Tiga diantaranya diduga tertular virus tersebut akibat mengikuti tablig akbar di Masjid Seri Petaling, Malaysia, pada 27 Februari-1 Maret 2020.
Selain itu, Kemlu menerima laporan dari KJRI Tawau dan KJRI Kota Kinabalu mengenai 10 WNI lain yang juga telah dipastikan terinfeksi COVID-19.
“Apakah 10 orang itu terkait dengan kegiatan di Seri Petaling, kami masih mendalami lebih lanjut melalui perwakilan yang ada di Kuala Lumpur dan Tawau. Mereka tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha saat menyampaikan taklimat media melalui konferensi video, Kamis.
Pada Minggu (15/3), Malaysia melaporkan 190 kasus baru COVID-19 yang diyakini berkaitan dengan tablig akbar yang dihadiri 16 ribu orang dari berbagai negara.
Menurut laporan Channel News Asia, diantara mereka yang hadir adalah 95 warga Singapura, 700 WNI, dan 200 peserta dari Filipina.
Setelah menerima informasi mengenai tablig akbar tersebut, Kemlu segera berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur dan markas jemaah tablig di Kebon Jeruk untuk memperoleh data jumlah WNI yang mengikuti kegiatan di Masjid Seri Petaling itu serta melacak keberadaan mereka.
KBRI juga telah menyampaikan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia untuk meminta data WNI yang mengikuti tablig akbar.
“Tetapi seperti diketahui, tablig akbar ini memang kegiatan yang sifatnya mandiri, tidak dikoordinasi secara sentralistik di masjid yang ada di Kebon Jeruk. Jadi masing-masing (WNI) berangkat menuju Malaysia,” kata Judha.
Selain itu, Kemlu telah menyampaikan imbauan kepada para WNI peserta tablig akbar agar melapor diri melalui nomor telepon yang disediakan KBRI Kuala Lumpur.
Hingga Kamis, tercatat 48 WNI terkonfirmasi COVID-19 di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit yakni satu orang di Singapura dan sembilan orang di Jepang.
Sementara itu, sebanyak 38 WNI yang terinfeksi virus tersebut masih dirawat di rumah sakit yakni satu orang di Taiwan, satu orang di Australia, satu orang di Arab Saudi, satu orang di Macau, delapan orang di India, 13 orang di Singapura, dan 13 orang di Malaysia.
Baca juga: Tahun Kunjungan Malaysia 2020 dibatalkan akibat corona
Baca juga: Malaysia terapkan "lockdown" 18-31 Maret 2020
Baca juga: Malaysia setelah "lockdown" 18 Maret 2020
13 WNI dinyatakan positif COVID-19 di Malaysia
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mulai melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap tamu dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang ke kedutaan di Jalan Tun Razak tersebut, Kamis (5/3/2020). Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya virus corona atau COVID-19. ANTARA/Agus Setiawan/am.
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS Menyapa dan Tarhib Ramadan 1447 H perkuat silaturahmi dengan warga sekitar kampus
15 February 2026 14:28 WIB
Wagub: Layanan aduan warga Jateng kini didekatkan ke daerah lewat cabang dinas
14 February 2026 22:11 WIB
Kemenkum Jateng verifikasi permohonan warga Indonesia dari WNA asal Yaman
09 February 2026 16:28 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
Pemprov Jateng segera siapkan huntara warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal
04 February 2026 20:39 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB