BPPD Surakarta mulai kampanyekan wisata berbasis CHSE
Selasa, 22 Juni 2021 22:44 WIB
Kunjungan para GM hotel di Museum Tumurun Solo, Selasa (22/6/2021). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Surakarta mulai mengkampanyekan sektor wisata berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) di masa pandemi pandemi COVID-19.
"Seperti arahan pak wali (Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka), kita harus membangun narasi positif, menggaungkan Solo sebagai 'the Spirit of Java', meningkatkan 'length of stay' (lama menginap). Poin ini kami terjemahkan dalam rencana aksi dari kegiatan BPPD, untuk membangun narasi positif kami harus mengkomunikasikan segala hal yang jadi poin lebih dari kota ini untuk dikunjungi," kata Ketua BPPD Kota Surakarta Retno Wulandari di sela kegiatan "GM Familirization Trip" di Solo, Selasa.
Pada kegiatan tersebut, ia bersama dengan sejumlah General Manajer dari hotel-hotel yang ada di Solo melakukan kunjungan ke beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Solo. Selain untuk lebih memahami kondisi destinasi wisata yang mereka promosikan, kunjungan tersebut juga untuk memastikan kesiapan penerapan CHSE di setiap destinasi wisata.
"Kami harus bisa mengkomunikasikan narasi yang bersifat membangun semuanya dan tetap peduli pada situasi yang terjadi, kami juga kampanyekan apa itu CHSE," katanya.
Ia mengatakan CHSE itu sendiri bisa diperoleh setelah destinasi wisata melalui beberapa tahapan.
"Ada pesan bahwa hotel dan pelaku wisata di Solo sudah divaksin semua, ini harus dikomunikasikan kepada publik bagaimana berwisata di Solo dengan aman. Dalam hal ini kami melakukan konsolidasi, hari ini kami 'fam trip' (melakukan perjalanan wisata) dengan mengunjungi destinasi yang ada," katanya.
Ia mengatakan pada kesempatan tersebut beberapa destinasi wisata yang dikunjungi yakni Istana Mangkunegaran, Museum Tumurun, dan Istana Batik Keris. Menurut dia, pemilihan destinasi wisata tersebut tidak lepas karena julukan Solo yang merupakan kota budaya.
"Pemilihan ini karena Solo punya kekuatan budaya sehingga perlu 'product knowledge' yang bagus. Kami bersama-sama punya semangat untuk mengkampanyekan destinasi wisata di Solo," katanya.
Ia berharap meski wisatawan tidak datang saat ini setidaknya dengan adanya promosi maka mereka sudah mengetahui berbagai potensi pariwisata yang ada di Kota Solo.
"Pada dasarnya ini aksi serentak untuk membangkitkan sektor wisata yang saat ini tidak terlalu bagus, namun tidak dengan mengabaikan situasi yang ada. Mungkin mereka tidak datang sekarang tetapi ketika situasi membaik maka mereka akan datang ke Solo," katanya.
"Seperti arahan pak wali (Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka), kita harus membangun narasi positif, menggaungkan Solo sebagai 'the Spirit of Java', meningkatkan 'length of stay' (lama menginap). Poin ini kami terjemahkan dalam rencana aksi dari kegiatan BPPD, untuk membangun narasi positif kami harus mengkomunikasikan segala hal yang jadi poin lebih dari kota ini untuk dikunjungi," kata Ketua BPPD Kota Surakarta Retno Wulandari di sela kegiatan "GM Familirization Trip" di Solo, Selasa.
Pada kegiatan tersebut, ia bersama dengan sejumlah General Manajer dari hotel-hotel yang ada di Solo melakukan kunjungan ke beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Solo. Selain untuk lebih memahami kondisi destinasi wisata yang mereka promosikan, kunjungan tersebut juga untuk memastikan kesiapan penerapan CHSE di setiap destinasi wisata.
"Kami harus bisa mengkomunikasikan narasi yang bersifat membangun semuanya dan tetap peduli pada situasi yang terjadi, kami juga kampanyekan apa itu CHSE," katanya.
Ia mengatakan CHSE itu sendiri bisa diperoleh setelah destinasi wisata melalui beberapa tahapan.
"Ada pesan bahwa hotel dan pelaku wisata di Solo sudah divaksin semua, ini harus dikomunikasikan kepada publik bagaimana berwisata di Solo dengan aman. Dalam hal ini kami melakukan konsolidasi, hari ini kami 'fam trip' (melakukan perjalanan wisata) dengan mengunjungi destinasi yang ada," katanya.
Ia mengatakan pada kesempatan tersebut beberapa destinasi wisata yang dikunjungi yakni Istana Mangkunegaran, Museum Tumurun, dan Istana Batik Keris. Menurut dia, pemilihan destinasi wisata tersebut tidak lepas karena julukan Solo yang merupakan kota budaya.
"Pemilihan ini karena Solo punya kekuatan budaya sehingga perlu 'product knowledge' yang bagus. Kami bersama-sama punya semangat untuk mengkampanyekan destinasi wisata di Solo," katanya.
Ia berharap meski wisatawan tidak datang saat ini setidaknya dengan adanya promosi maka mereka sudah mengetahui berbagai potensi pariwisata yang ada di Kota Solo.
"Pada dasarnya ini aksi serentak untuk membangkitkan sektor wisata yang saat ini tidak terlalu bagus, namun tidak dengan mengabaikan situasi yang ada. Mungkin mereka tidak datang sekarang tetapi ketika situasi membaik maka mereka akan datang ke Solo," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PDIP Surakarta terlibat pada penghijauan di daerah lewat gerakan tanam pohon
15 February 2026 16:49 WIB
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB
Kapolresta Surakarta resmikan fasilitas Media Center sebagai kado HPN 2026
11 February 2026 16:37 WIB
PHRI Surakarta dorong peningkatan SDM di bidang perhotelan lewat lomba kompetensi
03 February 2026 17:53 WIB
Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman
31 January 2026 22:02 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat
15 February 2026 21:09 WIB