PGN dan KAI lakukan uji dinamis kereta api berbahan bakar LNG
Jumat, 17 Desember 2021 7:17 WIB
PT PGN Tbk dan PT KAI melakukan uji dinamis teknologi LNG sebagai bahan bakar pada satu kereta yang akan dipakai untuk melayani penumpang trayek Jakarta-Surabaya. ANTARA/HO-PGN
Semarang (ANTARA) - PT PGN Tbk dan PT KAI melakukan uji dinamis teknologi LNG sebagai bahan bakar pada satu kereta yang akan dipakai untuk melayani penumpang trayek Jakarta-Surabaya dan akan menjadi pilot project guna mengurangi penggunaan solar bersubsidi.
Sinergi BUMN pada konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar LNG tersebut menggunakan sistem Diesel Dual Fuel (DDF), sehingga kereta yang awalnya berbahan bakar solar menjadi beroperasi dengan campuran dua bahan bakar (gas dan solar), gas digunakan sebagai bahan bakar utama, sedangkan solar sebagai pemantik api dan membantu dalam lubrikasi serta pendingin ruang bakar.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menjelaskan sebelum dilaksanakannya uji dinamis, telah dilaksanakan uji statis pada kereta pembangkit saat mesin dalam keadaan diam dan hasilnya menunjukkan bahwa adanya efisiensi kinerja mesin yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar solar.
"Keberhasilan uji coba statis akan didukung dengan pelaksanaan uji coba dinamis, dimana operasional mesin ditest pada kondisi yang sebenarnya. Tujuannya untuk mengkofirmasi hasil dari uji statis dan menguji ketahanan system DDF di kondisi operasional," kata Heru dalam keterangan persnya Kamis (16/12).
Manfaat bahan bakar LNG pada kereta api yang akan dirasakan di antaranya efisiensi biaya bahan bakar, biaya pemeliharaan mesin gas lebih rendah, sinergi BUMN, utilisasi angkutan barang, dan potensi pemanfaatan lahan stasiun milik PT KAI untuk pemanfaatan energi ramah lingkungan (green energy).
"Penggunaan bahan bakar LNG diharapkan bisa merealisasikan efisiensi biaya dan menunjang operasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna transportasi. Semoga bisa berkelanjutan dan masuk ke tahapan implementasi dan bermanfaat bagi keduabelah pihak serta masyarakat," kata Heru.
Heru menambahkan pihaknya optimistis dengan menggunakan LNG sebagai bahan bakar KAI dapat memberikan benefit bagi KAI dan PGN Group, terutama mendukung pemerintah dalam mengurangi import BBM.
Sinergi BUMN pada konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar LNG tersebut menggunakan sistem Diesel Dual Fuel (DDF), sehingga kereta yang awalnya berbahan bakar solar menjadi beroperasi dengan campuran dua bahan bakar (gas dan solar), gas digunakan sebagai bahan bakar utama, sedangkan solar sebagai pemantik api dan membantu dalam lubrikasi serta pendingin ruang bakar.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menjelaskan sebelum dilaksanakannya uji dinamis, telah dilaksanakan uji statis pada kereta pembangkit saat mesin dalam keadaan diam dan hasilnya menunjukkan bahwa adanya efisiensi kinerja mesin yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar solar.
"Keberhasilan uji coba statis akan didukung dengan pelaksanaan uji coba dinamis, dimana operasional mesin ditest pada kondisi yang sebenarnya. Tujuannya untuk mengkofirmasi hasil dari uji statis dan menguji ketahanan system DDF di kondisi operasional," kata Heru dalam keterangan persnya Kamis (16/12).
Manfaat bahan bakar LNG pada kereta api yang akan dirasakan di antaranya efisiensi biaya bahan bakar, biaya pemeliharaan mesin gas lebih rendah, sinergi BUMN, utilisasi angkutan barang, dan potensi pemanfaatan lahan stasiun milik PT KAI untuk pemanfaatan energi ramah lingkungan (green energy).
"Penggunaan bahan bakar LNG diharapkan bisa merealisasikan efisiensi biaya dan menunjang operasional serta memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna transportasi. Semoga bisa berkelanjutan dan masuk ke tahapan implementasi dan bermanfaat bagi keduabelah pihak serta masyarakat," kata Heru.
Heru menambahkan pihaknya optimistis dengan menggunakan LNG sebagai bahan bakar KAI dapat memberikan benefit bagi KAI dan PGN Group, terutama mendukung pemerintah dalam mengurangi import BBM.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jalur rel Pekalongan–Sragi kembali dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas
19 January 2026 18:29 WIB
KAI batalkan lagi perjalanan KA Kamandaka dan Purwojaya akibat lintasan tergenang banjir
19 January 2026 13:16 WIB
Gunung Semeru enam kali erupsi pada Rabu pagi, tinggi letusan hingga 900 meter
07 January 2026 11:00 WIB
Polres Temanggung melarang pesta kembang api dan konvoi kendaraan malam Tahun Baru
30 December 2025 14:55 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB