Jateng tunggu petunjuk pusat terkait BLT minyak goreng
Selasa, 5 April 2022 18:51 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Harso Susilo. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga kini belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait program bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng bagi warga kurang mampu, sehingga masih menunggu kepastian dari pusat
"Kami mengetahui ada program BLT minyak goreng justru dari running text media televisi, sedangkan surat resmi dari Pemerintah Pusat justru belum," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno saat kunjungan kerja di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Pendowo Kabupaten Kudus, Senin.
Ia mengakui data keluarga penerima program bantuan pangan non-tunai (BPNT) maupun program keluarga harapan (PKH) memang tersedia, jika sasaran BLT minyak goreng tersebut memang itu.
Hanya saja, kata dia, untuk kepastian sasaran maupun teknis pelaksanaannya tentu harus menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat.
Baca juga: Penyaluran BLT salah satu solusi atasi masalah minyak goreng
Menurut dia permasalahan minyak goreng bukan hanya terjadi di Jateng, melainkan secara nasional juga mengalami.
"Hanya saja, untuk pasokan minyak goreng kemasan saat ini sudah lancar. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga sudah meminta pemerintah untuk mendorong para pengusaha minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) lebih mementingkan kepentingan nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Harso Susilo menambahkan berdasarkan pemberitaan sasaran penerima BLT minyak goreng dikabarkan juga ada pedagang kaki lima (PKL).
"Jika data BPNT dan PKH tentunya sudah tersedia, sedangkan PKL tentunya menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat saja, seperti apa teknis pelaksanaannya," ujarnya.
Baca juga: KPPU: Penjualan minyak goreng bersyarat rugi masyarakat
"Kami mengetahui ada program BLT minyak goreng justru dari running text media televisi, sedangkan surat resmi dari Pemerintah Pusat justru belum," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno saat kunjungan kerja di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Pendowo Kabupaten Kudus, Senin.
Ia mengakui data keluarga penerima program bantuan pangan non-tunai (BPNT) maupun program keluarga harapan (PKH) memang tersedia, jika sasaran BLT minyak goreng tersebut memang itu.
Hanya saja, kata dia, untuk kepastian sasaran maupun teknis pelaksanaannya tentu harus menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat.
Baca juga: Penyaluran BLT salah satu solusi atasi masalah minyak goreng
Menurut dia permasalahan minyak goreng bukan hanya terjadi di Jateng, melainkan secara nasional juga mengalami.
"Hanya saja, untuk pasokan minyak goreng kemasan saat ini sudah lancar. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga sudah meminta pemerintah untuk mendorong para pengusaha minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) lebih mementingkan kepentingan nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Harso Susilo menambahkan berdasarkan pemberitaan sasaran penerima BLT minyak goreng dikabarkan juga ada pedagang kaki lima (PKL).
"Jika data BPNT dan PKH tentunya sudah tersedia, sedangkan PKL tentunya menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat saja, seperti apa teknis pelaksanaannya," ujarnya.
Baca juga: KPPU: Penjualan minyak goreng bersyarat rugi masyarakat
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang perkuat tanggul sepanjang Sungai Babon antisipasi hujan ekstrem
26 March 2026 21:34 WIB
BMKG prakirakan hujan sedang-lebat berpotensi di Jateng selatan pada 26-28 Maret
26 March 2026 17:42 WIB
Gubernur Jateng meminta jajaran ASN jangan kendor layani masyarakat usai Lebaran
25 March 2026 12:55 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
BRI sediakan Rp25 T penuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 2026
13 March 2026 13:26 WIB
Hery Gunardi beberkan strategi perbankan hadapi ketidakpastian ekonomi global
07 March 2026 19:31 WIB
Bupati Temanggung ungkap 20 persen opsen PKB untuk peningkatan infrastruktur
28 February 2026 1:42 WIB
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB