Ganjar siap datangkan ahli geologi di Batang
Sabtu, 22 Februari 2020 5:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi korban banjir di Desa Kalipucang, Kabupaten Batang. (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan pemprov siap mendatangkan ahli geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) untuk meneliti penyebab tanah ambles di Desa Jolosekti, Kabupaten Batang.
"Di daerah Jawa Tengah memang rawan bencana mulai dari tanah ambles dan lainnya. Bencana tersebut berpotensi terjadi di banyak tempat," kata Ganjar saat mengunjungi korban banjir di Desa Kalipucang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat malam.
Ia mengatakan terjadinya bencana bisa disebabkan adanya kerusakan alam sehingga semua pihak harus ikut menjaga kelestarian alam dengan melakukan penghijauan dan terasiring.
Baca juga: Gubernur Jateng ajak masyarakat Kudus tidak buang sampah di sungai
Baca juga: Ganjar Pranowo lepas ekspor 10 bus tingkat ke Bangladesh
Namun demikian, kata dia, terhadap kasus amblesnya tanah di Desa Jolosekti ini perlu dilakukan pengecekan terhadap kondisi tanah itu dengan mendatangkan ahlinya.
Menurut dia, setelah diteliti oleh tim ahli maka akan diketahui seberapa besar potensi kerawanannya terhadap kondisi tanah tersebut pada masyarakat.
"Hal ini menjadi penting agar masyarakat tahu dan memahami risikonya dan dapat diminimalisasi dampaknya," kata politikus PDI Perjuangan tersebut.
Bupati Batang Wihaji mengatakan tanah ambles di Desa Jolosekti ini menjadi perhatian serius oleh pemkab karena mengganggu akses jalan antardesa dan permukiman.
"Oleh karena itu, jika tidak ditangani secara cepat dan serius maka dikhawatirkan dapat berpotensi bencana yaitu longsor," katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng sayembarakan desain masjid agung di Magelang
"Di daerah Jawa Tengah memang rawan bencana mulai dari tanah ambles dan lainnya. Bencana tersebut berpotensi terjadi di banyak tempat," kata Ganjar saat mengunjungi korban banjir di Desa Kalipucang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat malam.
Ia mengatakan terjadinya bencana bisa disebabkan adanya kerusakan alam sehingga semua pihak harus ikut menjaga kelestarian alam dengan melakukan penghijauan dan terasiring.
Baca juga: Gubernur Jateng ajak masyarakat Kudus tidak buang sampah di sungai
Baca juga: Ganjar Pranowo lepas ekspor 10 bus tingkat ke Bangladesh
Namun demikian, kata dia, terhadap kasus amblesnya tanah di Desa Jolosekti ini perlu dilakukan pengecekan terhadap kondisi tanah itu dengan mendatangkan ahlinya.
Menurut dia, setelah diteliti oleh tim ahli maka akan diketahui seberapa besar potensi kerawanannya terhadap kondisi tanah tersebut pada masyarakat.
"Hal ini menjadi penting agar masyarakat tahu dan memahami risikonya dan dapat diminimalisasi dampaknya," kata politikus PDI Perjuangan tersebut.
Bupati Batang Wihaji mengatakan tanah ambles di Desa Jolosekti ini menjadi perhatian serius oleh pemkab karena mengganggu akses jalan antardesa dan permukiman.
"Oleh karena itu, jika tidak ditangani secara cepat dan serius maka dikhawatirkan dapat berpotensi bencana yaitu longsor," katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng sayembarakan desain masjid agung di Magelang
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ganjar Pranowo harapkan sukarelawan Andika-Hendi tidak patah semangat
15 November 2024 8:54 WIB, 2024
Saksi sebut pembobolan bank pemerintah di Semarang jadi kerugian perusahaan
26 March 2024 8:46 WIB, 2024
Ganjar tanyakan kembali kebenaran hitung cepat sementara Pilpres 2024
14 February 2024 17:48 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
UMS Menyapa dan Tarhib Ramadan 1447 H perkuat silaturahmi dengan warga sekitar kampus
15 February 2026 14:28 WIB
Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng dinilai berdampak nyata
15 February 2026 13:08 WIB
Dana desa kena efisiensi, Sumanto minta kades terapkan skala prioritas pembangunan
15 February 2026 12:38 WIB