Sembilan PDP COVID-19 di RSUD Tulungagung sembuh
Relawan mahasiswa merapikan tempat tidur di dalam salah satu kamar Rusunawa IAIN Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (24/3/2020). Dua Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Mahasiswa IAIN Tulungagung berkapasitas 110 kamar dan 220 bed/tempat tidur itu kini tengah dperisiapkan sebagai rumah sakit darurat penanggulangan wabah COVID-19 guna mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus di wilayah tersebut sementara kamar isolasi RSUD dr Iskak Tulungagung plus dua puskesmas penyangga tidak mencukupi. ANTARA/Destyan Sujarwoko/pras
"Alhamdulillah hasil lab (laboratorium) negatif (COVID-19). Mereka juga sudah diperbolehkan pulang namun tetap dianjurkan melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari kami," kata Kasi Pemasaran dan Informasi RSUD dr. Iskak Tulungagung Mochammaf Rifai.
Baca juga: Pasien sembuh buktikan COVID-19 bisa dikendalikan, masyarakat tak perlu resah
Kabar kesembuhan ini memperpanjang daftar pasien berstatus PDP yang sembuh total dengan hasil laboratorium negatif COVID-19.
Data resmi yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung hingga Sabtu (28/3), tercatat ada sebanyak 26 pasien berstatus PDP.
Dari jumlah itu, satu pasien dilaporkan meninggal dunia karena memiliki penyakit penyerta atau komorbit, sedangkan 25 pasien lainnya dinyatakan sembuh dan negatif SARS CoronaVirus 2 atau COVID-19.
Baca juga: Achmad Yurianto: COVID-19 bisa sembuh sendiri berbasis imunitas
Menurut penjelasan Rifai, berdasar hasil pemeriksaan uji Laboratorium terhadap pasien berstatus PDP ini, mayoritas hanya menderita sakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau sakit flu biasa. Hal itu akibat pengaruh perubahan cuaca.
"Sebenarnya sakit yang diderita cukup beragam, namun kebanyakan ISPA. Ya sama dengan flu, yang dikarenakan kecapekan atau musim pancaroba,” katanya.
Dalam penanganan PDP ini, lanjut Rifai, pihak RSUD dr Iskak juga melakukan tes procalcitonin terhadap pasien, dimana tes tersebut berfungsi untuk mengetahui, pasien sakit karena terkena bakteri atau virus.
Jadi bukan mengidentifikasi jenis virus tertentu, misal apakah infeksi yang dialami pasien disebabkan virus corona atau bukan
“Semisal sakit faringitis atau peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri dan bukan virus. Ini salah satu langkah cepat pemeriksaan terhadap PDP, guna mengetahui dia sakit disebabkan karena apa itu saja. Bukan untuk mengetahui dia terinfeksi corona atau tidak,” paparnya.
Data Satgas Penanggulangan COVID-19 DI Kabupaten Tulungagung hingga Sabtu (28/3) terdapat 454 orang dalam pemantauan (ODP).
Kemudian untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sejumlah 26 orang. Dari jumlah itu, 25 PDP dinyatakan sembuh, sedangkan satu pasien dilaporkan meninggal karena penyakit penyerta dan dinyatakan negatif COVID-19.
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
19 SPPG di Pekalongan siap salurkan Makan Bergizi Gratis bagi 56 ribu penerima
23 October 2025 13:16 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB