Komunitas Lima Gunung luncurkan konten "Terminal Mendut"
Kamis, 16 Juni 2022 22:59 WIB
Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) memotong tumpeng dalam peluncuran konten "Terminal Mendut", Kamis (16/6/2022). ANTARA/Heru Suyitno
Magelang (ANTARA) - Seniman Komunitas Lima Gunung, Magelang, Jawa Tengah, meluncurkan konten "Terminal Mendut" di kanal Youtube untuk menjawab tantangan zaman dalam media pembaruan.
"Terminal Mendut" diluncurkan di Studio Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo K.H. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).
Inisiator konten "Terminal Mendut" yang juga Presiden Lima Gunung, Sutanto Mendut, menyampaikan teknologi "Terminal Mendut" sederhana tetapi ingin mencoba menjawab tantangan zaman melalui digital.
Melalui kanal Youtube, katanya, nantinya akan menyampaikan sejumlah materi, antara lain tentang kebudayaan, kesenian, dan kuliner.
Menurut Gus Yusuf, khasanah budaya lokal memang harus diangkat.
"Mendut ini saya kira sudah menjadi ikon, di samping Borobudur. Di situ tentu ada geliat kebudayaan, ada geliat seni, dan juga kearifan lokal. Saya berharap melalui 'Terminal Mendut' ini nanti kearifan lokal bisa lebih terangkat," katanya.
Baca juga: Komunitas Lima Gunung kenang Rendra via karyanya
Ia menyampaikan "Terminal Mendut" menjadi media untuk saling belajar meskipun jargonnya "Goblok Bareng" (Bodoh Bersama).
"Dari goblok-goblok ini nanti sedikit demi sedikit hilang gobloknya sehingga kami berharap menjadi media untuk pembelajaran, silaturahim bersama-sama," katanya.
Gus Yusuf menuturkan "Terminal Mendut" bisa menjadi media alternatif belajar kebudayaan dan semua berhak belajar, sedangkan tempat itu sebagai paling pas untuk mengakses karena siapa pun bisa mengakses.
"Memang di tengah hantaman derasnya budaya-budaya asing, mau tidak mau budaya lokal juga harus muncul melalui media-media sosial agar warnanya lebih beragam," katanya.
Acara peluncuran kanal Youtube "Terminal Mendut" yang diwarnai hujan dan juga disiarkan secara langsung di kanal itu, dihadiri sejumlah budayawan dan seniman dari beberapa tempat, termasuk dimeriahkan dengan pertunjukan seni, seperti musik, puisi, performa seni, serta pidato kebudayaan.
Baca juga: Festival Lima Gunung XX menyuguhkan dokumen foto seni budaya KLG
Baca juga: Salah satu tokoh Komunitas Lima Gunung berpulang
Baca juga: FLG 2021 digelar di lahan hortikultura Gunung Andong
"Terminal Mendut" diluncurkan di Studio Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo K.H. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).
Inisiator konten "Terminal Mendut" yang juga Presiden Lima Gunung, Sutanto Mendut, menyampaikan teknologi "Terminal Mendut" sederhana tetapi ingin mencoba menjawab tantangan zaman melalui digital.
Melalui kanal Youtube, katanya, nantinya akan menyampaikan sejumlah materi, antara lain tentang kebudayaan, kesenian, dan kuliner.
Menurut Gus Yusuf, khasanah budaya lokal memang harus diangkat.
"Mendut ini saya kira sudah menjadi ikon, di samping Borobudur. Di situ tentu ada geliat kebudayaan, ada geliat seni, dan juga kearifan lokal. Saya berharap melalui 'Terminal Mendut' ini nanti kearifan lokal bisa lebih terangkat," katanya.
Baca juga: Komunitas Lima Gunung kenang Rendra via karyanya
Ia menyampaikan "Terminal Mendut" menjadi media untuk saling belajar meskipun jargonnya "Goblok Bareng" (Bodoh Bersama).
"Dari goblok-goblok ini nanti sedikit demi sedikit hilang gobloknya sehingga kami berharap menjadi media untuk pembelajaran, silaturahim bersama-sama," katanya.
Gus Yusuf menuturkan "Terminal Mendut" bisa menjadi media alternatif belajar kebudayaan dan semua berhak belajar, sedangkan tempat itu sebagai paling pas untuk mengakses karena siapa pun bisa mengakses.
"Memang di tengah hantaman derasnya budaya-budaya asing, mau tidak mau budaya lokal juga harus muncul melalui media-media sosial agar warnanya lebih beragam," katanya.
Acara peluncuran kanal Youtube "Terminal Mendut" yang diwarnai hujan dan juga disiarkan secara langsung di kanal itu, dihadiri sejumlah budayawan dan seniman dari beberapa tempat, termasuk dimeriahkan dengan pertunjukan seni, seperti musik, puisi, performa seni, serta pidato kebudayaan.
Baca juga: Festival Lima Gunung XX menyuguhkan dokumen foto seni budaya KLG
Baca juga: Salah satu tokoh Komunitas Lima Gunung berpulang
Baca juga: FLG 2021 digelar di lahan hortikultura Gunung Andong
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo terima lima pengusaha nasional, perkuat Indonesia Incorporated
11 February 2026 9:04 WIB
Kemenkum Jateng serahkan sertifikat indikasi geografis lima motif tenun troso Jepara
05 February 2026 19:25 WIB
UMS perkuat riset teknologi dan pembangunan berkelanjutan dengan menambah lima guru besar
19 January 2026 16:17 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Berikut Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia lanjutkan perjuangannya di babak kedua
08 January 2026 11:30 WIB