Wali Kota Magelang minta pengusaha peduli keselamatan pekerja di tengah pandemi
Rabu, 30 September 2020 7:21 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berbicara di hadapan pengusaha setempat, Selasa (29/9/20). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang
Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengingatkan pengusaha setempat agar peduli keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam operasional usaha produksi serta ekonomi di tengah pandemi COVID-19.
"Pengusaha harus memperhatikan keselamatan para pekerja agar terhindar dari penularan COVID-19. Mereka wajib menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya," katanya dalam keterangan tertulis diterima di Magelang, Rabu.
Masa sulit karena pandaemi COVID-19 saat ini, ujarnya, perlu adanya dukungan kepada para pengusaha agar tetap eksis mengelola usahanya.
"Apa-apa dibuka dengan protokol kesehatan yang saya harapkan para para pekerja diperlakukan yang baik," katanya saat dialog interaktif Pemerintah Kota Magelang dengan pengusaha setempat di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang pada Selasa (29/9).
Penerapan protokol kesehatan secara ketat, kata dia, sebagai langkah penting untuk menekan penyebaran virus corona jenis baru itu.
Dia menyebut tentang data Dinas Kesehatan setempat bahwa saat ini Kota Magelang daerah terendah ke-2 di Jawa Tengah terkait dengan kasus COVID-19.
"Hari ini (29/9) menggembirakan kalau kasus COVID-19 kita di ranking ke-2 dari bawah se-Jateng. Harapannya kegiatan sosial ekonomi kita bisa tumbuh dengan baik," katanya.
Perkembangan data penularan virus di Kota Magelang pada Selasa (29/9), pukul 18.00 WIB bersumber dari covid19magelang.go.id, antara lain menyebutkan jumlah kontak erat 1.157 orang, suspek 494 orang, probable sembilan orang, konfirmasi positif 179 orang di mana mereka yang sembuh 135 orang, dan meninggal dunia 33 orang.
Ia mengatakan selama ini pengusaha memiliki andil besar dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Magelang.
Apalagi, kata dia, saat dunia sedang dilanda pandemi COVID-19 yang berdampak buruk pada sektor tersebut, termasuk di Kota Magelang.
Sigit Widyonindito mengatakan pengusaha juga memiliki tanggung jawab membantu pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, katanya, upaya pengembangan usaha mereka pun perlu didukung.
"Andil pengusaha sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi di Magelang. Pengusaha juga membunyai tanggung jawab yang besar, sehingga saya bisa ringan dalam melakukan peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi rakyat," katanya.
Kepala Bappeda Kota Magelang Joko Soeparno memaparkan berdasarkan data BPS 2016, aktivitas ekonomi yang paling banyak dijalankan di daerah itu adalah usaha perdagangan besar dan eceran yang mencapai 43,34 persen.
Adapun sebagian besar aktivitas perdagangan di Jalan Pemuda atau kawasan pertokoan Pecinan, kata dia, mempunyai nilai historis yang tinggi bagi usaha perdagangan di Kota Magelang.
"Ada rencana Pemkot Magelang melakukan perbaikan kualitas trotoar di Pecinan sebagai ruang publik, minimal seperti Jalan Malioboro (Yogyakarta, red.) yang di sore hari bisa dinikmati oleh masyarakat yang menggunakan jalan tersebut," katanya.
Harapan ke depan, katanya, geliat perdagangan di Jalan Pemuda bisa terus hidup sehingga mampu menyokong Kota Magelang sebagai kota jasa dan menjawab segala tantangan ekonomi.
Baca juga: Wali Kota Magelang memotivasi kepala sekolah kreatif di tengah pandemi
Baca juga: Wali Kota Magelang dorong peserta pelatihan BLK tekun berwirausaha
"Pengusaha harus memperhatikan keselamatan para pekerja agar terhindar dari penularan COVID-19. Mereka wajib menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya," katanya dalam keterangan tertulis diterima di Magelang, Rabu.
