Empat Cara Minimalkan Risiko Serangan Siber
Kamis, 7 September 2017 16:02 WIB
Ilustrasi serangan di dunia siber (cyber attack). ( msn.com)
Jakarta, ANTARA JATENG - Seiring lanskap ancaman yang terus berevolusi
dan berkembang, organisasi maupun individu perlu memastikan bahwa mereka
memiliki rancangan keamanan siber yang solid, bersih dan, kuat untuk
melindungi lingkungan digital mereka dengan lebih baik, serta mendeteksi
ancaman dan merespon serangan.
Berikut adalah empat praktik terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh individu dan organisasi untuk meminimalisir risiko siber mereka dan tetap bertahan dalam lanskap ancaman yang selalu berubah, sebagaimana dirilis Microsoft Asia Pasifik:
1. Jangan bekerja di hotspot Wi-Fi umum tempat penyerang dapat "mengintip" komunikasi digital, menangkap detil login dan kata sandi, serta mengakses data pribadi.
2. Teratur memperbarui sistem operasi dan program perangkat lunak lainnya untuk memastikan patch terbaru telah diinstal. Hal ini dapat mengurangi risiko eksploitasi kerentanan.
3. Mengurangi risiko kompromi kredensial dengan mendidik pengguna tentang mengapa mereka harus menghindari kata kunci sederhana dan menerapkan metode otentikasi multi faktor, seperti satu dari Azure Multi-Factor Authentication (MFA).
4. Terapkan kebijakan keamanan yang mengontrol akses kepada data sensitif dan membatasi akses jaringan perusahaan ke pengguna, lokasi, perangkat, dan sistem operasi yang sesuai. Kebijakan ini dapat secara otomatis memblokir pengguna tanpa otorisasi yang tepat atau menawarkan saran yang mencakup pengaturan ulang kata sandi dan penegakan autentikasi multi-faktor.
Berikut adalah empat praktik terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh individu dan organisasi untuk meminimalisir risiko siber mereka dan tetap bertahan dalam lanskap ancaman yang selalu berubah, sebagaimana dirilis Microsoft Asia Pasifik:
1. Jangan bekerja di hotspot Wi-Fi umum tempat penyerang dapat "mengintip" komunikasi digital, menangkap detil login dan kata sandi, serta mengakses data pribadi.
2. Teratur memperbarui sistem operasi dan program perangkat lunak lainnya untuk memastikan patch terbaru telah diinstal. Hal ini dapat mengurangi risiko eksploitasi kerentanan.
3. Mengurangi risiko kompromi kredensial dengan mendidik pengguna tentang mengapa mereka harus menghindari kata kunci sederhana dan menerapkan metode otentikasi multi faktor, seperti satu dari Azure Multi-Factor Authentication (MFA).
4. Terapkan kebijakan keamanan yang mengontrol akses kepada data sensitif dan membatasi akses jaringan perusahaan ke pengguna, lokasi, perangkat, dan sistem operasi yang sesuai. Kebijakan ini dapat secara otomatis memblokir pengguna tanpa otorisasi yang tepat atau menawarkan saran yang mencakup pengaturan ulang kata sandi dan penegakan autentikasi multi-faktor.
Pewarta : Monalisa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bandara Ahmad Yani Semarang pakai PLTS untuk penuhi sebagian kebutuhan energi
20 September 2026 22:37 WIB
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB