Ahli sebut Presidensi G20 momentum perkuat peran dalam kesehatan global
Minggu, 13 Februari 2022 20:45 WIB
Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.
Purwokerto (ANTARA) - Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia 2022 akan memperkuat peran Indonesia dalam kesehatan global.
"Presidensi Indonesia dalam G20 tahun 2022 sangat penting untuk memperkuat peran bangsa ini dalam kesehatan global terutama di tengah pandemi COVID-19," katanya di Purwokerto, Minggu.
Menurut pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed tersebut pada saat ini tantangan kesehatan menjadi isu prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama bangsa-bangsa di dunia.
"Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa forum kerja sama multilateral G20 berperan penting dalam membangun arsitektur kesehatan dunia termasuk dalam mendorong dukungan pembiayaan kesehatan bagi negara berkembang. Terlebih lagi pada saat ini Indonesia memegang Presidensi G20," katanya.
Baca juga: Presidensi G20 berdampak positif pada sektor pariwisata
Dia mengatakan forum G20 akan dapat menggaungkan isu tentang kesetaraan guna menangani dan menyelesaikan masalah pandemi COVID-19 yang dihadapi sekarang, termasuk mengatasi ketimpangan ketersediaan vaksin.
"Anggota G20 terdiri dari berbagai negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Jadi akan sangat strategis untuk menggaungkan banyak hal terutama tentang arsitektur kesehatan dunia di tengah pandemi COVID-19," katanya.
Untuk membangun dan memperkuat arsitektur kesehatan dunia, kata dia, memang diperlukan beberapa pembenahan termasuk memberi perhatian khusus pada negara-negara berkembang.
"Karena itu apa yang digagas oleh Pemerintah Indonesia dalam forum G20 sangatlah tepat bahwa negara berkembang harus diberdayakan sebagai solusi sekaligus menjadi bagian dari rantai pasok suplai obat, vaksin, dan peralatan kesehatan," katanya.
Dia mengatakan, masyarakat Indonesia perlu memberikan dukungan penuh agar Keketuaan Indonesia dalam G20 tahun 2022 ini akan dapat berjalan dengan baik dan sukses mewujudkan agenda terkait isu arsitektur kesehatan dunia.
"Masyarakat Indonesia harus memberi dukungan penuh dalam mewujudkan peran serta Indonesia dalam arsitektur kesehatan dunia, ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat peran Indonesia dalam kesehatan global," katanya.
Menurut dia, langkah Pemerintah Indonesia untuk menjadikan penguatan arsitektur kesehatan dunia sebagai salah satu agenda prioritas merupakan hal yang sangat penting.
"Ini menunjukkan Indonesia mendorong agar negara-negara di dunia untuk makin siap dan lebih tanggap terhadap krisis kesehatan. Termasuk mempersiapkan diri dari ancaman pandemi berikutnya," katanya.
Baca juga: Women20 Presidensi Indonesia, Fokus perjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
Baca juga: Indonesia targets Rp250 trillion of investment from G20 Presidency
"Presidensi Indonesia dalam G20 tahun 2022 sangat penting untuk memperkuat peran bangsa ini dalam kesehatan global terutama di tengah pandemi COVID-19," katanya di Purwokerto, Minggu.
Menurut pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed tersebut pada saat ini tantangan kesehatan menjadi isu prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama bangsa-bangsa di dunia.
"Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa forum kerja sama multilateral G20 berperan penting dalam membangun arsitektur kesehatan dunia termasuk dalam mendorong dukungan pembiayaan kesehatan bagi negara berkembang. Terlebih lagi pada saat ini Indonesia memegang Presidensi G20," katanya.
Baca juga: Presidensi G20 berdampak positif pada sektor pariwisata
Dia mengatakan forum G20 akan dapat menggaungkan isu tentang kesetaraan guna menangani dan menyelesaikan masalah pandemi COVID-19 yang dihadapi sekarang, termasuk mengatasi ketimpangan ketersediaan vaksin.
"Anggota G20 terdiri dari berbagai negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Jadi akan sangat strategis untuk menggaungkan banyak hal terutama tentang arsitektur kesehatan dunia di tengah pandemi COVID-19," katanya.
Untuk membangun dan memperkuat arsitektur kesehatan dunia, kata dia, memang diperlukan beberapa pembenahan termasuk memberi perhatian khusus pada negara-negara berkembang.
"Karena itu apa yang digagas oleh Pemerintah Indonesia dalam forum G20 sangatlah tepat bahwa negara berkembang harus diberdayakan sebagai solusi sekaligus menjadi bagian dari rantai pasok suplai obat, vaksin, dan peralatan kesehatan," katanya.
Dia mengatakan, masyarakat Indonesia perlu memberikan dukungan penuh agar Keketuaan Indonesia dalam G20 tahun 2022 ini akan dapat berjalan dengan baik dan sukses mewujudkan agenda terkait isu arsitektur kesehatan dunia.
"Masyarakat Indonesia harus memberi dukungan penuh dalam mewujudkan peran serta Indonesia dalam arsitektur kesehatan dunia, ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat peran Indonesia dalam kesehatan global," katanya.
Menurut dia, langkah Pemerintah Indonesia untuk menjadikan penguatan arsitektur kesehatan dunia sebagai salah satu agenda prioritas merupakan hal yang sangat penting.
"Ini menunjukkan Indonesia mendorong agar negara-negara di dunia untuk makin siap dan lebih tanggap terhadap krisis kesehatan. Termasuk mempersiapkan diri dari ancaman pandemi berikutnya," katanya.
Baca juga: Women20 Presidensi Indonesia, Fokus perjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
Baca juga: Indonesia targets Rp250 trillion of investment from G20 Presidency
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini yang disampaikan Dekan FEB UMP dalam diskusi hasil Presidensi G20 Indonesia
10 December 2022 18:51 WIB, 2022
Mengenang masa kecilnya di Bali, Presiden Prancis jalan kaki usai gala dinner di GWK
16 November 2022 8:34 WIB, 2022
Akademisi : G20 naikkan nilai tawar Indonesia dalam geopolitik global
15 November 2022 20:23 WIB, 2022
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pertolongan pertama di perjalanan: peran obat OTC dalam situasi darurat mudik Lebaran
20 March 2026 9:31 WIB