Gibran klaim penyebaran COVID-19 di Solo terkendali
Selasa, 2 Maret 2021 15:41 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka saat meninjau vaksinasi di RSUD Bung Karno. ANTARA/HO/Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengklaim penyebaran COVID-19 di Solo cukup terkendali seiring dengan upaya pencegahan yang terus dilakukan.
"Kita juga kebut vaksinasi, hari ini TNI mulai divaksin. Ini nanti saya juga ikut rapat koordinasi dengan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah)," katanya di Solo, Selasa.
Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti terkait pembahasan pada rapat koordinasi tersebut.
"Apakah membahas PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) lagi. Namun kalau keadaan memaksa untuk itu ya lanjut, tetapi saya lihat di Solo sudah membaik, terkendali," katanya.
Mengenai pemberian vaksin kepada masyarakat, diakuinya, saat ini masih terkendala oleh pembatasan jumlah vaksin.
Meski demikian, putra Presiden Joko Widodo tersebut sudah minta kepada Pemerintah Pusat agar Solo diprioritaskan.
"Memang kuota vaksin kurang, semua daerah kan mengejar. Saya minta Solo diprioritaskan karena kan menopang daerah lain. Kalau mereka (warga luar Solo) sakit ya rumah sakitnya di Solo," katanya.
Meski demikian, pihaknya menyatakan siap menerima berapapun pengiriman yang dilakukan oleh pemerintah pusat kepada Pemkot Surakarta.
"Manajemen vaksin cukup baik, cold storage cukup besar, dikirim berapapun siap," katanya.
Sementara itu, Pemkot Surakarta mencatat hingga tanggal 1 Maret 2021 jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Kota Solo sebanyak 9.508 kasus.
Dari total tersebut, jumlah sembuh sebanyak 8.463 orang, menjalani isolasi mandiri sebanyak 475 orang, perawatan rumah sakit 107 pasien, dan meninggal dunia sebanyak 463 orang.
Baca juga: 1.695 prajurit TNI di Solo Raya disuntik vaksin COVID-19
"Kita juga kebut vaksinasi, hari ini TNI mulai divaksin. Ini nanti saya juga ikut rapat koordinasi dengan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah)," katanya di Solo, Selasa.
Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti terkait pembahasan pada rapat koordinasi tersebut.
"Apakah membahas PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) lagi. Namun kalau keadaan memaksa untuk itu ya lanjut, tetapi saya lihat di Solo sudah membaik, terkendali," katanya.
Mengenai pemberian vaksin kepada masyarakat, diakuinya, saat ini masih terkendala oleh pembatasan jumlah vaksin.
Meski demikian, putra Presiden Joko Widodo tersebut sudah minta kepada Pemerintah Pusat agar Solo diprioritaskan.
"Memang kuota vaksin kurang, semua daerah kan mengejar. Saya minta Solo diprioritaskan karena kan menopang daerah lain. Kalau mereka (warga luar Solo) sakit ya rumah sakitnya di Solo," katanya.
Meski demikian, pihaknya menyatakan siap menerima berapapun pengiriman yang dilakukan oleh pemerintah pusat kepada Pemkot Surakarta.
"Manajemen vaksin cukup baik, cold storage cukup besar, dikirim berapapun siap," katanya.
Sementara itu, Pemkot Surakarta mencatat hingga tanggal 1 Maret 2021 jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Kota Solo sebanyak 9.508 kasus.
Dari total tersebut, jumlah sembuh sebanyak 8.463 orang, menjalani isolasi mandiri sebanyak 475 orang, perawatan rumah sakit 107 pasien, dan meninggal dunia sebanyak 463 orang.
Baca juga: 1.695 prajurit TNI di Solo Raya disuntik vaksin COVID-19
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK geledah rumah Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dan Rochim di Madiun, sita dokumen dan uang
22 January 2026 10:04 WIB
Sidang eks-Dirut Bank Jateng di kasus korupsi pemberian kredit Sritex lanjut pembuktian
19 January 2026 20:52 WIB
Satpam UMS dapat apresiasi di HUT Satpam Jateng ke-45 usai bantu Polri ungkap kasus pencurian motor
13 January 2026 19:13 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB