Tren ekonomi syariah berkembang baik
Senin, 30 April 2018 20:54 WIB
Semarang - Kepala Grup Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra menyampaikan materi pada kegiatan Hari Edukasi Ekonomi Syariah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang, Kamis (26/4). (Foto: Aji Styawan)
Semarang (Antaranews Jateng) - Bank Indonesia menyebutkan tren perekonomian syariah, khususnya di Jawa Tengah berkembang baik dengan pertumbuhan porsi pembiayaan sekitar 9-10 persen.
"Kalau untuk asetnya pada 2017 tercatat `share` sekitar tujuh persen dari total aset perbankan," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Hamid Ponco Wibowo di Semarang, Senin.
Meski secara aset masih tergolong kecil, kata dia, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah terus berkembang di tengah iklim perbankan yang kian kompetitif, terutama konvensional.
Menurut dia, sebenarnya ekonomi syariah terbagi atas sektor perbankan dan nonperbankan, sementara yang selama ini lebih banyak mendapatkan perhatian adalah sektor perbankan.
"Masih banyak potensi yang harus digali lagi dari ekonomi syariah. Kalau perbankan syariah, penyaluran kreditnya ternyata relatif bagus dibandingkan perbankan konvensional," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, BI bekerja sama dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) terus menggencarkan edukasi terkait ekonomi syariah, termasuk kepada kalangan pelajar.
"Belum lama ini, kami menggelar edukasi ekonomi syariah secara serentak kepada 6.000-an siswa. Ya, harapannya jadi satu media informasi sejak dini mengenai ekonomi syariah," katanya.
Diakuinya, edukasi mengenai ekonomi syariah perlu dilakukan dari bawah, yakni mulai kalangan pelajar untuk menumbuhkan kesadaran mereka tentang potensi yang bisa digali dari ekonomi syariah.
Kalangan pondok pesantren, lanjut dia, digandeng juga untuk mengembangkan potensi bisnis yang dimiliki untuk pengembangan ekonomi syariah dengan menjadikan dua ponpes sebagai "pilot project".
Kegiatan tersebut, kata Hamid, merupakan rangkaian persiapan menyambut Festival Ekonomi Syariah 2018 yang berlangsung di Majesty Convention Hall, Semarang, pada 2 Mei 2018.
"Kerja sama dilakukan pula BI dengan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemerintah Kota Semarang untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah," ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang Ayu Enthys mengapresiasi berbagai kegiatan yang untuk mendorong ekonomi syariah.
"Kami dari Pemkot Semarang sangat mengapresiasi. Perkembangan ekonomi syariah sekarang ini juga kian baik sehingga diharapkan bisa membantu peningkatan ekonomi daerah," katanya.
"Kalau untuk asetnya pada 2017 tercatat `share` sekitar tujuh persen dari total aset perbankan," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Hamid Ponco Wibowo di Semarang, Senin.
Meski secara aset masih tergolong kecil, kata dia, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah terus berkembang di tengah iklim perbankan yang kian kompetitif, terutama konvensional.
Menurut dia, sebenarnya ekonomi syariah terbagi atas sektor perbankan dan nonperbankan, sementara yang selama ini lebih banyak mendapatkan perhatian adalah sektor perbankan.
"Masih banyak potensi yang harus digali lagi dari ekonomi syariah. Kalau perbankan syariah, penyaluran kreditnya ternyata relatif bagus dibandingkan perbankan konvensional," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, BI bekerja sama dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) terus menggencarkan edukasi terkait ekonomi syariah, termasuk kepada kalangan pelajar.
"Belum lama ini, kami menggelar edukasi ekonomi syariah secara serentak kepada 6.000-an siswa. Ya, harapannya jadi satu media informasi sejak dini mengenai ekonomi syariah," katanya.
Diakuinya, edukasi mengenai ekonomi syariah perlu dilakukan dari bawah, yakni mulai kalangan pelajar untuk menumbuhkan kesadaran mereka tentang potensi yang bisa digali dari ekonomi syariah.
Kalangan pondok pesantren, lanjut dia, digandeng juga untuk mengembangkan potensi bisnis yang dimiliki untuk pengembangan ekonomi syariah dengan menjadikan dua ponpes sebagai "pilot project".
Kegiatan tersebut, kata Hamid, merupakan rangkaian persiapan menyambut Festival Ekonomi Syariah 2018 yang berlangsung di Majesty Convention Hall, Semarang, pada 2 Mei 2018.
"Kerja sama dilakukan pula BI dengan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemerintah Kota Semarang untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah," ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang Ayu Enthys mengapresiasi berbagai kegiatan yang untuk mendorong ekonomi syariah.
"Kami dari Pemkot Semarang sangat mengapresiasi. Perkembangan ekonomi syariah sekarang ini juga kian baik sehingga diharapkan bisa membantu peningkatan ekonomi daerah," katanya.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Zuhdiar Laeis
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jateng tetapkan pariwisata-ekonomi halal berbasis syariah prioritas pembangunan 2027
06 February 2026 18:43 WIB
MHES UMS gelar diseminasi riset internasional tawarkan solusi kredit macet melalui perspektif Fiqh
02 February 2026 17:01 WIB
Ketua PWM Jateng tegaskan perbedaan syariah dan fikih dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah
08 January 2026 21:33 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB