Mulai 2030 Mazda hanya produksi kendaraan berbasis listrik
Rabu, 3 Oktober 2018 9:56 WIB
Logo Mazda
Jakarta (Antaranews Jateng) - Mazda Motor Corp, Selasa, mengumumkan semua kendaraan yang diproduksi pada tahun 2030 akan menggabungkan elektrifikasi, sementara 5 persen mobilnya akan menjadi kendaraan sepenuhnya listrik (EV).
Produsen mobil Jepang itu bergabung dengan perusahaan mobil global lain yang berencana untuk mengurangi emisi dengan memproduksi lebih banyak kendaraan bermesin hibrida-bensin, hibrida plug-in, dan baterai EV.
Baca juga: Mazda pikir-pikir boyong banyak model sedan ke Indonesia
Baca juga: Mobil listrik bintang Paris Motor Show kendati pasarnya belum jelas
"Pada 2030, Mazda mengharapkan bahwa mesin pembakaran internal dikombinasikan dengan beberapa bentuk elektrifikasi akan mencapai 95 persen dari kendaraan yang dihasilkannya dan kendaraan listrik baterai akan mencapai 5 persen," kata pembuat mobil itu dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Selasa.
Mazda telah mengatakan bahwa pihaknya berencana memasarkan all-battery EV pada tahun 2020. Kemudian pada hari ini mereka mengungkapkan akan mengembangkan dua baterai EV, satu yang akan didukung sepenuhnya oleh baterai dan yang lain yang akan memasangkan baterai dengan rentang extender yang didukung oleh mesin putar mobil.
Baca juga: Apple CarPlay dan Android Auto segera bisa dinikmati di Mazda6
Baca juga: Produsen Jerman dominasi Paris Motor Show 2018, mobil listrik jadi tren
Produsen mobil Jepang itu bergabung dengan perusahaan mobil global lain yang berencana untuk mengurangi emisi dengan memproduksi lebih banyak kendaraan bermesin hibrida-bensin, hibrida plug-in, dan baterai EV.
Baca juga: Mazda pikir-pikir boyong banyak model sedan ke Indonesia
Baca juga: Mobil listrik bintang Paris Motor Show kendati pasarnya belum jelas
"Pada 2030, Mazda mengharapkan bahwa mesin pembakaran internal dikombinasikan dengan beberapa bentuk elektrifikasi akan mencapai 95 persen dari kendaraan yang dihasilkannya dan kendaraan listrik baterai akan mencapai 5 persen," kata pembuat mobil itu dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Selasa.
Mazda telah mengatakan bahwa pihaknya berencana memasarkan all-battery EV pada tahun 2020. Kemudian pada hari ini mereka mengungkapkan akan mengembangkan dua baterai EV, satu yang akan didukung sepenuhnya oleh baterai dan yang lain yang akan memasangkan baterai dengan rentang extender yang didukung oleh mesin putar mobil.
Baca juga: Apple CarPlay dan Android Auto segera bisa dinikmati di Mazda6
Baca juga: Produsen Jerman dominasi Paris Motor Show 2018, mobil listrik jadi tren
Pewarta : ANTARANEWS
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Jateng tetapkan pariwisata-ekonomi halal berbasis syariah prioritas pembangunan 2027
06 February 2026 18:43 WIB
Bupati: Pengelolaan sampah di Banyumas kini dikembangkan berbasis ekonomi sirkular
03 February 2026 13:08 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Darul Arqam UMS rangkul PRM Krakitan bahas politik dan kebijakan pendidikan berbasis nilai Muhammadiyah
10 January 2026 12:06 WIB
Tim Pengabdian PAI UMS latih guru kembangkan media pembelajaran berbasis AI untuk penguatan AlK
29 December 2025 16:28 WIB
Terpopuler - OTOMOTIF
Lihat Juga
Ini dia lima hal penting yang harus dihindari pengemudi saat di jalan tol
29 December 2025 10:07 WIB
PLN hadirkan pengalaman berkendara EV dan home charging di GIIAS 2025 Semarang
25 September 2025 11:08 WIB
Tim Bengawan UNS luncurkan mobil hemat energi Nirankara 3.0 dan Wirasena
17 September 2025 14:47 WIB