Kaca Lokomotif KA Kamandaka Retak akibat Pelemparan
Minggu, 11 Juni 2017 12:23 WIB
Ilustrasi. (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)
Purwokerto, ANTARA JATENG - Kaca pintu lokomotif CC2018326 yang membawa Kereta Api 223 Kamandaka relasi Purwokerto-Semarangtawang dilaporkan retak akibat aksi pelemparan menggunakan batu, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.
"Berdasarkan PTPLB (Pemberitahuan Tentang Peristiwa Luar Biasa) yang kami terima dari masinis KA 223 Kamandaka, Supriyadi, aksi pelemparan itu terjadi pada pukul 06.30 WIB," kata Ixfan Hendriwintoko di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu.
Saat itu, KA 223 Kamandaka relasi Purwokerto-Semarangtawang sedang melintas di petak jalan antara Stasiun Prupuk dan Stasiun Slawi.
Sesampainya di KM 32+500, kata dia, tiba-tiba ada yang melempar batu dari arah kiri dan mengenai kaca pintu lokomotif hingga retak.
"Beruntung, aksi pelemparan tersebut tidak mengakibatkan terjadinya korban. Kami tidak bisa mengidentifikasi pelaku pelemparan karena saat itu, KA Kamandaka sedang berjalan cepat sehingga hanya bisa mengetahui titik atau lokasinya saja," katanya.
Lebih lanjut, Ixfan mengatakan aksi pelemparan membahayakan keselamatan perjalanan KA terutama jika mengenai penumpang.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan kembali menyosialisasikan bahaya aksi pelemparan tersebut kepada masyarakat.
"Kami juga akan mencoba ikut dalam KA terutama pada jam-jam rawan pelemparan, biasanya pada pagi hari," katanya.
Berdasarkan data sejak awal Januari 2017 hingga saat ini tercatat sebanyak 15 kali aksi pelemparan terhadap KA yang mengakibatkan pecahnya 13 lembar kaca jendela maupun pintu.
"Berdasarkan PTPLB (Pemberitahuan Tentang Peristiwa Luar Biasa) yang kami terima dari masinis KA 223 Kamandaka, Supriyadi, aksi pelemparan itu terjadi pada pukul 06.30 WIB," kata Ixfan Hendriwintoko di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu.
Saat itu, KA 223 Kamandaka relasi Purwokerto-Semarangtawang sedang melintas di petak jalan antara Stasiun Prupuk dan Stasiun Slawi.
Sesampainya di KM 32+500, kata dia, tiba-tiba ada yang melempar batu dari arah kiri dan mengenai kaca pintu lokomotif hingga retak.
"Beruntung, aksi pelemparan tersebut tidak mengakibatkan terjadinya korban. Kami tidak bisa mengidentifikasi pelaku pelemparan karena saat itu, KA Kamandaka sedang berjalan cepat sehingga hanya bisa mengetahui titik atau lokasinya saja," katanya.
Lebih lanjut, Ixfan mengatakan aksi pelemparan membahayakan keselamatan perjalanan KA terutama jika mengenai penumpang.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan kembali menyosialisasikan bahaya aksi pelemparan tersebut kepada masyarakat.
"Kami juga akan mencoba ikut dalam KA terutama pada jam-jam rawan pelemparan, biasanya pada pagi hari," katanya.
Berdasarkan data sejak awal Januari 2017 hingga saat ini tercatat sebanyak 15 kali aksi pelemparan terhadap KA yang mengakibatkan pecahnya 13 lembar kaca jendela maupun pintu.
Pewarta : Sumarwoto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinporabudpar Banyumas cek wahana berisiko tinggi di destinasi wisata
02 November 2023 16:08 WIB, 2023
Terpopuler - Insiden
Lihat Juga
Polres Jepara selidiki kasus kematian enam orang usai mengkonsumsi miras oplosan
11 February 2026 12:55 WIB
Sejumlah rumah sakit di Temanggung belum penuhi standar penanggulangan kebakaran
04 February 2026 8:31 WIB
Dinkes Kudus mencatat hanya tersisa dua siswa SMA Negeri 2 yang masih rawat inap
03 February 2026 11:30 WIB