Menteri PUPR Tegur Trans Marga Jateng Gara-gara Peta Tol
Jumat, 7 April 2017 20:01 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga. (Foto:ANTARAJATENG.COM/Wisnu Adhi N.)
Semarang, ANTARA JATENG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menegur jajaran PT Trans Marga Jateng karena tidak menyediakan peta rencana pembangunan Jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga di papan yang disediakan.
"Ini petanya mana? yang serius kalau bekerja, masa kayak gini mau ditunjukkan ke Presiden," kata Menteri PUPR setelah turun dari mobil saat berada di atas Jembatan Tol Tuntang, Desa Pancuran, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat.
Sejumlah petinggi PT TMJ yang kebetulan menyambut kunjungan kerja Menteri PUPR meninjau perkembangan pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga terlihat salah tingkah serta berusaha mencari peta yang diminta.
Tidak lama kemudian, salah seorang jajaran PT TMJ membawa peta rencana dan perkembangan pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga meskipun berukuran kecil.
Menteri PUPR menyempatkan diri mendengarkan paparan singkat mengenai perkembangan dan kendala pembangunan ruas jalan tol sepanjang 17,5 kilometer itu.
Setelah itu, Menteri PUPR meninjau ruas Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sedang dalam tahap pengerjaan berupa pengangkutan material tanah
Melihat kondisi di lapangan, Menteri PUPR berharap ruas Jalan Tol Bawen-Salatiga bisa digunakan pada arus mudik Lebaran 2017 meskipun masih fungsional.
Pengerjaan Jalan Tol Bawen-Salatiga seluas 182,39 hektare yang melintasi 15 desa hingga awal Februari 2017 masih menyisakan pengerjaan di ruas jalan dengan panjang sekitar dua kilometer.
Untuk proses pengecoran Jalan Tol Bawen-Salatiga dilakukan setiap hari selama 24 jam, sedangkan pengeprasan bukit hanya dapat dikerjakan ketika kondisi tidak hujan karena jika tetap dilakukan saat hujan justru membahayakan.
"Ini petanya mana? yang serius kalau bekerja, masa kayak gini mau ditunjukkan ke Presiden," kata Menteri PUPR setelah turun dari mobil saat berada di atas Jembatan Tol Tuntang, Desa Pancuran, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat.
Sejumlah petinggi PT TMJ yang kebetulan menyambut kunjungan kerja Menteri PUPR meninjau perkembangan pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga terlihat salah tingkah serta berusaha mencari peta yang diminta.
Tidak lama kemudian, salah seorang jajaran PT TMJ membawa peta rencana dan perkembangan pembangunan Jalan Tol Bawen-Salatiga meskipun berukuran kecil.
Menteri PUPR menyempatkan diri mendengarkan paparan singkat mengenai perkembangan dan kendala pembangunan ruas jalan tol sepanjang 17,5 kilometer itu.
Setelah itu, Menteri PUPR meninjau ruas Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sedang dalam tahap pengerjaan berupa pengangkutan material tanah
Melihat kondisi di lapangan, Menteri PUPR berharap ruas Jalan Tol Bawen-Salatiga bisa digunakan pada arus mudik Lebaran 2017 meskipun masih fungsional.
Pengerjaan Jalan Tol Bawen-Salatiga seluas 182,39 hektare yang melintasi 15 desa hingga awal Februari 2017 masih menyisakan pengerjaan di ruas jalan dengan panjang sekitar dua kilometer.
Untuk proses pengecoran Jalan Tol Bawen-Salatiga dilakukan setiap hari selama 24 jam, sedangkan pengeprasan bukit hanya dapat dikerjakan ketika kondisi tidak hujan karena jika tetap dilakukan saat hujan justru membahayakan.
Pewarta : Wisnu Adhi N.
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS dan Kementerian PU berkolaborasi kembangkan aplikasi simulasi vegetasi lanskap
06 February 2026 13:57 WIB
BBWS Pemali Juana gunakan APBN untuk penanganan tanah ambles tiga lokasi di Blora
29 January 2026 22:00 WIB
BRI dukung pembiayaan sindikasi Rp2,2 Triliun untuk flyover Sitinjau Lauik
13 December 2025 15:16 WIB
Satlantas-PUPR Wonosobo survei jalur wisata jelang libur Natal-tahun baru
06 November 2025 15:37 WIB
Percepatan pembangunan sanitasi Kota Tegal dapat pendampingan Kementerian PUPR
03 September 2025 15:08 WIB
KPK gali keterlibatan Gubernur Kalbar dalam kasus dugaan korupsi di Mempawah
26 August 2025 7:56 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat
15 February 2026 21:09 WIB