Sakit Hati, Sigit Bacok Mantan Mertua hingga Tewas
Senin, 6 Februari 2017 15:11 WIB
Ilustasi (ANTARA News/Lukisatrio)
Semarang, ANTARA JATENG - Totok Turodhi (57), seorang penjual kelapa di Pasar Jatingaleh, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin, tewas dibacok mantan menantunya saat sedang berjualan di pasar tersebut.
Kapolsek Banyumanik Retno Yuli mengatakan pelaku Sigit Prasetyo (30) diduga sudah merencanakan perbuatan terhadap mantan mertuanya tersebut.
"Sudah direncanakan, dari rumah sudah membawa parang," katanya.
Menurut Yuli, warga Kesongo, Tuntang, Kabupaten Ungaran itu nekat menghabisi mantan mertunya karena merasa sakit hati.
Pelaku kemudian menemui mantan mertunya itu saat sedang berdagang di pasar.
Tersangka langsung menyerang korban dengan parang yang sudah dibawanya.
Senjata tajam pelaku sempat terjatuh sebelum akhirnya ia menggunakan parang yang biasa dipakai korban untuk membelah kelapa.
Korban tewas dengan banyak luka bacokan di tubuh dan kepala.
"Pelaku sempat akan kabur sebelum akhirnya ditangkap anggota Babinkamtibmas yang sedang patroli," katanya.
Sementara itu, tersangka Sigit Prasetyo mengaku sakit hati terhadap mantan mertuanya itu.
Menurut dia, korban pernah dua kali mengirim pesan singkat melalui telepon seluler yang isinya mengatakan dirinya tidak pernah menafkahi kedua anaknya.
Pelaku sudah sempat dua kali mencari korban di pasar namun tidak bertemu.
"Bawa parang dari rumah. Naik bus, turun di pasar lalu langsung saya bacok," katanya.
Tersangka sendiri pernah menikahi anak korban yang bernama Muji Lestari dan dikaruniai dua anak.
Kapolsek Banyumanik Retno Yuli mengatakan pelaku Sigit Prasetyo (30) diduga sudah merencanakan perbuatan terhadap mantan mertuanya tersebut.
"Sudah direncanakan, dari rumah sudah membawa parang," katanya.
Menurut Yuli, warga Kesongo, Tuntang, Kabupaten Ungaran itu nekat menghabisi mantan mertunya karena merasa sakit hati.
Pelaku kemudian menemui mantan mertunya itu saat sedang berdagang di pasar.
Tersangka langsung menyerang korban dengan parang yang sudah dibawanya.
Senjata tajam pelaku sempat terjatuh sebelum akhirnya ia menggunakan parang yang biasa dipakai korban untuk membelah kelapa.
Korban tewas dengan banyak luka bacokan di tubuh dan kepala.
"Pelaku sempat akan kabur sebelum akhirnya ditangkap anggota Babinkamtibmas yang sedang patroli," katanya.
Sementara itu, tersangka Sigit Prasetyo mengaku sakit hati terhadap mantan mertuanya itu.
Menurut dia, korban pernah dua kali mengirim pesan singkat melalui telepon seluler yang isinya mengatakan dirinya tidak pernah menafkahi kedua anaknya.
Pelaku sudah sempat dua kali mencari korban di pasar namun tidak bertemu.
"Bawa parang dari rumah. Naik bus, turun di pasar lalu langsung saya bacok," katanya.
Tersangka sendiri pernah menikahi anak korban yang bernama Muji Lestari dan dikaruniai dua anak.
Pewarta : I.Citra Senjaya
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengendara diminta berhati-hati di Jalan Pantura Pati masih ada genangan banjir
21 January 2026 15:15 WIB
JKN hadir untuk keluarga: jadikan perjuangan Titah merawat buah hati tanpa cemas biaya
21 November 2025 18:16 WIB
BPJS Ketenagakerjaan peringati Hari Pelanggan Nasional 2025 dengan komitmen layanan sepenuh hati
05 September 2025 18:01 WIB
BPJS Ketenagakerjaan peringati Harpelnas 2025 dengan komitmen layanan sepenuh hati
04 September 2025 16:31 WIB