Wonosobo (ANTARA) - Kawasan Telaga Warna di dataran tinggi Dieng pada masa transisi menuju normal baru ini dimanfaatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Jawa Tengah untuk mempercantik daerah tujuan wisata tersebut dengan menanam bambu cendani. 

Kepala BKSDA Provinsi Jawa Tengah Darmanto di Wonosobo, Minggu, mengatakan langkah pihaknya menanam bambu cendani dalam upaya mempercantik dan konservasi kawasan Telaga Warna dan Telaga Pengilon. 

Tidak kurang dari 6,5 hektare kawasan di bawah pengelolaan BKSDA Jawa Tengah di Dieng termasuk area wisata telaga disebut Darmanto memang dikerjasamakan dengan PT Bonbin Alam Lestari. 

"Untuk kepastian pembukaan kawasan wisata, kami masih akan menunggu surat resmi dari tiga menteri, yaitu Menteri Kesehatan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan Menteri Pariwisata," katanya. 

Selain itu, katanya pihak pengelola kawasan Telaga Warna juga diminta untuk menunggu izin pembukaan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui surat edaran bupati.

"Pada prinsipnya kami akan tetap menaati prosedur resmi dari pemerintah dalam rangka pembukaan kawasan wisata di era normal baru masa pandemi COVID-19 ini," katanya.

Direktur PT Alam Indah Bonbin Lestari Teguh Wibowo Tirto menyampaikan pihaknya menanam sekitar 100 batang bambu cendani di kawasan Telaga Warna dan sekitarnya.

Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah dalam mengantisipasi ketentuan pemerintah untuk pencegahan COVID-19.

Termasuk untuk menaati protokol kesehatan bagi para pengunjung, katanya pihak perusahaan telah mempersiapkan perlengkapan pendukung seperti fasilitas cuci tangan dengan sabun maupun hand sanitizer, masker, serta alat pengukur suhu badan demi memastikan seluruh wisatawan dalam kondisi sehat. 

"Sejumlah petugas juga kami akan siapkan di beberapa titik yang rawan kerumunan pengunjung, seperti di spot-spot swafoto sehingga ketika mereka tidak menaati prosedur jaga jarak, petugas kami akan segera mengingatkan," katanya. 
 

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Antarajateng
Copyright © ANTARA 2024