Bernostalgia di Kolam "Klangenan" Pikatan Water Park
Senin, 20 Februari 2017 9:30 WIB
Pikatan Water Park. (kabtemanggung.com)
Temanggung, ANTARA JATENG - Objek wisata air Pikatan Water Park di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini dilengkapi dengan kolam "klangenan" sebagai daya tarik wisatawan.
Manajer Marketing Pikatan Water Park, Trisman Dodi, di Temangung, Senin, mengatakan pemberian nama kolam klangenan tidak lepas dari nuansa pemandian kuno yang coba dihadirkan pihak manajemen kepada para pengunjung.
Badan usaha mlik daerah ini mendesain kolam klangenan tersebut secara klasik dan penuh nilai artistik. Bangunan kolam ini tanpa menggunakan keramik, tetapi dengan potongan-potongan batu alam dan dasar kolam menggunakan batu putih.
Guna menambah nilai klasik dan artistik kolam klangenan dengan luas 30x18 meter dan kedalaman 1,5 meter ini di sekelilingnya juga dipasang beberapa gazebo berbahan baku kayu glugu dan ornamen dari batu.
Menurut Dodi dengan hadirnya kolam klangenan ini, phaknya ingin membawa pengunjung untuk bernostalgia ke masa lalu.
"Bangunan kolam ini menyerupai kondisi pemandian Pikatan tempo dulu, sebelum direnovasi pada 2009," katanya.
Selain untuk menambah daya tarik dengan permainan air moderen, katanya Pikatan Water Park juga ingin mengembalikan nilai historis di lokasi ini yang sudah ada sejak zaman Mataram Kuno.
Menurut dia, dasar kolam di Pikatan pada zaman dulu terbuat dari bebatuan candi yang sering digunakan mandi oleh para raja.
Ia mengatakan sebelum dibangun kolam klangenan, Pikatan Water Park telah memiliki situs mata air kuno berukuran 15x20 meter, namanya Tuk Unjar. Di kolam ini terdapat ikan-ikan liar yang sengaja dilindungi oleh pihak pengelola.
Pada objek wisata air ini juga terdapat bebatuan kuno yang bentuknya menyerupai candi. Agar nilai historisnya tidak hilang, bebatuan tersebut ditata rapi di salah satu sudut lokasi wisata ini.
"Pikatan tidak bisa dilepaskan dari sejarah. Berdasarkan literatur yang ada, kolam yang ada tidak terlepas dari sejarah pemimpin kerajaan Mataram Kuno bernama Rakai Pikatan. Bahkan, pada masa penjajahan masih digunakan oleh para Belanda untuk mandi," katanya.
Manajer Marketing Pikatan Water Park, Trisman Dodi, di Temangung, Senin, mengatakan pemberian nama kolam klangenan tidak lepas dari nuansa pemandian kuno yang coba dihadirkan pihak manajemen kepada para pengunjung.
Badan usaha mlik daerah ini mendesain kolam klangenan tersebut secara klasik dan penuh nilai artistik. Bangunan kolam ini tanpa menggunakan keramik, tetapi dengan potongan-potongan batu alam dan dasar kolam menggunakan batu putih.
Guna menambah nilai klasik dan artistik kolam klangenan dengan luas 30x18 meter dan kedalaman 1,5 meter ini di sekelilingnya juga dipasang beberapa gazebo berbahan baku kayu glugu dan ornamen dari batu.
Menurut Dodi dengan hadirnya kolam klangenan ini, phaknya ingin membawa pengunjung untuk bernostalgia ke masa lalu.
"Bangunan kolam ini menyerupai kondisi pemandian Pikatan tempo dulu, sebelum direnovasi pada 2009," katanya.
Selain untuk menambah daya tarik dengan permainan air moderen, katanya Pikatan Water Park juga ingin mengembalikan nilai historis di lokasi ini yang sudah ada sejak zaman Mataram Kuno.
Menurut dia, dasar kolam di Pikatan pada zaman dulu terbuat dari bebatuan candi yang sering digunakan mandi oleh para raja.
Ia mengatakan sebelum dibangun kolam klangenan, Pikatan Water Park telah memiliki situs mata air kuno berukuran 15x20 meter, namanya Tuk Unjar. Di kolam ini terdapat ikan-ikan liar yang sengaja dilindungi oleh pihak pengelola.
Pada objek wisata air ini juga terdapat bebatuan kuno yang bentuknya menyerupai candi. Agar nilai historisnya tidak hilang, bebatuan tersebut ditata rapi di salah satu sudut lokasi wisata ini.
"Pikatan tidak bisa dilepaskan dari sejarah. Berdasarkan literatur yang ada, kolam yang ada tidak terlepas dari sejarah pemimpin kerajaan Mataram Kuno bernama Rakai Pikatan. Bahkan, pada masa penjajahan masih digunakan oleh para Belanda untuk mandi," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tingkatkan standar keselamatan kerja, Kilang Cilacap bangun fasilitas pompa Fire Water
13 July 2025 16:52 WIB
Dua peracik narkoba jenis "happy water" di Semarang lolos hukuman mati
05 December 2024 19:41 WIB, 2024
Mahasiswa UI uji UU Pilkada ke MK, pileg jangan ajang "test the water"
02 March 2024 16:11 WIB, 2024
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto dinobatkan sebagai Bapaknya Wayang Kabupaten Karanganyar
13 November 2025 15:48 WIB