Limbah daun tembakau disulap jadi kerajinan bernilai jutaan rupiah
Rabu, 21 April 2021 12:10 WIB
Perajin memanfaatkan limbah daun tembakau menjadi berbagai produk kerajinan dengan nilai ekonomi tinggi. ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Limbah daun tembakau yang sudah tidak berguna dimanfaatkan oleh warga Kelurahan Temanggung I, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Dewi Mulyasari menjadi berbagai produk ekonomi kreatif bernilai hingga jutaan rupiah.
Dewi di Temanggung, Rabu, mengatakan produk kerajinan yang dihasilkan dari limbah daun tembakau tersebut, antara lain lukisan, dompet, tas, kotak cerutu, kota penyimpan kaca mata, tempat korek, dan asbak.
Produk kerajinan daun tembakau yang dipadukan dengan bahan lain seperti kayu dan kulit tersebut dijual dengan harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
"Tas dari daun tembakau yang dipadukan dengan kulit harganya ratusan ribu rupiah, namun untuk lukisan bisa mencapai Rp5 juta," katanya.
Ide unik di tangan pengrajin hebat tersebut berhasil membuka ruang pasar baru yang membawa pembelinya bangga terhadap buatan Indonesia.
Kreativitas yang berkembang juga membuka peluang produk kreatif tersebut menembus pasar luar daerah bahkan kelak bakal menyentuh pasar mancanegara.
Baca juga: Masker buatan perajin asal Batang tembus pasar Malaysia
Ia menyampaikan ide awal dirinya membuat kerajinan dari daun tembakau tersebut saat menerima tamu dari mancanegara, tetapi tidak ada oleh-oleh atau suvenir khas Temanggung yang dikenal sebagai daerah penghasil tembakau ini.
"Tidak semua orang merokok maka saat pelancong datang ke Temanggung bisa membawa sesuatu yang unik seperti lukisan, dompet, tas dan lain lain. Hal ini menjadi sesuatu yang berbeda, yang unik dan menikmati tembakau dari sisi nilai seninya," katanya.
Ia berharap dengan produk kerajinan berbahan daun tembakau ini bisa menjadi ciri khas Kabupaten Temanggung dan daun tembakau bukan hanya sebagai bahan rokok kretek tetapi bisa menjadi barang seni bernilai tinggi.
Menurut dia produk inovatif hasil karyanya sudah sampai Makassar, Bali, Semarang, dan Yogyakarta.
Baca juga: Di masa pandemi, kerajinan bebek di Klaten tetap eksis
Sebelum dijadikan barang seni, limbah daun tembakau harus melalui proses pengolahan, yakni dikukus, setelah itu direbus kemudian dikeringkan di bawah sinar Matahari.
"Proses ini memakan waktu satu hari dengan pengawasan, karena jika daun tembakau terlalu kering saat dijemur maka tidak bisa digunakan karena rapuh atau mudah remuk," katanya.
Menurut dia, daun tembakau yang cocok dibuat kerajinan diperoleh dari Temanggung, karena daunnya lebih tebal dibanding daun tembakau daerah lain.
Baca juga: Masa pandemi, usaha kerajinan di Boyolali masa PPMK mulai bergairah
#BanggabuatanIndonesia
#FestivalJoglosemar
Dewi di Temanggung, Rabu, mengatakan produk kerajinan yang dihasilkan dari limbah daun tembakau tersebut, antara lain lukisan, dompet, tas, kotak cerutu, kota penyimpan kaca mata, tempat korek, dan asbak.
Produk kerajinan daun tembakau yang dipadukan dengan bahan lain seperti kayu dan kulit tersebut dijual dengan harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
"Tas dari daun tembakau yang dipadukan dengan kulit harganya ratusan ribu rupiah, namun untuk lukisan bisa mencapai Rp5 juta," katanya.
Ide unik di tangan pengrajin hebat tersebut berhasil membuka ruang pasar baru yang membawa pembelinya bangga terhadap buatan Indonesia.
Kreativitas yang berkembang juga membuka peluang produk kreatif tersebut menembus pasar luar daerah bahkan kelak bakal menyentuh pasar mancanegara.
Baca juga: Masker buatan perajin asal Batang tembus pasar Malaysia
Ia menyampaikan ide awal dirinya membuat kerajinan dari daun tembakau tersebut saat menerima tamu dari mancanegara, tetapi tidak ada oleh-oleh atau suvenir khas Temanggung yang dikenal sebagai daerah penghasil tembakau ini.
"Tidak semua orang merokok maka saat pelancong datang ke Temanggung bisa membawa sesuatu yang unik seperti lukisan, dompet, tas dan lain lain. Hal ini menjadi sesuatu yang berbeda, yang unik dan menikmati tembakau dari sisi nilai seninya," katanya.
Ia berharap dengan produk kerajinan berbahan daun tembakau ini bisa menjadi ciri khas Kabupaten Temanggung dan daun tembakau bukan hanya sebagai bahan rokok kretek tetapi bisa menjadi barang seni bernilai tinggi.
Menurut dia produk inovatif hasil karyanya sudah sampai Makassar, Bali, Semarang, dan Yogyakarta.
Baca juga: Di masa pandemi, kerajinan bebek di Klaten tetap eksis
Sebelum dijadikan barang seni, limbah daun tembakau harus melalui proses pengolahan, yakni dikukus, setelah itu direbus kemudian dikeringkan di bawah sinar Matahari.
"Proses ini memakan waktu satu hari dengan pengawasan, karena jika daun tembakau terlalu kering saat dijemur maka tidak bisa digunakan karena rapuh atau mudah remuk," katanya.
Menurut dia, daun tembakau yang cocok dibuat kerajinan diperoleh dari Temanggung, karena daunnya lebih tebal dibanding daun tembakau daerah lain.
Baca juga: Masa pandemi, usaha kerajinan di Boyolali masa PPMK mulai bergairah
#BanggabuatanIndonesia
#FestivalJoglosemar
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Samuel Wattimena ingatkan keragaman motif kerajinan adalah kekayaan Indonesia
20 October 2025 8:21 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Potensi besar VKTR bangun ekosistem industri kendaraan listrik nasional di Jateng
11 May 2026 20:09 WIB
KAI Semarang siapkan KA tambahan layani penumpang saat libur kenaikan Yesus Kristus
11 May 2026 19:00 WIB