Komplotan perampok spesialis pembobol kantor pos diringkus
Rabu, 12 Januari 2022 12:42 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Djuhandani menunjukkan barang bukti komplotan perampok spesialis kantor pos di Semarang, Rabu. ANTARA/ I.C.Senjaya.
Semarang (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah meringkus empat orang anggota komplotan perampok yang memiliki spesialisasi target kantor PT Pos Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di provinsi ini.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Djuhandani di Semarang, Rabu, mengatakan, total sudah ada lima kantor PT Pos Indonesia di berbagai wilayah yang sempat disatroni komplotan tersebut.
"Dari lima lokasi, hanya tiga yang menghasilkan," katanya.
Kelima kantor pos yang sempat disatroni komplotan tersebut masing-masing di Kabupaten Brebes, Tegal, Pekalongan, Magelang, serta Kota Tegal.
Dari keterangan pelaku, kata dia, pemilihan kantor pos sebagai sasaran karena dianggap mudah dalam membobol serta diduga menyimpan banyak uang.
Selain kantor pos, kata dia, komplotan ini juga menyasar toko modern serta menara "Base Transceiver Station" (BTS).
"Komplotan ini mengambil berbagai barang, termasuk baterai di menara BTS," katanya.
Adapun modus yang digunakan, menurut dia, komplotan ini sudah memetakan dan kemudian merusak pintu untuk menguras harta yang ada di dalamnya.
Saat ini, lanjut dia, satu pelaku lain yang merupakan otak dari komplotan ini masih diburu.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan 363 KUHP tentang pencurian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Djuhandani di Semarang, Rabu, mengatakan, total sudah ada lima kantor PT Pos Indonesia di berbagai wilayah yang sempat disatroni komplotan tersebut.
"Dari lima lokasi, hanya tiga yang menghasilkan," katanya.
Kelima kantor pos yang sempat disatroni komplotan tersebut masing-masing di Kabupaten Brebes, Tegal, Pekalongan, Magelang, serta Kota Tegal.
Dari keterangan pelaku, kata dia, pemilihan kantor pos sebagai sasaran karena dianggap mudah dalam membobol serta diduga menyimpan banyak uang.
Selain kantor pos, kata dia, komplotan ini juga menyasar toko modern serta menara "Base Transceiver Station" (BTS).
"Komplotan ini mengambil berbagai barang, termasuk baterai di menara BTS," katanya.
Adapun modus yang digunakan, menurut dia, komplotan ini sudah memetakan dan kemudian merusak pintu untuk menguras harta yang ada di dalamnya.
Saat ini, lanjut dia, satu pelaku lain yang merupakan otak dari komplotan ini masih diburu.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan 363 KUHP tentang pencurian.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Berita Nasional ANTARA sampaikan siap jadi amplifikator Piala Dunia saat rapat di DPR
28 January 2026 13:16 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB
Wamenkomdigi: Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:09 WIB
KPK geledah Kantor PT Wanatiara Persada usai geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak
14 January 2026 9:22 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polresta Pati fasilitasi penyidik KPK untuk pemeriksaan saksi-saksi kasus OTT
29 January 2026 9:10 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB