Dishub Semarang batasi kendaraan di Kota Lama
Warga mendorong sepeda motornya yang mogok di jalan yang terendam banjir di Kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/12/2021). Sejumlah jalan di kawasan cagar budaya nasional dengan julukan "Little Netherland" yang dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda sekitar abad ke-18 itu terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara sekitar 20-60 cm akibat intensitas hujan tinggi sejak Sabtu (31/12) dini hari. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.
"Untuk kawasan Kota Lama memang sebenarnya banyak jalan yang kita siapkan sebagai area pejalan kaki. kita sebenarnya mau mengurangi akses untuk kendaraan, mobil penumpang," kata Sekretaris Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan, di Semarang, Selasa.
Di Jalan Letjen Suprapto yang menjadi pintu masuk Kota Lama sudah dipasang portal yang membuat kendaraan dengan tinggi di atas 2,1 meter tidak bisa melintas, selain larangan kendaraan berbobot di atas 3 ton.
Beberapa ruas jalan yang semula bisa dilalui kendaraan juga sudah dipasangi pion beton, dan dilakukan juga rekayasa lalu lintas searah di beberapa ruas sehingga membatasi kendaraan yang masuk.
"Memang di sini (Kota Lama, red.) bangunan akan rentan rusak manakala getaran yang ditimbulkan dari kendaraan yang melintas," katanya.
Menurut dia, upaya untuk mengurangi arus kendaraan di Kota Lama Semarang sudah dilakukan dengan dua langkah, yakni pelarangan kendaraan di ruas jalan tertentu dan ruas jalan yang arus kendaraannya dibatasi.
"Ada ruas tertentu yang memang kita larang, dan kedua kita batasi. Kami berikan contoh, ketika "car free day" dan "car free night" mulai kita terapkan. Nanti pasti akan bertambah ruas-ruas seperti ini," katanya.
Danang menjelaskan kawasan Kota Lama Semarang akan disiapkan banyak akses untuk pedestrian atau pejalan kaki sehingga akan lebih nyaman dikunjungi sebagai destinasi wisata.
"Kami terus menciptakan kawasan area pejalan kaki yang ramah dan aman, kemudian akan kawasan yang disediakan kendaraan tidak berbasis listrik, atau rute untuk sepeda," kata Danang.
Selain itu, kata dia, akses transportasi umum juga akan dibenahi secara lebih baik sehingga saling terkoneksi, misalnya menghubungkan stasiun yang ada dengan kawasan Kota Lama.
Bahkan, kata dia, halte-halte Trans Semarang yang ada akan dihitung ulang agar penempatannya semakin efektif dalam melayani penumpang.
"Kami ada namanya survei asal tujuan. Jadi, nanti halte-halte itu di mana penempatannya yang efektif untuk penumpang. Jadi, mereka tujuannya di mana, turun di mana. Dari halte itu mau nyambung ke mana sudah ada yang 'connect'," pungkasnya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa Humboldt University Jerman berbaju adat Jawa di Kota Lama Semarang
18 September 2025 15:32 WIB
Bos Spiegel Semarang dipolisikan atas pemalsuan surat sertifikat bangunan cagar budaya
13 June 2025 0:55 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
BRI angkat Rolly Bakery & Cookies bangkit dari keterpurukan dan go global
12 February 2026 14:16 WIB