HIPMI Jateng usul penambahan faskes dan nakes untuk tangani COVID-19
Sabtu, 24 Juli 2021 16:12 WIB
Tangkapan layar Ketua HIPMI Jateng Billy Dahlan. ANTARA/Nur Istibsaroh
Semarang (ANTARA) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng mengusulkan adanya penambahan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) secara optimal sehingga saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dibuka sudah siap dan tidak terjadi lonjakan kasus.
Penambahan faskes dan nakes, menurut Ketua HIPMI Jateng Billy Dahlan bisa menjadi salah satu langkah mempersiapkan diri dalam menghadapi COVID-19 dengan varian barunya dan saat dibukanya PPKM.
"Dana ratusan juta rupiah baiknya difokuskan untuk masalah kesehatan, untuk menambah faskes COVID-19 untuk gejala ringan dan sedang, sementara yang berat tetap dirujuk ke rumah sakit agar tidak menumpuk," kata Billy.
Billy juga merinci jika masing-masing kabupaten/kota mendapatkan alokasi dalam penambahan faskes dan nakes, maka akan sangat membantu dalam menyiapkan diri saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dihentikan.
Menurut Billy dengan kesiapan tersebut, maka seluruh sektor termasuk pengusaha dapat kembali bergerak dan tidak lagi terpuruk setelah 17 bulan berada di masa pandemi dan telah memberikan dampak luar biasa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan pekerja.
"Kami pro dan percaya kepada pemerintah dalam mengatasi COVID-19, namun kami juga mempertanyakan efektifnya PPKM agar tidak mengorbankan dunia usaha. Kami setuju jika PPKM terukur, terarah, dan obyektif," kata Billy.
Oleh karena itu, kata Billy, diperlukan solusi salah satunya dengan maksimal menambah faskes dan nakes karena selama ini yang masih jadi masalah sehingga perlu ditangani secara optimal tidak lagi parsial.
Penambahan faskes dan nakes, menurut Ketua HIPMI Jateng Billy Dahlan bisa menjadi salah satu langkah mempersiapkan diri dalam menghadapi COVID-19 dengan varian barunya dan saat dibukanya PPKM.
"Dana ratusan juta rupiah baiknya difokuskan untuk masalah kesehatan, untuk menambah faskes COVID-19 untuk gejala ringan dan sedang, sementara yang berat tetap dirujuk ke rumah sakit agar tidak menumpuk," kata Billy.
Billy juga merinci jika masing-masing kabupaten/kota mendapatkan alokasi dalam penambahan faskes dan nakes, maka akan sangat membantu dalam menyiapkan diri saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dihentikan.
Menurut Billy dengan kesiapan tersebut, maka seluruh sektor termasuk pengusaha dapat kembali bergerak dan tidak lagi terpuruk setelah 17 bulan berada di masa pandemi dan telah memberikan dampak luar biasa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan pekerja.
"Kami pro dan percaya kepada pemerintah dalam mengatasi COVID-19, namun kami juga mempertanyakan efektifnya PPKM agar tidak mengorbankan dunia usaha. Kami setuju jika PPKM terukur, terarah, dan obyektif," kata Billy.
Oleh karena itu, kata Billy, diperlukan solusi salah satunya dengan maksimal menambah faskes dan nakes karena selama ini yang masih jadi masalah sehingga perlu ditangani secara optimal tidak lagi parsial.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Jateng-HIPMI Jakarta Timur teken MoU salurkan pembiayaan Rp2,5 miliar
24 February 2026 11:03 WIB
Hipmi Surakarta ambil bagian pada pelatihan pemberdayaan peternak kambing di Solo
26 November 2025 15:55 WIB
PLN dan Hipmi perkuat sinergi dorong pertumbuhan ekonomi daerah pada momentum Hari Pahlawan
13 November 2025 17:52 WIB
Hipmi Surakarta komitmen sebarkan semangat berwirausaha di lingkungan kampus
10 November 2025 19:07 WIB
Terpopuler - EKONOMI
Lihat Juga
BRI penyalur terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, realisasi capai Rp9,21 triliun
06 June 2026 19:46 WIB