Banyak orang tua kepayahan dampingi anak belajar daring
Selasa, 28 Juli 2020 17:16 WIB
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kudus Ali Ikhsan. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, didorong mencari solusi terbaik dalam menggelar sekolah tatap muka di tengah pandemi corona, mengingat banyak orang tua yang kepayahan mendampingi anaknya saat belajar secara daring, kata anggota DPRD Kudus Ali Ikhsan.
"Tentunya, orang tua juga disibukkan dengan aktivitas kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Akan tetapi, upaya memberikan pendampingan anaknya mengikuti sekolah daring (dalam jaringan) ternyata tidak mudah," ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kudus Ali Ikhsan di Kudus, Selasa.
Ia mengungkapkan banyak orang tua yang mengeluhkan karena kewalahan mendampingi anaknya mengikuti sekolah secara daring.
Oleh karena itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten Kudus memikirkan solusi atas permasalahan tersebut agar Kabupaten Kudus juga tidak menjadi darurat moral pelajar.
"Hal ini harus segera disikapi bersama agar kasus seperti kabupaten tetangga tidak terjadi di Kabupaten Kudus," ujarnya.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak orang tua dampingi anak belajar secara daring
Selain itu, dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kudus mengupayakan untuk membuat peraturan daerah terkait pelaksanaan sekolah secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Ia berharap dengan adanya semangat pembiasaan tatanan baru bisa membangkitkan sistem pendidikan di Kudus menjadi lebih baik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Kudus M. Hartopo mengaku saat ini belum bisa memaksakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
"Kasus virus corona di Kudus hingga kini masih banyak. Ibaratnya maju kena mundur kena," ujarnya.
Baca juga: Pemerintah diminta siapkan pembelajaran efektif saat pandemi
Namun, dia meminta warga Kudus tidak perlu khawatir karena saat ini tengah dikaji kebijakan sekolah tatap muka yang waktunya dibagi pagi dan sore.
Para siswa, lanjut dia, juga harus didampingi orang tua saat berangkat maupun pulang sekolah.
Ia juga memaklumi bahwa banyak orang tua yang mulai mengeluh karena harus mendampingi sekolah daring anaknya.
Hal terpenting, kata dia, ketika dibuka kembali sekolah tatap muka, sekolah harus menjamin bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
Selain itu, masing-masing sekolah juga perlu membentuk satuan tugas (satgas) penanganan COVID-19 untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan.
Baca juga: Disdikbud Jateng perbolehkan dana BOS untuk beli kuota internet KBM daring
"Tentunya, orang tua juga disibukkan dengan aktivitas kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Akan tetapi, upaya memberikan pendampingan anaknya mengikuti sekolah daring (dalam jaringan) ternyata tidak mudah," ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kudus Ali Ikhsan di Kudus, Selasa.
Ia mengungkapkan banyak orang tua yang mengeluhkan karena kewalahan mendampingi anaknya mengikuti sekolah secara daring.
Oleh karena itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten Kudus memikirkan solusi atas permasalahan tersebut agar Kabupaten Kudus juga tidak menjadi darurat moral pelajar.
"Hal ini harus segera disikapi bersama agar kasus seperti kabupaten tetangga tidak terjadi di Kabupaten Kudus," ujarnya.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak orang tua dampingi anak belajar secara daring
Selain itu, dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kudus mengupayakan untuk membuat peraturan daerah terkait pelaksanaan sekolah secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Ia berharap dengan adanya semangat pembiasaan tatanan baru bisa membangkitkan sistem pendidikan di Kudus menjadi lebih baik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Kudus M. Hartopo mengaku saat ini belum bisa memaksakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
"Kasus virus corona di Kudus hingga kini masih banyak. Ibaratnya maju kena mundur kena," ujarnya.
Baca juga: Pemerintah diminta siapkan pembelajaran efektif saat pandemi
Namun, dia meminta warga Kudus tidak perlu khawatir karena saat ini tengah dikaji kebijakan sekolah tatap muka yang waktunya dibagi pagi dan sore.
Para siswa, lanjut dia, juga harus didampingi orang tua saat berangkat maupun pulang sekolah.
Ia juga memaklumi bahwa banyak orang tua yang mulai mengeluh karena harus mendampingi sekolah daring anaknya.
Hal terpenting, kata dia, ketika dibuka kembali sekolah tatap muka, sekolah harus menjamin bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
Selain itu, masing-masing sekolah juga perlu membentuk satuan tugas (satgas) penanganan COVID-19 untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan.
Baca juga: Disdikbud Jateng perbolehkan dana BOS untuk beli kuota internet KBM daring
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rute penerbangan dari bandara di Jateng kian banyak, jadi daya tarik investasi dan pariwisata
20 December 2025 14:11 WIB
Keluarga PB XIII terima banyak ucapan duka cita di hari kedua mangkatnya Raja Surakarta
03 November 2025 19:30 WIB
Tim Indonesia berpeluang raih banyak medali pada Polytron Indonesia Para Badminton Internasional
01 November 2025 17:34 WIB
Kapasitas gedung baru Imigrasi Semarang bisa layani lebih banyak pemohon paspor
21 May 2025 18:48 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB
UMS siap akselerasi transformasi perguruan tinggi berdampak berkelanjutan
11 February 2026 18:15 WIB
LLDIKTI VI dorong pendidikan tinggi Jawa Tengah yang adaptif dan berdampak
11 February 2026 16:47 WIB