Jersey dan medali Borobudur Marathon 2018 diluncurkan di Balkondes Bumiharjo
Minggu, 16 September 2018 15:40 WIB
Dua model mengenakan jersey Borobudur Marathon 2018 yang diluncurkan di Balkondes Bumiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. (Foto: Heru Suyitno)
Magelang (Antaranews Jateng) - Jersey dan medali Borobudur Marathon 2018 diluncurkan di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Bumiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Project Leader Borobudur Marathon 2018 Aswito di Magelang, Minggu, mengatakan jersey buatan Brooks ini akan dipakai oleh seluruh peserta Borobudur Marathon 2018 pada 18 November 2018.
Pada peluncuran jersey dan medali Borobudur marathon 2018 ini diselenggarakan "fun run" yang diikuti oleh 350 pelari dari berbagai komunitas di Jawa Tengah.
Aswito mengatakan desain jersey tahun ini terinspirasi dari keindahan pola Candi Borobudur yang tampak dari atas dengan tepal tipis garis untuk memberikan efek dua dimensi. Grafis Borobudur dan logo diletakkan pada bagian dada dengan harapan Borobudur Marathon 2018 memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pelari.
Pola trapesium mengikuti tema Borobudur Marathon 2018 yakni "Raising Harmony" sebagao lanjutan tema tahun lalu "Reborn Harmony".
Menurut dia pola-pola tersebut disusun untuk menggambarkan gerakan harmonis antara pelari dan warga Jawa Tengah, khususnya warga sekitar Candi Borobudur.
"Borobudur Marathon 2017 telah berhasil kembali dalam harmony, sehingga tahun ini kita ingin terus menjaga harmoni yang telah diraih, khususnya antara pelari, wisatawan dan masyarakat lokal," katanya.
Ia menuturkan desain medali tahun ini juga terinspirasi dari pola Candi Borobudur dan ada lubang di tengah medali yang bisa dipakai untuk bingkai foto.
Ia menyebukan pelari luar negeri yang sudah mendaftar ada 28 negara, antara lain dari Kenya, Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Cekoslavia, Jepang, Kanada, Denmark, dan Italia.
Project Leader Borobudur Marathon 2018 Aswito di Magelang, Minggu, mengatakan jersey buatan Brooks ini akan dipakai oleh seluruh peserta Borobudur Marathon 2018 pada 18 November 2018.
Pada peluncuran jersey dan medali Borobudur marathon 2018 ini diselenggarakan "fun run" yang diikuti oleh 350 pelari dari berbagai komunitas di Jawa Tengah.
Aswito mengatakan desain jersey tahun ini terinspirasi dari keindahan pola Candi Borobudur yang tampak dari atas dengan tepal tipis garis untuk memberikan efek dua dimensi. Grafis Borobudur dan logo diletakkan pada bagian dada dengan harapan Borobudur Marathon 2018 memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pelari.
Pola trapesium mengikuti tema Borobudur Marathon 2018 yakni "Raising Harmony" sebagao lanjutan tema tahun lalu "Reborn Harmony".
Menurut dia pola-pola tersebut disusun untuk menggambarkan gerakan harmonis antara pelari dan warga Jawa Tengah, khususnya warga sekitar Candi Borobudur.
"Borobudur Marathon 2017 telah berhasil kembali dalam harmony, sehingga tahun ini kita ingin terus menjaga harmoni yang telah diraih, khususnya antara pelari, wisatawan dan masyarakat lokal," katanya.
Ia menuturkan desain medali tahun ini juga terinspirasi dari pola Candi Borobudur dan ada lubang di tengah medali yang bisa dipakai untuk bingkai foto.
Ia menyebukan pelari luar negeri yang sudah mendaftar ada 28 negara, antara lain dari Kenya, Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Cekoslavia, Jepang, Kanada, Denmark, dan Italia.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Taman Wisata Borobudur gelar penyambutan khusus wisatawan pertama tahun 2026
01 January 2026 16:25 WIB
Pentas Sabang Merauke Mahakarya Borobudur angkat semangat kebinekaan Nusantara
31 December 2025 19:46 WIB
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ditutup meriah, 2.000 pelari ikuti fun run dan dorong UMKM
18 December 2025 11:55 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Berikut daftar unggulan Australian Open 2026, Alcaraz dan Sabalenka memimpin
15 January 2026 9:22 WIB