Isolasi terpusat anak libatkan orang tua sebagai pendamping
Rabu, 3 November 2021 18:16 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah menyatakan pada isolasi terpusat untuk anak yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat akan melibatkan orang tua sebagai pendamping.
"Untuk isoter anak sudah disiapkan, tinggal orang tua mengizinkan anak diisolasi atau tidak, tinggal itu saja," kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Rabu.
Meski demikian, ia mengaku ada beberapa orang tua maupun anak yang menolak menjalani isolasi terpusat.
"Bukan cuma diisoter, di-'swab' (tes usap) saja banyak yang menolak," katanya.
Meski demikian, ia memastikan pada isolasi terpusat tersebut orang tua akan ditempatkan di ruangan yang sama dengan anak.
"Nanti ada 'treatment' (penanganan) khusus. Yang penting orang tua mengizinkan, daripada satu rumah dikurung semua, mending diisoter biar bapak ibunya bisa tetap bekerja," katanya.
Ia memastikan untuk program surveilans atau pengamatan dari Kementerian Kesehatan berupa tes usap secara acak yang dilakukan di sekolah-sekolah akan kembali dilakukan pada bulan ini.
"Jalan terus surveilans, kami lakukan lagi di beda sekolah, nanti bulan November segera dari Kementerian Kesehatan juga. Angkanya (kasus, red.) pasti naik tetapi kami pastikan terkendali. Ini untuk memastikan mana yang sehat mana yang tidak, kan kebanyakan OTG (Orang Tanpa Gejala)," katanya.
"Untuk isoter anak sudah disiapkan, tinggal orang tua mengizinkan anak diisolasi atau tidak, tinggal itu saja," kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Rabu.
Meski demikian, ia mengaku ada beberapa orang tua maupun anak yang menolak menjalani isolasi terpusat.
"Bukan cuma diisoter, di-'swab' (tes usap) saja banyak yang menolak," katanya.
Meski demikian, ia memastikan pada isolasi terpusat tersebut orang tua akan ditempatkan di ruangan yang sama dengan anak.
"Nanti ada 'treatment' (penanganan) khusus. Yang penting orang tua mengizinkan, daripada satu rumah dikurung semua, mending diisoter biar bapak ibunya bisa tetap bekerja," katanya.
Ia memastikan untuk program surveilans atau pengamatan dari Kementerian Kesehatan berupa tes usap secara acak yang dilakukan di sekolah-sekolah akan kembali dilakukan pada bulan ini.
"Jalan terus surveilans, kami lakukan lagi di beda sekolah, nanti bulan November segera dari Kementerian Kesehatan juga. Angkanya (kasus, red.) pasti naik tetapi kami pastikan terkendali. Ini untuk memastikan mana yang sehat mana yang tidak, kan kebanyakan OTG (Orang Tanpa Gejala)," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Kudus: Warga positif COVID-19 berkeliaran bakal dipaksa masuk isoter
25 February 2022 5:02 WIB, 2022
Bupati: Siswa-siswi SMPN 4 Mrebet yang jalani isoter telah kembali ke rumah
01 October 2021 4:41 WIB, 2021
Berpakaian hazmat, Ganjar pimpin upacara HUT RI di lokasi isoter Asrama Haji Donohudan
17 August 2021 12:11 WIB, 2021
Luhut pastikan kesiapan fasilitas isolasi terpusat-vaksinasi Solo-D.I. Yogyakarta
06 August 2021 11:49 WIB, 2021
Luhut tinjau tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan Boyolali
05 August 2021 15:06 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pertolongan pertama di perjalanan: peran obat OTC dalam situasi darurat mudik Lebaran
20 March 2026 9:31 WIB