Purwokerto (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus berkembang pesat dengan ciri khas yang unggul, islami, dan modern, bahkan kini menuju Islamic Entrepreneur University, kata Wakil Rektor UMP Bidang Akademik dan Kerjasama Dr. Jebul Suroso.

"Berawal dari visi Universitas Muhammadiyah Purwokerto 2021 menuju world class university. Dimulai dari tahun 2011 sampai dengan 2015 itu untuk konsep pembelajaran unggul. Kemudian 2015 sampai dengan 2019 pra-research university, dan 2019 sampai ke sana juga menyiapkan diri untuk menjadi research university," katanya di Purwokerto, Jumat.

Ia mengatakan UMP telah memiliki ciri khas islami, sehingga aspek Islam telah banyak muncul sebagai keunggulan universitas. 

Sebagai konsekuensinya, kata dia, seluruh program studi yang diselenggarakan UMP diharuskan menerapkan keunggulan Islam.

Baca juga: Rektor UMP berikan kuliah umum di UM Sorong

"Sesuai dengan arahan Rektor, yakni kepada Islamic Enterpreneur. Jadi kita menuju ke arah menyiapkan lulusan yang siap diberbagai macam kondisi. Ketika mereka ingin menjadi seorang yang profesional, maka kita siapkan untuk menjadi unggul di bidang profesinya, keahlian, dan program studinya. Ada tambahan keunggulan keislaman, sertifikasi terkait dengan profesinya. Dan kita akan tambahkan lagi softskill, yaitu kemampuan enterpreneur/kewirausahaan," jelasnya. 

Menurut dia, kewirausahaan ke depan harus mewarnai seluruh program studi, misalnya guru harus memiliki konsep dan memiliki jiwa enterpreneur, demikian pula dengan lulusan hukum, kesehatan, dokter, dan sastra semuanya diharapkan memiliki jiwa enterpreneur

"Dengan demikian, keunggulan itu akan memiliki daya saing dan daya tahan yang tinggi terhadap tantangan zaman saat itu. Ini harus ditanamkan kepada mereka," tandasnya. 

Lebih lanjut, Jebul mengatakan ke depan, UMP menuju pada konsep pemanfaatan kemampuan yang dipreoleh dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif menggunakan jiwa dan semangat entrepreneurship

"Lengkaplah mereka lulusan UMP, memiliki keahlian utama sesuai dengan program studi, memiliki keunggulan keislaman yang kuat, dan memiliki keunggulan entrepreneurship islami yang kenceng sehingga harapannya nanti mereka bisa menjadi para pengusaha yang sukses di bidang mereka," katanya. 


Modernisasi Tekonlogi

Jebul mengatakan Islamic Entrepreneur University UMP akan mengarah pada modernisasi teknologi yang dibuktikan dengan tekologi pembelajaran UMP yang semakin bagus.

"Modernisasi teknologi ini juga merupakan suatu contoh bahwa kita telah melakukan upaya yang kreatif dan inofatif. Presensi kehadiran menggunakan fingerprint sudah ketinggalan, kita sekarang presensi kehadiran mahasiswa UMP telah menggunakan Android. Akan kita terapkan mulai semester besok," katanya. 

Baca juga: Biro SDM UMP persiapkan pegawai baru melalui Darul Arqam

Ia mengatakan jika sebelumnya mahasiswa baru yang akan masuk UMP harus datang ke kampus, sekarang telah dirancang aplikasi pendaftaran berbasis Android.

"Jadi informasi, proses pendaftaran, bahkan ujian nanti bakal ada di genggaman (berbasis Android, red.). Dengan ini sudah menunjukan kita sudah kreatif dan inovatif, karena ber-entrepreneurship tidak hanya dagang semata-mata, tapi mengupayakan teknologi juga bisa mengarah ke sana," jelasnya. 

Ke depan, lanjut dia, penggunaan kertas di UMP akan segara dikikis hingga akhirnya paperless

"Saya punya target di bidang akademik itu, paperless itu akan terjadi dua tahun dimulai dari sekarang, bahkan satu tahun ini sebenarnya sudah bisa tercapai, tapi kita targetkan dua tahun," katanya. 


Pembelajaran Berbasis IT

UMP terus berbenah menjadi perguruan tinggi berbasis daring (online), antara lain dilakukan dengan menerapkan berbagai aplikasi untuk melayani berbagai aktivitas.

"Saat ini kita sudah menggunakan delapan aplikasi untuk menfasilitasi berbagai kegiatan universitas," kata Jebul.

Baca juga: Tingkatkan kemampuan audit, dua lembaga internal UMP dilatih ISO 9001-2015

Menurut dia, aplikasi tersebut di antaranya digunakan untuk kegiatan sistem administrasi akademik, bidang kepegawaian, bidang kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian, sistem keuangan, skripsi, serta kegiatan lainnya.

Dengan penerapan berbagai aplikasi ini, kata dia,  pengelolaan UMP sebagai lembaga perguruan tinggi dinilai cukup mumpuni dan hal itu juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Riset dan Teknologi yang akan mengubah sistem konvensional ke sistem daring.

"Dengan penggunaan sistem digital, maka semua aspek kegiatan universitas akan bisa diproses dengan mudah. Mulai dari sistem penelitian, profil hingga kemahasiswaannya, semua bisa dilihat berdasarkan data online," katanya.

Dia mengatakan dengan data daring seperti itu, maka pihak pengelola program studi (Prodi) juga bisa memantau aktivitas mahasiswanya, antara lain mengenai mahasiswa yang aktif, jumlah mahasiswa, kartu rencana studi, dan kartu hasil studi.

"Dengan demikian, saat program studi akan mengajukan peningkatan akreditasi, prosesnya menjadi tidak terlalu sulit karena semua data bisa diperoleh dengan mudah," katanya. (tgr)

Baca juga: UMP luncurkan Pusat Studi Dakwah Komunitas
Baca juga: UMP satu-satunya PTM yang dirikan Pusat Studi Cabang dan Ranting Muhammadiyah

Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2024