Gugus Tugas COVID-19 Wonosobo lakukan rapid test di pasar
Minggu, 17 Mei 2020 16:39 WIB
Tim kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Wonosobo melakukan tes cepat (rapid test) kepada seorang karyawan toko di kompleks Pasar Induk Wonosobo. (ANTARA/Anis Efizudin)
Wonosobo (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melakukan rapid test (tes cepat) di lingkungan Pasar Induk Wonosobo untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
"Rapid test secara massal ini untuk memastikan bahwa masyarakat wonosobo itu sehat, tetapi kita juga ingin tahu jangan-jangan yang kita anggap sehat itu malah terpapar," kata Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo di Wonosobo, Minggu.
Ia menyampaikan jangan sampai yang terpapar virus corona nanti menularkan ke orang lain. Karena itu hari ini dilakukan tes cepat secara acak di lingkungan pasar itu.
Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Cilacap bertambah tujuh orang
"Mereka yang dilakukan tes cepat dengan kriteria pertama kita melihat orang-orang yang paling sering berkontak dengan orang lain di toko, seperti kasir dan satpam, kemudian juga kami lihat kondisinya, kalau orang kelihatan sakit maka kami rapid test," katanya.
Ia menuturkan target rapid test hari ini baru 50 orang, karena keterbatasan alat rapid test.
"Kemarin ada 300 unit rapid test, tetapi 250 unit sudah dikirim ke puskesmas-puskesmas dan tinggal 50 unit ini yang kami gunakan di pasar ini," katanya.
Menurut dia perkembangan kasus COVID-19 di Wonosobo ini lebih pada kontak erat dengan yang sudah membawa virus, klaster di lingkungan, tetapi tidak menutup kemungkinan karena yang sudah positif COVID-19 itu telanjur pergi ke pasar.
Ia menyampaikan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Wonosobo terus berupaya melakukan pelacakan terhadap kontak erat mereka yang terpapar, kemudian juga melakukan upaya pencegahan.
"Menjelang Lebaran ini dilakukan manajemen pasar, kemudian manajemen lalu lintas, jalan-jalan mulai kami minimalkan, selanjutnya nanti akan kami lakukan karantina di masing-masing desa," katanya.
Ia menuturkan nanti masing-masing desa selama sembilan hari dari H Lebaran sampai Syawal akan dilakukan karantina, orang di dalam desa tidak akan keluar, orang desa tidak perlu bersilaturahmi ke desa yang lain, kemudian juga tidak akan ada yang namanya halalbihalal, salam-salaman dan sebagainya.
"Rapid test secara massal ini untuk memastikan bahwa masyarakat wonosobo itu sehat, tetapi kita juga ingin tahu jangan-jangan yang kita anggap sehat itu malah terpapar," kata Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo di Wonosobo, Minggu.
Ia menyampaikan jangan sampai yang terpapar virus corona nanti menularkan ke orang lain. Karena itu hari ini dilakukan tes cepat secara acak di lingkungan pasar itu.
Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Cilacap bertambah tujuh orang
"Mereka yang dilakukan tes cepat dengan kriteria pertama kita melihat orang-orang yang paling sering berkontak dengan orang lain di toko, seperti kasir dan satpam, kemudian juga kami lihat kondisinya, kalau orang kelihatan sakit maka kami rapid test," katanya.
Ia menuturkan target rapid test hari ini baru 50 orang, karena keterbatasan alat rapid test.
"Kemarin ada 300 unit rapid test, tetapi 250 unit sudah dikirim ke puskesmas-puskesmas dan tinggal 50 unit ini yang kami gunakan di pasar ini," katanya.
Menurut dia perkembangan kasus COVID-19 di Wonosobo ini lebih pada kontak erat dengan yang sudah membawa virus, klaster di lingkungan, tetapi tidak menutup kemungkinan karena yang sudah positif COVID-19 itu telanjur pergi ke pasar.
Ia menyampaikan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Wonosobo terus berupaya melakukan pelacakan terhadap kontak erat mereka yang terpapar, kemudian juga melakukan upaya pencegahan.
"Menjelang Lebaran ini dilakukan manajemen pasar, kemudian manajemen lalu lintas, jalan-jalan mulai kami minimalkan, selanjutnya nanti akan kami lakukan karantina di masing-masing desa," katanya.
Ia menuturkan nanti masing-masing desa selama sembilan hari dari H Lebaran sampai Syawal akan dilakukan karantina, orang di dalam desa tidak akan keluar, orang desa tidak perlu bersilaturahmi ke desa yang lain, kemudian juga tidak akan ada yang namanya halalbihalal, salam-salaman dan sebagainya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Taj Yasin menyerahkan surat tugas Plt Bupati Pati kepada Wakil Bupati Risma Ardhi
21 January 2026 15:17 WIB
Pangdam Diponegoro: Prajurit bintara tidak pilih-pilih tugas menjalankan kewajiban
07 January 2026 18:47 WIB
UMS terima kunjungan Paguyuban Purna Tugas Ditjen Dikti bahas komitmen pendidikan berkualitas
23 October 2025 18:47 WIB
Ketua DPRD Jateng ajak anggota profesional dan berintegritas dalam lakukan tugas
27 September 2025 14:46 WIB
Paguyuban Purna Tugas UMS gelar kajian dan silaturahmi untuk rajut kekeluargaan
06 September 2025 17:48 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Kemenkum Jateng verifikasi permohonan warga Indonesia dari WNA asal Yaman
09 February 2026 16:28 WIB