Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memberikan bocoran informasi bahwa Asrama Haji Donohudan yang selama ini merupakan tempat isolasi terpusat akan segera menjadi rumah sakit (RS) darurat untuk penanganan pasien COVID-19.

"Tadi pagi saya ikut rapat dengan Pak Luhut (Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan, red.), Pak Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan Pak Menkes (Menteri Kesehatan)," katanya di Solo, Rabu.

Ia mengatakan pada rapat tersebut direncanakan dalam waktu dekat AHD (Asrama Haji Donohudan) akan ditingkatkan menjadi RS darurat.

Baca juga: BPSDMD Jateng-Asrama Haji Donohudan disiapkan jadi RS darurat COVID-19

"Ini berita yang sangat baik," katanya.

Selama ini AHD menjadi lokasi isolasi terpusat yang menampung banyak penderita COVID-19 dari berbagai daerah, termasuk Kota Solo.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani mengatakan saat ini jumlah warga Solo yang sedang menjalani isolasi di Donohudan sekitar 460 orang.

Mengenai rencana dibuatnya Asrama Haji Donohudan menjadi RS darurat, dikatakannya, saat ini masih dalam proses survei.

"Karena kalau melihat BOR (tingkat keterisian RS, red.) kami (di Solo, red.) sudah mendekati 100 persen," katanya.

Meski demikian, ia memperkirakan RS darurat tersebut tidak difungsikan seperti halnya RS rujukan mengingat kelengkapan alat menjadi pertimbangan.

"Akan ada pemilahan lagi, apalagi kan sekarang gejala ringan belum tertangani, mereka ini di rumah sakit 'nggak' boleh, di isolasi terpusat 'nggak' boleh. Jangan sampai yang gejala ringan menjadi berat, jadi harus ditangani," katanya.
Baca juga: 626 pasien COVID-19 jalani isolasi di Asrama Haji Donohudan
Baca juga: Boyolali dukung isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan

 

Pewarta : Aris Wasita
Editor : Antarajateng
Copyright © ANTARA 2024