an, Denny Wirawan menghadirkan kembali kecintaannya terhadap wastra Indonesia yang mengalir tak pernah usai.
Memadukan mahakarya dari para artisan batik yang penuh keindahan dan filosofi, dalam helai-helai busana yang dibuat dengan cinta. Kolaborasi dengan para pembatik binaan Bakti Budaya Djarum Foundation dan para pembatik pesisir di Pekalongan, serta kolaborasi dengan kolektor batik Agam Riyadi, juga turut memperkaya koleksi batik yang ditampilkan pada gelaran Sandyakala Smara.
Desainer Denny Wirawan tampilkan batik Kudus lewat Sandyakata Smara
Kamis, 7 September 2023 9:15 WIB
Model yang melakukan peragaan busana dengan motif batik Kudus bertajuk Sandyakala Smara pagelaran karya penuh cinta hasil kolaborasi dengan bersama Bakti Budaya Djarum Foundation di Rumah Adat Kudus Yasa Amrta, Rabu (6/9/2023). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Jateng perkuat sinergi dukung Government Auto Show (GAS) 2025 Purworejo
11 November 2025 16:04 WIB
Danamon-Adira Finance-MUFG manjakan pengunjung IIMS Jakarta 2025 dengan promo menarik
16 February 2025 12:47 WIB
Rencang Batik X Jawabku gelar Seminar "Srawung Budaya dan Fashion Show"
06 December 2024 11:31 WIB, 2024
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB