Cuaca buruk, Syahbandar Pekalongan ingatkan nelayan waspada
Selasa, 15 November 2022 21:29 WIB
Kapal nelayan yang berasal dari Pekalongan dan Kabupaten Batang bersandar di pelabuhan TPI Klidang Lor. (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap mengingatkan para nelayan mewaspadai kondisi cuaca yang tidak menentu di perairan laut.
Sub Koordinator Kesyahbandaran PPNP Jajang Hartono di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan bahwa para nelayan perlu memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan operasional penangkapan ikan di laut.
"Meski hari ini kondisi cuaca kondusif dan dapat dikatakan aman untuk melaut atau menangkap ikan namun kami ingatkan mereka tetap waspada," katanya.
Jajang Hartono mengatakan aktivitas nelayan kini masih lancar dan aman karena kondisi cuaca pada hari ini cukup cerah.
Kendati demikian, kata dia, para nelayan tetap waspada dan berhati-hati karena meski kondisi cerah namun bisa mendadak terjadi hujan karena saat ini sudah memasuki musim hujan.
"Oleh karena itu, kami mengimbau para nelayan, nakhoda, dan awak kapal waspada dan terus berhati-hati. Jadi para nelayan perlu melakukan antisipasi sebelum beroperasional menangkap ikan," katanya.
Ia menyebutkan prakiraan cuaca hari ini, gelombang, kecepatan angin, dan arus sedang, kemudian arah angin normal sehingga kapal nelayan diperbolehkan bisa berangkat melalut.
Kemudian, kata dia, sebelum berangkat melaut, para nelayan juga harus sudah memastikan kelengkapan dokumen, perlengkapan keselamatan, dan peralatan tangkap ikan.
"Syarat melaut yakni kapal harus memiliki sertifikat kelaikan, alat tangkap ikan yang ramah lingkungan sesuai dengan keputusan KKP," katanya.
Ia menambahkan para nelayan tidak berlebihan memuat hasil tangkapan ikan yang sesuai kapasitasnya agar tidak membahayakan keselamatan di laut.
Sub Koordinator Kesyahbandaran PPNP Jajang Hartono di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan bahwa para nelayan perlu memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan operasional penangkapan ikan di laut.
"Meski hari ini kondisi cuaca kondusif dan dapat dikatakan aman untuk melaut atau menangkap ikan namun kami ingatkan mereka tetap waspada," katanya.
Jajang Hartono mengatakan aktivitas nelayan kini masih lancar dan aman karena kondisi cuaca pada hari ini cukup cerah.
Kendati demikian, kata dia, para nelayan tetap waspada dan berhati-hati karena meski kondisi cerah namun bisa mendadak terjadi hujan karena saat ini sudah memasuki musim hujan.
"Oleh karena itu, kami mengimbau para nelayan, nakhoda, dan awak kapal waspada dan terus berhati-hati. Jadi para nelayan perlu melakukan antisipasi sebelum beroperasional menangkap ikan," katanya.
Ia menyebutkan prakiraan cuaca hari ini, gelombang, kecepatan angin, dan arus sedang, kemudian arah angin normal sehingga kapal nelayan diperbolehkan bisa berangkat melalut.
Kemudian, kata dia, sebelum berangkat melaut, para nelayan juga harus sudah memastikan kelengkapan dokumen, perlengkapan keselamatan, dan peralatan tangkap ikan.
"Syarat melaut yakni kapal harus memiliki sertifikat kelaikan, alat tangkap ikan yang ramah lingkungan sesuai dengan keputusan KKP," katanya.
Ia menambahkan para nelayan tidak berlebihan memuat hasil tangkapan ikan yang sesuai kapasitasnya agar tidak membahayakan keselamatan di laut.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pekalongan berlakukan penyesuaian sistem belajar karena terdampak banjir
20 January 2026 15:53 WIB
Pemkot Pekalongan gandeng 20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi
20 January 2026 11:45 WIB
Jalur rel Pekalongan–Sragi kembali dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas
19 January 2026 18:29 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB