MUI Jateng ajak umat tidak panik hadapi virus corona
Sabtu, 14 Maret 2020 18:02 WIB
Ketua MUI Jateng Dr. KH Ahmad Darodji. Dok. MUI Jateng
Semarang (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengajak masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada menyusul merebaknya virus Corona termasuk di provinsi ini yang ditandai dengan meninggalnya pasien Covid-19 di RS Moewardi Solo.
Ajakan MUI Jateng disampaikan menjelang digelarnya rapat koordinasi yang akan dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sabtu (14/3/2020) malam guna membahas dampak virus corona terkini di Jateng.
Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji dalam siaran persnya mengingatkan umat Islam agar tidak panik terhadap penyebaran virus tersebut.
"Tidak usah panik namun harus senantiasa waspada dan berhati-hati,” pintanya.
MUI Jateng lebih lanjut meminta umat Islam untuk mengikuti atau mematuhi petunjuk-petunjuk pemerintah yang arahnya untuk membatasi perkembangan penyebaran virus tersebut.
Salah satunya, tegas Darodji, hendaknya masyarakat membudayakan hidup bersih dan selalu mencuci tangan dengan sabun kapan saja di mana saja.
“Menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan olah raga yang cukup agar tidak mudah sakit juga sebagai upaya penting yang harus dilakukan oleh siapa saja,” imbaunya.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas berbasis konsentrasi massa, kecuali yang memang urgen dan diperlukan.
"Bila tidak terlalu penting, lebih baik berada di rumah masing-masing," katanya.
Umat juga diajak lebih mendekatkan diri kepada Allah, antara lain dengan istighotsah, memperbanyak istighfar, senantiasa bersedekah, memperbanyak membaca qunut nazilah, serta meningkatkan tawakal kepada Allah.
“Mudah-mudahan dengan berbagai ikhtiar ini, kita segera dibebaskan dari musibah virus corona serta berbagai musibah yang lain. ***
Ajakan MUI Jateng disampaikan menjelang digelarnya rapat koordinasi yang akan dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sabtu (14/3/2020) malam guna membahas dampak virus corona terkini di Jateng.
Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji dalam siaran persnya mengingatkan umat Islam agar tidak panik terhadap penyebaran virus tersebut.
"Tidak usah panik namun harus senantiasa waspada dan berhati-hati,” pintanya.
MUI Jateng lebih lanjut meminta umat Islam untuk mengikuti atau mematuhi petunjuk-petunjuk pemerintah yang arahnya untuk membatasi perkembangan penyebaran virus tersebut.
Salah satunya, tegas Darodji, hendaknya masyarakat membudayakan hidup bersih dan selalu mencuci tangan dengan sabun kapan saja di mana saja.
“Menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan olah raga yang cukup agar tidak mudah sakit juga sebagai upaya penting yang harus dilakukan oleh siapa saja,” imbaunya.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas berbasis konsentrasi massa, kecuali yang memang urgen dan diperlukan.
"Bila tidak terlalu penting, lebih baik berada di rumah masing-masing," katanya.
Umat juga diajak lebih mendekatkan diri kepada Allah, antara lain dengan istighotsah, memperbanyak istighfar, senantiasa bersedekah, memperbanyak membaca qunut nazilah, serta meningkatkan tawakal kepada Allah.
“Mudah-mudahan dengan berbagai ikhtiar ini, kita segera dibebaskan dari musibah virus corona serta berbagai musibah yang lain. ***
Pewarta : Zaenal
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Jateng pastikan tindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kenaikan pajak kendaraan
15 February 2026 16:56 WIB
Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng dinilai berdampak nyata
15 February 2026 13:08 WIB
Wapres tinjau tanah gerak di Jangli Semarang, ingatkan utamakan keselamatan
15 February 2026 1:07 WIB
Wagub: Layanan aduan warga Jateng kini didekatkan ke daerah lewat cabang dinas
14 February 2026 22:11 WIB
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB