Pasien sembuh dari COVID-19 di Kudus bertambah satu
Selasa, 21 April 2020 19:53 WIB
Ruang isolasi RSUD Loekmono Hadi Kudus. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari paparan COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bertambah satu menjadi empat orang dari sebelumnya tiga orang.
"Pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh merupakan pasien yang menjalani perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus Andini Aridewi di Kudus, Selasa.
Karena dinyatakan sembuh, kata dia, pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta tersebut hari ini (21/4) diperbolehkan pulang.
Berita menggembirakan tersebut diterima pada Selasa (21/4) pagi setelah pihak rumah sakit menerima hasil polymerase chain reaction (PCR) untuk pasien laki-laki asal Kecamatan Bae, Kudus, dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.
Menurut dia, salah satu kunci agar sembuh dari COVID-19 tersebut, harus selalu mengedepankan pikiran yang positif, selain menerapkan pola hidup sehat.
Dalam upaya pencegahan penularan, Pemerintah Kabupaten Kudus menyediakan tiga tempat karantina bagi pelaku perjalanan, yakni Rusunawa Bakalan Krapyak, Balai Diklat Sonyawarih Menawan, serta Graha Muria Colo.
Saat ini ada 58 orang di Rusunawa Bakalan Krapyak dan 24 orang di Balai Diklat Sonyawarih Menawan yang dikarantina.
Baca juga: 42 pasien positif COVID-19 di Semarang sembuh
Masyarakat diminta tetap tenang dan jangan panik menghadapi pandemi COVID-19, karena pasien bisa sembuh dan setelah sembuh tidak akan menular lagi.
"Semua orang dapat tertular COVID-19 sama seperti tertular batuk pilek atau flu biasa, sehingga seharusnya pasien positif COVID-19 ataupun masih terduga COVID-19, seperti OTG, ODP atau PDP, atau bahkan sudah sembuh dari COVID-19 dan keluarganya tidak dikucilkan oleh masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, hal terpenting perlu dilakukan masyarakat, disiplin dalam menerapkan jaga jarak dari aktivitas sosial serta menjaga jarak fisik antar-manusia serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Untuk perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus saat ini terdapat 40 orang tanpa gejala (OTG), 158 orang dalam pemantauan (ODP), dan 96 pasien dalam pengawasan (PDP), 68 PDP, di antaranya dari dalam wilayah dan 28 PDP dari luar wilayah.
Dari 68 PDP dalam wilayah, 28 PDP dirawat, satu PDP dirujuk, 25 PDP pulang karena sudah sehat, dan 14 PDP meninggal, sedangkan PDP dari luar wilayah, sembilan PDP dirawat, satu PDP dirujuk, 13 PDP pulang karena sudah sehat, dan lima PDP meninggal.
"Pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh merupakan pasien yang menjalani perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus Andini Aridewi di Kudus, Selasa.
Karena dinyatakan sembuh, kata dia, pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta tersebut hari ini (21/4) diperbolehkan pulang.
Berita menggembirakan tersebut diterima pada Selasa (21/4) pagi setelah pihak rumah sakit menerima hasil polymerase chain reaction (PCR) untuk pasien laki-laki asal Kecamatan Bae, Kudus, dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.
Menurut dia, salah satu kunci agar sembuh dari COVID-19 tersebut, harus selalu mengedepankan pikiran yang positif, selain menerapkan pola hidup sehat.
Dalam upaya pencegahan penularan, Pemerintah Kabupaten Kudus menyediakan tiga tempat karantina bagi pelaku perjalanan, yakni Rusunawa Bakalan Krapyak, Balai Diklat Sonyawarih Menawan, serta Graha Muria Colo.
Saat ini ada 58 orang di Rusunawa Bakalan Krapyak dan 24 orang di Balai Diklat Sonyawarih Menawan yang dikarantina.
Baca juga: 42 pasien positif COVID-19 di Semarang sembuh
Masyarakat diminta tetap tenang dan jangan panik menghadapi pandemi COVID-19, karena pasien bisa sembuh dan setelah sembuh tidak akan menular lagi.
"Semua orang dapat tertular COVID-19 sama seperti tertular batuk pilek atau flu biasa, sehingga seharusnya pasien positif COVID-19 ataupun masih terduga COVID-19, seperti OTG, ODP atau PDP, atau bahkan sudah sembuh dari COVID-19 dan keluarganya tidak dikucilkan oleh masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, hal terpenting perlu dilakukan masyarakat, disiplin dalam menerapkan jaga jarak dari aktivitas sosial serta menjaga jarak fisik antar-manusia serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Untuk perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus saat ini terdapat 40 orang tanpa gejala (OTG), 158 orang dalam pemantauan (ODP), dan 96 pasien dalam pengawasan (PDP), 68 PDP, di antaranya dari dalam wilayah dan 28 PDP dari luar wilayah.
Dari 68 PDP dalam wilayah, 28 PDP dirawat, satu PDP dirujuk, 25 PDP pulang karena sudah sehat, dan 14 PDP meninggal, sedangkan PDP dari luar wilayah, sembilan PDP dirawat, satu PDP dirujuk, 13 PDP pulang karena sudah sehat, dan lima PDP meninggal.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Immanuel Citra Senjaya
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Banyumas ajak warga rayakan pergantian tahun dengan kegiatan positif
31 December 2025 14:21 WIB
RS AR Fachruddin UMS dapat sambutan positif dari masyarakat usai resmi beroperasi
14 December 2025 11:27 WIB
Turnamen Milklife Soccer Challenge Solo tunjukkan tren positif antusiasme peserta
02 November 2025 18:47 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat
15 February 2026 21:09 WIB