Karyawan Taman Jurug Solo bakal dirumahkan
Senin, 1 Februari 2021 22:15 WIB
Taman Satwa Taru Jurug Surakarta. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta tidak memungkiri kemungkinan merumahkan karyawan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta menyusul penutupan kembali objek wisata tersebut akibat pandemi COVID-19.
"Besok itu mungkin bisa jadi dirumahkan, tetapi keeper, dokter hewan, dan satpamnya dipekerjakan seperti biasa," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Senin.
Ia mengatakan kemungkinan tersebut terjadi karena sulitnya Pemkot Surakarta mempertahankan operasional TSTJ selama pandemi COVID-19. Menurut dia, dalam kondisi seperti ini tidak mungkin TSTJ dibuka seperti biasa.
"Percuma, daripada nanti kami malah kena persoalan. Keputusan Pak Sekda tutup sekalian aja," katanya.
Meski demikian, terkait dengan kemungkinan merumahkan karyawan tersebut sampai saat ini masih dalam tahap pembahasan.
"Kemarin kan selalu saya sampaikan targetnya itu adalah hewannya selamat pegawainya bisa ngliwet (memasak nasi)," katanya.
Ia mengatakan awalnya Pemerintah Kota Surakarta akan menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penggajian. Meski demikian, sesuai dengan aturan BTT tidak bisa digunakan untuk menggaji karyawan.
"Dipikir menggunakan anggaran BTT boleh, ternyata 'nggak' boleh untuk gaji karyawan administrasi sampai direktur, tetapi kalau untuk mengaji keeper dan dokter hewannya boleh. Untuk beli makannya juga boleh, kemarin sudah kami anggarkan Rp1,9 miliar untuk setahun ini," katanya.
Meski demikian, ia memastikan jika situasi sudah kembali normal maka TSTJ akan kembali dibuka untuk masyarakat umum.
Baca juga: Taman Satwa taru Jurug kembali tutup akibat kasus COVID-19 meningkat
Baca juga: Sejak dibuka kembali, jumlah pengunjung TSTJ masih rendah
"Besok itu mungkin bisa jadi dirumahkan, tetapi keeper, dokter hewan, dan satpamnya dipekerjakan seperti biasa," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Senin.
Ia mengatakan kemungkinan tersebut terjadi karena sulitnya Pemkot Surakarta mempertahankan operasional TSTJ selama pandemi COVID-19. Menurut dia, dalam kondisi seperti ini tidak mungkin TSTJ dibuka seperti biasa.
"Percuma, daripada nanti kami malah kena persoalan. Keputusan Pak Sekda tutup sekalian aja," katanya.
Meski demikian, terkait dengan kemungkinan merumahkan karyawan tersebut sampai saat ini masih dalam tahap pembahasan.
"Kemarin kan selalu saya sampaikan targetnya itu adalah hewannya selamat pegawainya bisa ngliwet (memasak nasi)," katanya.
Ia mengatakan awalnya Pemerintah Kota Surakarta akan menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penggajian. Meski demikian, sesuai dengan aturan BTT tidak bisa digunakan untuk menggaji karyawan.
"Dipikir menggunakan anggaran BTT boleh, ternyata 'nggak' boleh untuk gaji karyawan administrasi sampai direktur, tetapi kalau untuk mengaji keeper dan dokter hewannya boleh. Untuk beli makannya juga boleh, kemarin sudah kami anggarkan Rp1,9 miliar untuk setahun ini," katanya.
Meski demikian, ia memastikan jika situasi sudah kembali normal maka TSTJ akan kembali dibuka untuk masyarakat umum.
Baca juga: Taman Satwa taru Jurug kembali tutup akibat kasus COVID-19 meningkat
Baca juga: Sejak dibuka kembali, jumlah pengunjung TSTJ masih rendah
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Wali Kota Surakarta pimpin kirab Festival Jenang, dipadati ribuan warga
17 February 2026 19:04 WIB
PDIP Surakarta terlibat pada penghijauan di daerah lewat gerakan tanam pohon
15 February 2026 16:49 WIB
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB
Kapolresta Surakarta resmikan fasilitas Media Center sebagai kado HPN 2026
11 February 2026 16:37 WIB
PHRI Surakarta dorong peningkatan SDM di bidang perhotelan lewat lomba kompetensi
03 February 2026 17:53 WIB
Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman
31 January 2026 22:02 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
BRI Group raih empat penghargaan bergengsi dari Alpha Southeast Asia 2025
17 February 2026 13:50 WIB