Masa sulit karena pandaemi COVID-19 saat ini, ujarnya, perlu adanya dukungan kepada para pengusaha agar tetap eksis mengelola usahanya.
"Apa-apa dibuka dengan protokol kesehatan yang saya harapkan para para pekerja diperlakukan yang baik," katanya saat dialog interaktif Pemerintah Kota Magelang dengan pengusaha setempat di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang pada Selasa (29/9).
Penerapan protokol kesehatan secara ketat, kata dia, sebagai langkah penting untuk menekan penyebaran virus corona jenis baru itu.
Dia menyebut tentang data Dinas Kesehatan setempat bahwa saat ini Kota Magelang daerah terendah ke-2 di Jawa Tengah terkait dengan kasus COVID-19.
"Hari ini (29/9) menggembirakan kalau kasus COVID-19 kita di ranking ke-2 dari bawah se-Jateng. Harapannya kegiatan sosial ekonomi kita bisa tumbuh dengan baik," katanya.
Perkembangan data penularan virus di Kota Magelang pada Selasa (29/9), pukul 18.00 WIB bersumber dari covid19magelang.go.id, antara lain menyebutkan jumlah kontak erat 1.157 orang, suspek 494 orang, probable sembilan orang, konfirmasi positif 179 orang di mana mereka yang sembuh 135 orang, dan meninggal dunia 33 orang.
Ia mengatakan selama ini pengusaha memiliki andil besar dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Magelang.
Apalagi, kata dia, saat dunia sedang dilanda pandemi COVID-19 yang berdampak buruk pada sektor tersebut, termasuk di Kota Magelang.
Sigit Widyonindito mengatakan pengusaha juga memiliki tanggung jawab membantu pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, katanya, upaya pengembangan usaha mereka pun perlu didukung.
"Andil pengusaha sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi di Magelang. Pengusaha juga membunyai tanggung jawab yang besar, sehingga saya bisa ringan dalam melakukan peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi rakyat," katanya.
Kepala Bappeda Kota Magelang Joko Soeparno memaparkan berdasarkan data BPS 2016, aktivitas ekonomi yang paling banyak dijalankan di daerah itu adalah usaha perdagangan besar dan eceran yang mencapai 43,34 persen.
Adapun sebagian besar aktivitas perdagangan di Jalan Pemuda atau kawasan pertokoan Pecinan, kata dia, mempunyai nilai historis yang tinggi bagi usaha perdagangan di Kota Magelang.
"Ada rencana Pemkot Magelang melakukan perbaikan kualitas trotoar di Pecinan sebagai ruang publik, minimal seperti Jalan Malioboro (Yogyakarta, red.) yang di sore hari bisa dinikmati oleh masyarakat yang menggunakan jalan tersebut," katanya.
Harapan ke depan, katanya, geliat perdagangan di Jalan Pemuda bisa terus hidup sehingga mampu menyokong Kota Magelang sebagai kota jasa dan menjawab segala tantangan ekonomi.
Baca juga: Wali Kota Magelang memotivasi kepala sekolah kreatif di tengah pandemi
Baca juga: Wali Kota Magelang dorong peserta pelatihan BLK tekun berwirausaha
Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Magelang apresiasi aksi pengusaha bantu warga terdampak COVID-19
27 April 2021 15:42 WIB, 2021
Tangkal pneumonia, Disnaker Kota Magelang ingatkan pengusaha jaga kebersihan lingkungan
05 March 2020 14:44 WIB, 2020
Pekalongan perkuat perlindungan sosial nelayan melalui program BPJS Ketenagakerjaan
23 May 2026 19:24 WIB
Bersama Aisyiyah, BPJS Ketenagakerjaan dorong perluasan perlindungan pekerja rentan
11 May 2026 16:15 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Presiden tegaskan perlunya transformasi ekonomi nasional berdasarkan Pancasila
01 June 2026 11:53 WIB
Kinerja keuangan kokoh, likuiditas dan permodalan BRI terjaga di level memadai
29 May 2026 17:19 WIB