Memperlakukan ODHA tanpa stigma membantu pencegahan penularan AIDS
Minggu, 2 Desember 2018 9:21 WIB
HIV/AIDS (Shutterstock)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Memperlakukan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tanpa stigma, selayaknya berinteraksi dengan orang lain pada umumnya, secara tidak langsung membantu pencegahan penularan HIV/AIDS.
Tika Surya Atmaja dari Forum LSM Peduli AIDS menegaskan HIV tidak akan tertular lewat kontak sosial seperti bersalaman, mencium pipi hingga makan dan minum bersama.
"Tidak perlu takut tertular dengan cara menjauh dari mereka," kata Tika pada Antara di Jakarta, Sabtu.
Menurut Tika, beberapa tahun terakhir semakin banyak ODHA yang turut aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS karena mendapat dukungan dari orang-orang sekitarnya.
ODHA tak cuma berdiam diri, tapi aktif menjadi penyuluh untuk memberitahu cara mencegah penularan HIV/AIDS.
"Mereka jadi pendamping untuk keluarga, masyarakat sekitar, ada juga yang menjadi aktivis sehingga masyarakat jadi lebih tahu ternyata ODHA tidak 'seseram' yang mereka bayangkan," tutur dia.
Kondisi ini berbeda dengan zaman dahulu di mana para ODHA biasanya takut buka mulut mengenai penyakit mereka pada orang lain.
Menurut Tika, keterlibatan ODHA dalam mengedukasi masyarakat soal HIV/AIDS penting untuk menghilangkan stigma yang melekat.
"Mereka bisa bertemu banyak orang, jadi relawan, bisa jadi pelaku aktif dalam memberikan penyuluhan dan testimoni agar hal itu tidak terkena pada orang lain juga."
Tika menjelaskan tidak ada ciri-ciri menonjol bila seseorang terinfeksi HIV karena kerap kali tanda itu baru terlihat berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian.
"Bisa jadi sampai 10 tahun setelah terinfeksi masih merasa sehat, tahu-tahu sudah sakit-sakitan dan kekebalan tubuhnya sedikit atau jumlah virus banyak sekali."
Ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, idealnya tiga bulan hingga enam bulan sekali, untuk mengetahui apakah tubuh bebas dari virus HIV.
Setelah ada obat ARV untuk ODHA, HIV/AIDS yang dulu dicap sebagai penyakit mematikan ini dianggap jadi penyakit kronis yang bisa dikontrol selama mengonsumsi obat secara teratur. (Editor : Alviansyah Pasaribu).
Tika Surya Atmaja dari Forum LSM Peduli AIDS menegaskan HIV tidak akan tertular lewat kontak sosial seperti bersalaman, mencium pipi hingga makan dan minum bersama.
"Tidak perlu takut tertular dengan cara menjauh dari mereka," kata Tika pada Antara di Jakarta, Sabtu.
Menurut Tika, beberapa tahun terakhir semakin banyak ODHA yang turut aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS karena mendapat dukungan dari orang-orang sekitarnya.
ODHA tak cuma berdiam diri, tapi aktif menjadi penyuluh untuk memberitahu cara mencegah penularan HIV/AIDS.
"Mereka jadi pendamping untuk keluarga, masyarakat sekitar, ada juga yang menjadi aktivis sehingga masyarakat jadi lebih tahu ternyata ODHA tidak 'seseram' yang mereka bayangkan," tutur dia.
Kondisi ini berbeda dengan zaman dahulu di mana para ODHA biasanya takut buka mulut mengenai penyakit mereka pada orang lain.
Menurut Tika, keterlibatan ODHA dalam mengedukasi masyarakat soal HIV/AIDS penting untuk menghilangkan stigma yang melekat.
"Mereka bisa bertemu banyak orang, jadi relawan, bisa jadi pelaku aktif dalam memberikan penyuluhan dan testimoni agar hal itu tidak terkena pada orang lain juga."
Tika menjelaskan tidak ada ciri-ciri menonjol bila seseorang terinfeksi HIV karena kerap kali tanda itu baru terlihat berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian.
"Bisa jadi sampai 10 tahun setelah terinfeksi masih merasa sehat, tahu-tahu sudah sakit-sakitan dan kekebalan tubuhnya sedikit atau jumlah virus banyak sekali."
Ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, idealnya tiga bulan hingga enam bulan sekali, untuk mengetahui apakah tubuh bebas dari virus HIV.
Setelah ada obat ARV untuk ODHA, HIV/AIDS yang dulu dicap sebagai penyakit mematikan ini dianggap jadi penyakit kronis yang bisa dikontrol selama mengonsumsi obat secara teratur. (Editor : Alviansyah Pasaribu).
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Demak latih modin cara pemulasaraan jenazah penderita HIV/AIDS
10 October 2024 19:10 WIB, 2024
Erick Thohir apresiasi PLN bantu kemandirian ekonomi komunitas ODHA
29 December 2021 14:05 WIB, 2021
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto dinobatkan sebagai Bapaknya Wayang Kabupaten Karanganyar
13 November 2025 15:48 WIB