Hari Belanja Online Nasional jadi senjata utama "e-commerce" gaet pembeli
Rabu, 20 Februari 2019 9:22 WIB
Ilustrasi - Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 di Warehouse Lazada, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Hari Belanja Online Nasional, menurut lembaga riset Ipsos, menjadi daya tarik utama para pelaku usaha perdagangan elektronik (e-commerce) untuk meraih pendapatan sebanyak-banyaknya.
"Harbolnas jadi sejata utama e-commerce untuk meraup pendapatan. Tapi, mereka akan terbenturglass ceiling," kata Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, saat paparan riset di Jakarta, Selasa.
Dalam riset "E-commerce 4.0 What's Next", Ipsos mencatat Harbolnas yang palling populer adalah 12.12 yang digelar setiap 12 Desember, meski pun kuartal terakhir tiap tahun disemarakkan berbagai pesta belanja antara lain 10.10 dan 11.11.
Menurut Soeprapto, Harbolnas 12.12 menjadi yang paling diminati karena banyak pekerja yang mendapatkan bonus akhir tahun. Sebanyak 78 persen menyukai Harbolnas 12.12 karena diskon yang ditawarkan lebih besar.
Konsumen juga tertarik dengan flash sale (66 persen) dan gratis ongkos kirim (64 persen) yang ditawarkan selama Harbolnas.
Dari 1.000 responden yang mengikuti survei online selama 27 Desember 2018 hingga 11 Januari 2019, 52 persen mengaku mau menunggu Harbolnas agar mendapatkan barang dengan harga lebih murah. Sebanyak 43 persen menjawab mereka membeli beberapa barang di online shop berbeda dalam waktu bersamaan saat Harbolnas.
Kemudian, 33 persen memberi barang yang tidak diperlukan karena tergiur harga yang murah, sementara 4 persen mengaku hanya membeli barang saat Harbolnas.
Ipsos melihat loyalitas konsumen selama Harbolnas masih bersifat pragmatis. Mereka memanfaatkan promosi yang ditawarkan dan mau mengikuti program lain yang serupa Harbolnas
Secara umum, kategori barang paling diminati di e-commerce di Indonesia masih diduduki oleh fesyen dan baju olah raga (64 persen), produk elektronik (38 persen) dan gawai (37 persen).
Kategori lain yang diminati antara lain pembayaran tagihan, kosmetik, makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari, perawatan tubuh dan susu untuk anak-anak.
Baca juga: Transaksi Harbolnas 2018 diperkirakan tembus Rp6,8 triliun
"Harbolnas jadi sejata utama e-commerce untuk meraup pendapatan. Tapi, mereka akan terbenturglass ceiling," kata Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, saat paparan riset di Jakarta, Selasa.
Dalam riset "E-commerce 4.0 What's Next", Ipsos mencatat Harbolnas yang palling populer adalah 12.12 yang digelar setiap 12 Desember, meski pun kuartal terakhir tiap tahun disemarakkan berbagai pesta belanja antara lain 10.10 dan 11.11.
Menurut Soeprapto, Harbolnas 12.12 menjadi yang paling diminati karena banyak pekerja yang mendapatkan bonus akhir tahun. Sebanyak 78 persen menyukai Harbolnas 12.12 karena diskon yang ditawarkan lebih besar.
Konsumen juga tertarik dengan flash sale (66 persen) dan gratis ongkos kirim (64 persen) yang ditawarkan selama Harbolnas.
Dari 1.000 responden yang mengikuti survei online selama 27 Desember 2018 hingga 11 Januari 2019, 52 persen mengaku mau menunggu Harbolnas agar mendapatkan barang dengan harga lebih murah. Sebanyak 43 persen menjawab mereka membeli beberapa barang di online shop berbeda dalam waktu bersamaan saat Harbolnas.
Kemudian, 33 persen memberi barang yang tidak diperlukan karena tergiur harga yang murah, sementara 4 persen mengaku hanya membeli barang saat Harbolnas.
Ipsos melihat loyalitas konsumen selama Harbolnas masih bersifat pragmatis. Mereka memanfaatkan promosi yang ditawarkan dan mau mengikuti program lain yang serupa Harbolnas
Secara umum, kategori barang paling diminati di e-commerce di Indonesia masih diduduki oleh fesyen dan baju olah raga (64 persen), produk elektronik (38 persen) dan gawai (37 persen).
Kategori lain yang diminati antara lain pembayaran tagihan, kosmetik, makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari, perawatan tubuh dan susu untuk anak-anak.
Baca juga: Transaksi Harbolnas 2018 diperkirakan tembus Rp6,8 triliun
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng upayakan serapan belanja APBD tidak mepet penghujung tahun
15 September 2025 21:16 WIB
Kolaborasi Indosat, Erafone, dan Oppo meriahkan Festival Belanja di Jateng-DIY
27 August 2025 21:17 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB