Logo Header Antaranews Jateng

Kementerian Kebudayaan luncurkan Lokovasia di Kota Lama Semarang

Sabtu, 12 Juli 2025 11:24 WIB
Image Print
Peluncuran Lokovasia 2025 di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Semarang. (ANTARA/HO-Pribadi)

Semarang (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan secara resmi meluncurkan program Lokakarya Konservasi dan Inovasi Musik Tradisi Indonesia (Lokovasia) 2025, bertempat di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama Semarang.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kemenbud Ahmad Mahendra, di Semarang, Jumat, menyampaikan harapan Kemenbud terhadap musik Indonesia.

"Bapak Menteri Kebudayaan menginginkan musik Indonesia bisa menjadi garda depan
dalam menciptakan Indonesian Wave, seperti halnya musik dan film dari negara-negara tetangga agar Indonesia semakin menunjukkan kontribusinya terhadap peradaban dunia," katanya.

Menurut dia, Lokovasia bertujuan memperkuat ekosistem musik tradisi melalui pendekatan lintas disiplin dan generasi.

Ia menambahkan bahwa musik tradisi tidak cukup hanya dilestarikan secara simbolik,
melainkan harus hidup, relevan, dan dinamis.

"Lokovasia hadir sebagai ekosistem
pembelajaran dan ekspresi yang inklusif. Di sinilah para komponis, peneliti, komunitas, dan musisi muda dari berbagai latar belakang dipertemukan dalam satu jalinan kolaborasi lintas daerah, bahkan lintas negara Asia," katanya.

Lokovasia dilatarbelakangi oleh pemikiran kritis terhadap implikasi globalisasi dalam lansekap pelestarian dan pengembangan musik tradisi Indonesia.

Di tengah derasnya arus budaya global, eksistensi musik tradisi yang kaya akan nilai, bentuk, dan makna menuntut respons
yang tidak sekadar simbolik.

Diperlukan kesadaran yang holistik dan upaya kontekstualisasi agar musik tradisi tetap hidup, relevan, dan bermakna lintas generasi.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Lokovasia hadir sebagai ruang yang
menjembatani generasi muda dengan kekayaan musik tradisi Indonesia melalui empat pilar utama.

Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Pemerintah Kota Semarang berkesempatan menjadi tuan rumah Lokovasia 2025.

Sementara itu, tokoh musik kontemporer Otto Sidharta dan Dewa Alit menjadi mentor program tahun ini. Pembukaan Lokovasia 2025 dimulai dengan kegiatan Sosialisasi dan Introduksi Lokovasia 2025.

Ketua Lokovasia 2025 Setyawan Jayantoro dari Yayasan Musike SJ menjelaskan bahwa Lokovasia tidak sekadar menjadi ruang pementasan seni, melainkan menjadi arena penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian budaya tidak cukup dilakukan hanya melalui pewarisan pasif.

"Diperlukan ruang-ruang aktif yang memungkinkan interpretasi ulang dan inovasi, tanpa kehilangan akar identitas budaya itu sendiri," katanya.

Lokovasia akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025 dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas seni, akademisi, pemerintah daerah, hingga publik luas.

Rangkaian kegiatan Lokovasia 2025 mencakup proses pendaftaran peserta, kurasi, mentoring daring, kunjungan langsung mentor ke daerah asal peserta (visitasi), elaborasi karya di Unnes.

Serta, pertunjukan puncak berupa showcase dan ekshibisi yang akan digelar di Kampung Budaya FBS UNNES dan Taman Budaya Raden Saleh pada akhir Oktober mendatang. Seluruh kegiatan Lokovasia terbuka untuk umum.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026