Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Jasa Keuangan Syariah yang digelar di Edutorium UMS Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Agenda ini diselenggarakan oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, UMS, serta Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah bagi pemuda, perempuan, dan pelaku UMKM warga Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai mitra, BUMN, BUMD, dan unsur civitas academica UMS. Hadir di antaranya Dekan Fakultas Agama Islam UMS Dr. Mohamad Ali, Wakil Dekan FAI UMS Dr. Istanto, Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah Dr. Lukmanul Hakim, dan Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS serta Sidig Permono Nugroho.
Perwakilan PP Muhammadiyah Hero Wahyudi turut hadir beserta mitra BUMN dan BUMD seperti Jamkrindo Syariah, Bank Syariah Indonesia, Pegadaian Syariah, Askrindo Syariah, dan Bank Jateng Syariah.
Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan UMS sangat menyambut baik kolaborasi strategis ini, terlebih karena inklusi keuangan menjadi kebutuhan masyarakat dan mahasiswa yang sedang merintis usaha.
Ia menegaskan banyak pelaku UMKM dan anak muda yang masih sulit mengakses perbankan karena minim pengetahuan terkait layanan keuangan syariah.
“Kami civitas academica Muhammadiyah menyambut baik sosialisasi jasa keuangan syariah, terutama untuk peningkatan inklusi keuangan. Kadang-kadang akses kita ke perbankan sangat terbatas karena kurangnya informasi. Padahal warga Muhammadiyah itu sangat dekat dengan ekosistem keuangan syariah,” ucapnya.
Supriyono juga menyoroti realitas dunia kerja yang tidak mampu menyerap seluruh lulusan perguruan tinggi akibat masifikasi pendidikan tinggi. Oleh karena itu, UMS mendorong mahasiswa berjiwa entrepreneur agar mampu menciptakan peluang usaha.
“Ketika perguruan tinggi mengalami masifikasi, dunia kerja tidak bisa menampung semuanya. Maka harapannya tumbuh entrepreneur muda yang tangguh,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Koordinator Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Kemenko Perekonomian, Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat Muhammadiyah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyatakan silaturahmi dengan UMS penting untuk memperkuat kolaborasi berbasis pemberdayaan.
“Kami menjaga silaturahmi ini karena penting bagi sinergi program pemerintah dengan aktivitas akademika UMS dan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ferry juga memaparkan berbagai tantangan ekonomi nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan literasi keuangan syariah. Menurutnya, inovasi layanan keuangan termasuk KUR, pembiayaan syariah, ekonomi digital, serta program magang nasional harus dimanfaatkan oleh mahasiswa dan pelaku usaha muda Muhammadiyah.
“Akses pembiayaan bukan isu. Tantangannya adalah literasi dan pendampingan,” tegasnya.
Selain memaparkan kondisi ekonomi, Ferry menyoroti potensi Indonesia dalam ekonomi syariah yang terus meningkat secara global. Ia menilai Muhammadiyah bersama kampus seperti UMS memiliki kekuatan besar untuk mempercepat perkembangan sektor syariah, termasuk industrialisasi berbasis UMKM, pembiayaan syariah, dan transformasi digital.
Melalui agenda ini, UMS mempertegas komitmennya sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha kecil berbasis keuangan syariah. Kampus berharap hasil sosialisasi ini mampu membuka akses lebih luas bagi mahasiswa, pemuda, perempuan, dan UMKM warga Muhammadiyah untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya.

