Panitia lari Shenzhen berjanji hukum 258 peserta curang
Kamis, 29 November 2018 18:55 WIB
Peserta Shenzhen Half-Marathon 2018 tertangkap kamera berlaku curang karena mengambil jalan pintas (Athletic News)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Panitia Shenzhen Half-Marathon menjanjikan sebanyak 258 peserta yang terbukti berbuat curang pada lomba yang digelar minggu lalu tidak akan bisa lagi mengikuti event berikutnya.
Sebanyak 18 pelari ditemukan menggunakan nomor palsu, termasuk tiga diantaranya yang menyamar sebagai orang lain, menghadapi ancaman tidak bisa mengikuti event mendatang seumur hidup, demikian menurut kantor berita Xinhua, Kamis.
Sementara 237 lainnya, sebagian besar diantaranya mengambil jalan pintas selama lomba yang tertangkap kamera pengintai dan fotografer lokal, akan dikenai hukuman tidak bisa mengikuti event serupa selama dua tahun.
"Kami sangat menyesali pelanggaran yang terjadi selama event. Lari marathon tidak hanya sekedar olahraga, tapi juga sikap hidup, dan setiap pelari harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri," demikian menurut keterangan panitia.
Berita atas kecurangan tersebut menimbulkan kemarahan di China, membuat surat kabar milik pemerintah People's Daily mendesak agar pelari menghormati event marathon tersebut dan menghormati semangat olahraga itu sendiri.
Naik tajamnya juga peserta dalam beberapa tahun terakhir dan partisipasi massal juga dipersalahkan atas terjadinya kecurangan.
China telah menyelenggarakan sebanyak 1.072 event maraton dan lari jalan raya sepanjang tahun ini, naik tajam dari hanya 22 event pada 2011, demikian menurut Xinhua yang mengutip sumber dari Asosiasi Atletik China.
Seorang pengguna akun Weibo, akun Twitter versi China menulis: "Terlalu banyak event maraton di China sekarang dan berlalu banyak orang yang mengaku dirinya atlet, tapi peserta yang benar-benar menyukai lari masih sangat sedikit."
Baca juga: Mo Farah siap tampil di London Marathon 2019
Sebanyak 18 pelari ditemukan menggunakan nomor palsu, termasuk tiga diantaranya yang menyamar sebagai orang lain, menghadapi ancaman tidak bisa mengikuti event mendatang seumur hidup, demikian menurut kantor berita Xinhua, Kamis.
Sementara 237 lainnya, sebagian besar diantaranya mengambil jalan pintas selama lomba yang tertangkap kamera pengintai dan fotografer lokal, akan dikenai hukuman tidak bisa mengikuti event serupa selama dua tahun.
"Kami sangat menyesali pelanggaran yang terjadi selama event. Lari marathon tidak hanya sekedar olahraga, tapi juga sikap hidup, dan setiap pelari harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri," demikian menurut keterangan panitia.
Berita atas kecurangan tersebut menimbulkan kemarahan di China, membuat surat kabar milik pemerintah People's Daily mendesak agar pelari menghormati event marathon tersebut dan menghormati semangat olahraga itu sendiri.
Naik tajamnya juga peserta dalam beberapa tahun terakhir dan partisipasi massal juga dipersalahkan atas terjadinya kecurangan.
China telah menyelenggarakan sebanyak 1.072 event maraton dan lari jalan raya sepanjang tahun ini, naik tajam dari hanya 22 event pada 2011, demikian menurut Xinhua yang mengutip sumber dari Asosiasi Atletik China.
Seorang pengguna akun Weibo, akun Twitter versi China menulis: "Terlalu banyak event maraton di China sekarang dan berlalu banyak orang yang mengaku dirinya atlet, tapi peserta yang benar-benar menyukai lari masih sangat sedikit."
Baca juga: Mo Farah siap tampil di London Marathon 2019
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
20 Pelari Muda Berbakat Bakal Semarakkan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025
28 October 2025 17:18 WIB
Bank BJB Official Banking Partner ajang lari jalan raya Semarang 10K 2025
29 September 2025 12:53 WIB
Terpopuler - Atletik
Lihat Juga
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ditutup meriah, 2.000 pelari ikuti fun run dan dorong UMKM
18 December 2025 11:55 WIB
Gubernur: Borobudur Marathon masuk dalam Elite Label jadikan Jateng ikon marathon dunia
16 November 2025 17:35 WIB
Kontingen Jabar masih kokoh di puncak perolehan medali PON Bela Diri Kudus 2025
21 October 2025 9:42 WIB