Warga Aceh bisa Saksikan Gerhana Bulan
Senin, 7 Agustus 2017 11:51 WIB
Ilustrasi - Gerhana Bulan Penumbra tampak dari Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (23/3/2016). (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/kye/16)
Banda Aceh, ANTARA JATENG - Mayoritas warga yang tinggal di Aceh bisa
menyaksikan gerhana bulan sebagian, jika cuaca cerah tepat pukul 22.48
WIB.
"Kalau malam ini dan besok malam cuaca cerah, maka kita bisa saksikan bersama gerhana bulan," ucap Kepala Stasiun Geofisika BMKG Mata Ie, Eridawati di Aceh Besar, Senin.
Ia mengatakan, gerhana bulan atau peristiwa alam terhalangnya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak sampai semunya ke bulan bisa dilihat dua malam berturut-turut.
Yakni pada Senin (7/8) pukul 22.48 WIB yang merupakan fase dimulainya gerhana, dan Selasa (8/8) pukul 3.52 WIB yang merupakan fase gerhana berakhir.
Namun gerhana bulan kali ini bersifat parsial atau cuma sebagian saja dengan durasi waktu selama lima jam 4,9 menit.
"Di mana puncak gerhana bulan ini terjadi tepat pada pukul 1.20 WIB untuk wilayah di Aceh tersebut," katanya.
"Peristiwa ini, setelah melewati gerhana sebagian yang di mulai pukul 00.22 WIB, lalu gerhana sebagian berakhir jam 2.18 Wib, dan gerhana berakhir tepat pukul 3.52 WIB," terang Eridawati.
Dalam keterangannya BMKG menjelaskan, gerhana bulan akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini.
Peristiwa ini cuma terjadi pada saat fase terjadinya bulan purnama yang dapat diprediksi tanggal kejadian sebelumnya.
Adapun gerhana matahari merupakan suatu peristiwa terhalang cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi saat fase bulan baru.
Tahun 2017 diprediksi empat kali gerhana yakni gerhana bulan penumbra tanggal 11 Februari tahun ini dan telah terjadi, yang dapat diamati dari Indonesia bagian Barat.
Lalu gerhana matahari cincin pada 26 Februari 2017, dan telah terjadi yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
Sedangkan yang akan terjadi gerhana bulan sebagian tanggal 7 sampai 8 Agustus tahun ini dan dapat diamati dari Indonesia,
Terakhir gerhana matahari total pada tanggal 21 Agustus 2017, dan tidak dapat diamati dari Indonesia.
"Kalau malam ini dan besok malam cuaca cerah, maka kita bisa saksikan bersama gerhana bulan," ucap Kepala Stasiun Geofisika BMKG Mata Ie, Eridawati di Aceh Besar, Senin.
Ia mengatakan, gerhana bulan atau peristiwa alam terhalangnya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak sampai semunya ke bulan bisa dilihat dua malam berturut-turut.
Yakni pada Senin (7/8) pukul 22.48 WIB yang merupakan fase dimulainya gerhana, dan Selasa (8/8) pukul 3.52 WIB yang merupakan fase gerhana berakhir.
Namun gerhana bulan kali ini bersifat parsial atau cuma sebagian saja dengan durasi waktu selama lima jam 4,9 menit.
"Di mana puncak gerhana bulan ini terjadi tepat pada pukul 1.20 WIB untuk wilayah di Aceh tersebut," katanya.
"Peristiwa ini, setelah melewati gerhana sebagian yang di mulai pukul 00.22 WIB, lalu gerhana sebagian berakhir jam 2.18 Wib, dan gerhana berakhir tepat pukul 3.52 WIB," terang Eridawati.
Dalam keterangannya BMKG menjelaskan, gerhana bulan akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini.
Peristiwa ini cuma terjadi pada saat fase terjadinya bulan purnama yang dapat diprediksi tanggal kejadian sebelumnya.
Adapun gerhana matahari merupakan suatu peristiwa terhalang cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi saat fase bulan baru.
Tahun 2017 diprediksi empat kali gerhana yakni gerhana bulan penumbra tanggal 11 Februari tahun ini dan telah terjadi, yang dapat diamati dari Indonesia bagian Barat.
Lalu gerhana matahari cincin pada 26 Februari 2017, dan telah terjadi yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
Sedangkan yang akan terjadi gerhana bulan sebagian tanggal 7 sampai 8 Agustus tahun ini dan dapat diamati dari Indonesia,
Terakhir gerhana matahari total pada tanggal 21 Agustus 2017, dan tidak dapat diamati dari Indonesia.
Pewarta : Said Muhammad
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS lepas relawan psikososial ke Aceh Tamiang untuk dampingi korban banjir bandang
02 February 2026 18:44 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:41 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB