Presidensi G20 berdampak positif pada sektor pariwisata
Jumat, 11 Februari 2022 20:07 WIB
Pengamat Pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru. ANTARA/Wuryanti Puspitasari.
Purwokerto (ANTARA) - Pengamat Pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan Presidensi G20 Indonesia 2022 akan dapat berdampak positif pada kebangkitan sektor pariwisata di Tanah Air.
"Presidensi G20 akan membangkitkan kembali pariwisata Tanah Air yang selama lebih dari dua tahun ini terdampak pandemi COVID-19 ," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.
Dia menjelaskan bahwa momentum G20 akan menggairahkan sektor pariwisata mulai dari hulu sampai ke hilir, yaitu penerbangan, transportasi darat dan laut, biro perjalanan, perhotelan, restoran dan kuliner, objek dan daya tarik wisata, pemandu wisata, kerajinan, serta cenderamata.
"Selain mengikuti rangkaian kegiatan G20, para delegasi dan rombongan tentunya juga akan mengunjungi dan menyaksikan objek dan daya tarik wisata Tanah Air," katanya.
Hal ini, kata dia, akan dapat memacu motivasi para pengelola objek wisata untuk berbenah diri dan mempercantik objek wisatanya.
"Imbasnya tentu akan membuat para pemandu wisata kembali siap melayani wisatawan. Industri kecil, kerajinan, dan cenderamata diharapkan juga dapat menikmati keuntungan ekonomis dari perhelatan G20 ini," katanya.
Dia menambahkan, momentum G20 juga dapat berdampak pada pemerataan penyebaran wisatawan mancanegara ke berbagai daerah di Indonesia.
"G20 akan terdiri dari sekitar 150 pertemuan yang akan digelar di berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, Malang, Medan, Danau Toba, Lombok, Manado, Labuhan Bajo, Sorong, dan lainnya," katanya.
Selain dapat menggairahkan pariwisata di daerah, tambah dia, G20 juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
"Penyelenggaraan G20 juga akan membuat daerah yang dijadikan tempat pertemuan berlomba merancang paket wisata. Oleh sebab itu perlu penyesuaian dan koordinasi dengan berbagai daerah untuk menyiapkan paket wisata tersebut," katanya.
Sementara itu, dia mengingatkan perlunya dukungan dari seluruh masyarakat agar Presidensi G20 Indonesia 2022 dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
"Selain itu perlu juga didorong agar semua bidang usaha pariwisata di daerah telah tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability atau CHSE untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan peserta G20," katanya.
"Presidensi G20 akan membangkitkan kembali pariwisata Tanah Air yang selama lebih dari dua tahun ini terdampak pandemi COVID-19 ," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.
Dia menjelaskan bahwa momentum G20 akan menggairahkan sektor pariwisata mulai dari hulu sampai ke hilir, yaitu penerbangan, transportasi darat dan laut, biro perjalanan, perhotelan, restoran dan kuliner, objek dan daya tarik wisata, pemandu wisata, kerajinan, serta cenderamata.
"Selain mengikuti rangkaian kegiatan G20, para delegasi dan rombongan tentunya juga akan mengunjungi dan menyaksikan objek dan daya tarik wisata Tanah Air," katanya.
Hal ini, kata dia, akan dapat memacu motivasi para pengelola objek wisata untuk berbenah diri dan mempercantik objek wisatanya.
"Imbasnya tentu akan membuat para pemandu wisata kembali siap melayani wisatawan. Industri kecil, kerajinan, dan cenderamata diharapkan juga dapat menikmati keuntungan ekonomis dari perhelatan G20 ini," katanya.
Dia menambahkan, momentum G20 juga dapat berdampak pada pemerataan penyebaran wisatawan mancanegara ke berbagai daerah di Indonesia.
"G20 akan terdiri dari sekitar 150 pertemuan yang akan digelar di berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, Malang, Medan, Danau Toba, Lombok, Manado, Labuhan Bajo, Sorong, dan lainnya," katanya.
Selain dapat menggairahkan pariwisata di daerah, tambah dia, G20 juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
"Penyelenggaraan G20 juga akan membuat daerah yang dijadikan tempat pertemuan berlomba merancang paket wisata. Oleh sebab itu perlu penyesuaian dan koordinasi dengan berbagai daerah untuk menyiapkan paket wisata tersebut," katanya.
Sementara itu, dia mengingatkan perlunya dukungan dari seluruh masyarakat agar Presidensi G20 Indonesia 2022 dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
"Selain itu perlu juga didorong agar semua bidang usaha pariwisata di daerah telah tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability atau CHSE untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan peserta G20," katanya.
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini yang disampaikan Dekan FEB UMP dalam diskusi hasil Presidensi G20 Indonesia
10 December 2022 18:51 WIB, 2022
W20, Indonesia berharap presidensi India lanjutkan isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender
14 November 2022 10:33 WIB, 2022
Ini tanggapan akademisi Unsoed tentang pertemuan CMM G20 di Magelang
12 September 2022 20:04 WIB, 2022
Sambut puncak Presidensi G20, Wapres Ma'ruf Amin tinjau kesiapan SPKLU PLN
31 August 2022 10:08 WIB, 2022
Kemenko Perekonomian ajak "civitas academica" di Banyumas sukseskan Presidensi G20
01 June 2022 13:16 WIB, 2022
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB