Aria Bima: Jateng tetap jadi "kandang merah"
Minggu, 23 Desember 2018 20:09 WIB
Anggota DPR RI dari PDIP, Aria Bima, saat memberikan keterangan persiapan partainya untuk pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019, di Solo, Minggu. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)
Solo (Antaranews Jateng) - Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Aria Bima mengatakan Jawa Tengah masih tetap menjadi "kandang merah" atau PDIP pada Pemilu Anggota Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.
"Saya yakin untuk PDIP di Jateng masih menjadi kandang merah karena membangun citra (branding) partai rakyat sejati atau wong cilik itu, yang tidak bisa dipakai ciri khas partai lainnya," kata Aria Bima, di Solo, Minggu.
Aria Bima yang kini mencalonkan untuk keempat kali sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 itu, menjelaskan Jateng tetap menjadi basis, distribusi, dan kualitas kader PDIP yang relatif lebih merata.
"Sejelek-jeleknya seorang Aria Bima, di Dapil Jateng 5 calon anggota DPR RI, ada dukungan yang relatif permanen. Hal ini juga sama dengan tokoh lain seperti, Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Bupati Boyolali, Seno Samodro, juga sama mempunyai pola dukungan permanen," kata Aria Bima.
Menurut Aria Bima, dukungan permanen tersebut nantinya akan diaplikasi dengan berbagai kegiatan pada saat dalam bentuk-bentuk kampanye.
Kepuasan publik terhadap kinerja Peeaiden Jokowi,di Jateng di atas rata-rata nasional sekitar 71 hingga 72 persen. Jateng bisa mencapai sekitar 75 hingga 76 persen.
"Kekuatan itu diketahui oleh pasangan Pak Prabowo-Sandiaga kemudian responsnya begitu atraktif untuk memindahkan posko pemenangan di wilayah Jateng" katanya.
"Saya yakin untuk PDIP di Jateng masih menjadi kandang merah karena membangun citra (branding) partai rakyat sejati atau wong cilik itu, yang tidak bisa dipakai ciri khas partai lainnya," kata Aria Bima, di Solo, Minggu.
Aria Bima yang kini mencalonkan untuk keempat kali sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 itu, menjelaskan Jateng tetap menjadi basis, distribusi, dan kualitas kader PDIP yang relatif lebih merata.
"Sejelek-jeleknya seorang Aria Bima, di Dapil Jateng 5 calon anggota DPR RI, ada dukungan yang relatif permanen. Hal ini juga sama dengan tokoh lain seperti, Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Bupati Boyolali, Seno Samodro, juga sama mempunyai pola dukungan permanen," kata Aria Bima.
Menurut Aria Bima, dukungan permanen tersebut nantinya akan diaplikasi dengan berbagai kegiatan pada saat dalam bentuk-bentuk kampanye.
Kepuasan publik terhadap kinerja Peeaiden Jokowi,di Jateng di atas rata-rata nasional sekitar 71 hingga 72 persen. Jateng bisa mencapai sekitar 75 hingga 76 persen.
"Kekuatan itu diketahui oleh pasangan Pak Prabowo-Sandiaga kemudian responsnya begitu atraktif untuk memindahkan posko pemenangan di wilayah Jateng" katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Pemilik kucing di Blora tolak damai, tetap menuntut proses hukum terhadap pelaku
06 February 2026 13:15 WIB
Anggaran turun, Ketua DPRD Jateng minta sektor penopang lumbung pangan tetap maksimal
24 November 2025 14:07 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Uji materi UU Kesehatan, pemohon berharap MK jaga sistem pendidikan nasional
07 February 2026 9:31 WIB
Kemenkum Jateng koordinasi dengan MPD Kabupaten Magelang bahas protokol notaris
05 February 2026 12:01 WIB
Inilah strategi Gubernur Ahmad Luthfi sukseskan program prioritas Presiden
03 February 2026 8:09 WIB
Jokowi bocorkan topik pembicaraan dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu
30 January 2026 14:56 WIB