Museum Batik Kota Pekalongan siap maksimalkan program publik
Sabtu, 5 Februari 2022 15:19 WIB
Seorang pengunjung sedang mengamati koleksi batik di Museum Batik Pekalongan. ANTARA/Kutnadi.
Pekalongan (ANTARA) - Museum Batik Pekalongan, Jawa Tengah, siap memaksimalkan program publik untuk membangun keterlibatan masyarakat terhadap keberadaan museum agar mampu menarik dan mendongkrak antusias pengunjung berkunjung ke objek wisata ini.
Kepala UPTD Museum Batik Kota Pekalongan Akhmad Asror di Pekalongan, Sabtu, mengatakan pada program publik itu pihaknya akan mengadakan lomba yang berkaitan dengan budaya batik, pelatihan membatik, dan kegiatan kreatif lainnya yang melibatkan masyarakat.
"Kegiatan program publik itu sudah kami laksanakan sejak 2019 namun pada tahun ini akan lebih dimaksimalkan agar tingkat kunjungan wisatawan ke museum batik lebih meningkat lagi," katanya.
Menurut dia, jumlah kunjungan museum batik hingga akhir 2021 sebanyak 7.011 orang terdiri atas 4.808 pengunjung dewasa, pelajar 2.202 orang, dan mancanegara satu orang.
"Adapun jumlah pendapatan yang diperoleh pada 2021 sebanyak Rp28,454 juta," kata Akhmad Asror.
Ia mengatakan sejak pandemi 2020 hingga 2021 kondisi kunjungan belum dapat dikatakan stabil dan meningkat secara signifikan karena segmentasi sebagian besar pengunjung berasal dari wisatawan lokal maupun pelajar.
Memasuki Januari 2022, kata dia, Museum Batik Kota Pekalongan mencatat jumlah kunjungan mencapai 1.125 pengunjung terdiri atas 471 pelajar dan 654 orang dewasa.
"Sebagian pengunjung museum batik masih wisatawan lokal dan pelajar karena pengunjung dari luar kota masih terkendala perjalanan jarak jauh. Jadi jumlah kunjungan masih belum meningkat secara signifikan sejak adanya pandemi COVID-19," katanya.
Kepala UPTD Museum Batik Kota Pekalongan Akhmad Asror di Pekalongan, Sabtu, mengatakan pada program publik itu pihaknya akan mengadakan lomba yang berkaitan dengan budaya batik, pelatihan membatik, dan kegiatan kreatif lainnya yang melibatkan masyarakat.
"Kegiatan program publik itu sudah kami laksanakan sejak 2019 namun pada tahun ini akan lebih dimaksimalkan agar tingkat kunjungan wisatawan ke museum batik lebih meningkat lagi," katanya.
Menurut dia, jumlah kunjungan museum batik hingga akhir 2021 sebanyak 7.011 orang terdiri atas 4.808 pengunjung dewasa, pelajar 2.202 orang, dan mancanegara satu orang.
"Adapun jumlah pendapatan yang diperoleh pada 2021 sebanyak Rp28,454 juta," kata Akhmad Asror.
Ia mengatakan sejak pandemi 2020 hingga 2021 kondisi kunjungan belum dapat dikatakan stabil dan meningkat secara signifikan karena segmentasi sebagian besar pengunjung berasal dari wisatawan lokal maupun pelajar.
Memasuki Januari 2022, kata dia, Museum Batik Kota Pekalongan mencatat jumlah kunjungan mencapai 1.125 pengunjung terdiri atas 471 pelajar dan 654 orang dewasa.
"Sebagian pengunjung museum batik masih wisatawan lokal dan pelajar karena pengunjung dari luar kota masih terkendala perjalanan jarak jauh. Jadi jumlah kunjungan masih belum meningkat secara signifikan sejak adanya pandemi COVID-19," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berkat pemberdayaan BRI, Batik Malessa ubah kain perca hingga fashion premium
14 December 2025 11:08 WIB
Pemkot Pekalongan komitmen perkuat ekonomi kerakyatan di Festival BTK dan Pekan Batik Nusantara
02 December 2025 15:35 WIB
15.000 penari di Magelang tampilkan 2.000 motif batik, pecahkan rekor MURI
26 October 2025 15:35 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB