Pengacara: Hadi Joban bukan Separatis tetapi Kerap Bela Hak-Hak Kemanusiaan
Kamis, 15 Desember 2016 15:47 WIB
Jakarta Antara Jateng - Tim kuasa hukum aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Hadi Joban mengatakan, kliennya kerap membela hak-hak asasi manusia yang sering mendapat ketidakadilan dari negara.
"Hadi Joban bukan separatis dan aktivis ForBali seperti yang diberitakan. Hadi Joban merupakan aktivis yang kerap membela hak-hak kemanusiaan setiap warga negara Indonesia ketika mendapat perilaku tidak adil dari negara," kata salah satu tim Kuasa Hukum Hadi Joban, Nawawi Bahrudin, menanggapi pemberitaan sebelumnya yang berjudul "Politikus PDIP : Kelompok Aktivis ForBali Perlu Diusut", di Jakarta, Kamis.
Dalam pemberitaan itu, Hadi Joban keberatan atas pemberitaan yang dinilainya sangat menyudutkannya.
Pada berita yang disiarkan pada 12 September 2016 itu, mengutip status Facebook Hadi Joban yang mengatakan "Merdeka dari NKRI harga mati!" tanpa mengkonfirmasi Hadi Joban.
Pernyataan ini diartikan sebagai bentuk upaya gerakan separatisme yang seharusnya tidak diartikan seperti itu. Berita tersebut menimbulkan reaksi dari Polda Bali dan Hadi Joban dibully bahkan gerak geriknya diikuti dan diawasi oleh sejumlah orang.
"Hadi Joban bukanlah seorang separatis seperti yang diberitakan sebelumnya. Hadi Joban sangat mencintai NKRI," kata Nawawi.
Namun demikian, tim kuasa hukumnya mengakui bahwa Hadi Joban menggunggah status tersebut karena kekesalan terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Berita terkait : Politikus PDIP : kelompok aktivis ForBali perlu diusut
"Hadi Joban bukan separatis dan aktivis ForBali seperti yang diberitakan. Hadi Joban merupakan aktivis yang kerap membela hak-hak kemanusiaan setiap warga negara Indonesia ketika mendapat perilaku tidak adil dari negara," kata salah satu tim Kuasa Hukum Hadi Joban, Nawawi Bahrudin, menanggapi pemberitaan sebelumnya yang berjudul "Politikus PDIP : Kelompok Aktivis ForBali Perlu Diusut", di Jakarta, Kamis.
Dalam pemberitaan itu, Hadi Joban keberatan atas pemberitaan yang dinilainya sangat menyudutkannya.
Pada berita yang disiarkan pada 12 September 2016 itu, mengutip status Facebook Hadi Joban yang mengatakan "Merdeka dari NKRI harga mati!" tanpa mengkonfirmasi Hadi Joban.
Pernyataan ini diartikan sebagai bentuk upaya gerakan separatisme yang seharusnya tidak diartikan seperti itu. Berita tersebut menimbulkan reaksi dari Polda Bali dan Hadi Joban dibully bahkan gerak geriknya diikuti dan diawasi oleh sejumlah orang.
"Hadi Joban bukanlah seorang separatis seperti yang diberitakan sebelumnya. Hadi Joban sangat mencintai NKRI," kata Nawawi.
Namun demikian, tim kuasa hukumnya mengakui bahwa Hadi Joban menggunggah status tersebut karena kekesalan terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Berita terkait : Politikus PDIP : kelompok aktivis ForBali perlu diusut
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Layanan kemoterapi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus kini bisa diakses pasien JKN-KIS
09 December 2025 13:36 WIB
Cetar TB RSUD dr Loekmono Hadi Kudus raih juara KIPP tingkat Kabupaten
14 December 2024 15:50 WIB, 2024
Pasal larangan berbisnis di UU TNI 2004 dihapus atau tidak, ini jawaban Menkopolhukam
17 July 2024 12:05 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017