2020, BAKTI targetkan Indonesia merdeka sinyal
Rabu, 25 Juli 2018 16:14 WIB
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif saat diskusi media bertema Indonesia Merdeka Sinyal 2020. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan seluruh Indonesia sudah terjangkau jaringan telekomunikasi pada 2020.
Salah satu langkah mereka menuju pemerataan sinyal di seluruh wilayah Indonesia adalah dengan mendirikan menara sinyal seluler, Based Transceiver Station (BTS), di titik kosong (blankspot), diutamakan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal.
“Kami masih ada pekerjaan rumah 5.000 tempat lagi sampai akhir 2019,” kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, dalam acara temu media di Jakarta, Rabu.
Menurut Anang, 5.000 BTS tersebut ditargetkan selesai dalam dua tahun, hingga tahun ini mereka menargetkan menyelesaikan sekitar 2.000 menara. Selebihnya, ditargetkan selesai hingga akhir 2019.
“Langsung lompat ke 4G,” kata dia.
Menurut data BAKTI, saat ini terdapat 11 persen blankspot di Indonesia, yaitu 5.300 desa yang memiliki penduduk. Dari 5.300 titik blankspot tersebut, 3.500 diantaranya berada di wilayah Papua.
BAKTI mengakui menyelesaikan 11 persen blankspot ini termasuk target yang ambisius dengan berbagai kendala yang harus dihadapi di lokasi yang jauh dari pusat kota.
Menurut Anang, mereka membutuhkan partisipasi dari masyarakat, misalnya untuk penyediaan lahan dan pembangunan, serta dukungan dari aparat keamanan.
Salah satu langkah mereka menuju pemerataan sinyal di seluruh wilayah Indonesia adalah dengan mendirikan menara sinyal seluler, Based Transceiver Station (BTS), di titik kosong (blankspot), diutamakan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal.
“Kami masih ada pekerjaan rumah 5.000 tempat lagi sampai akhir 2019,” kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, dalam acara temu media di Jakarta, Rabu.
Menurut Anang, 5.000 BTS tersebut ditargetkan selesai dalam dua tahun, hingga tahun ini mereka menargetkan menyelesaikan sekitar 2.000 menara. Selebihnya, ditargetkan selesai hingga akhir 2019.
“Langsung lompat ke 4G,” kata dia.
Menurut data BAKTI, saat ini terdapat 11 persen blankspot di Indonesia, yaitu 5.300 desa yang memiliki penduduk. Dari 5.300 titik blankspot tersebut, 3.500 diantaranya berada di wilayah Papua.
BAKTI mengakui menyelesaikan 11 persen blankspot ini termasuk target yang ambisius dengan berbagai kendala yang harus dihadapi di lokasi yang jauh dari pusat kota.
Menurut Anang, mereka membutuhkan partisipasi dari masyarakat, misalnya untuk penyediaan lahan dan pembangunan, serta dukungan dari aparat keamanan.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Istana beri sinyal adanya upacara pelantikan Wamenkeu baru pada Kamis sore
05 February 2026 14:47 WIB
Indosat pastikan sinyal aman, liburan Nataru makin nyaman di Jateng
23 December 2024 16:48 WIB, 2024
KPU Batang butuhkan penguatan sinyal internet di titik rawan gangguan
21 November 2024 10:33 WIB, 2024
Merdeka Sinyal, cara Pemkab Batang layani internet di wilayah terisolasi
20 August 2023 20:56 WIB, 2023
Batang optimalisasikan jaringan telekomunikasi di wilayah tanpa sinyal
10 August 2023 16:44 WIB, 2023
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB