Puluhan Anak Korban GB, Salah Satunya Anak Pesohor
Kamis, 15 September 2016 18:29 WIB
Pemeriksaan Gatot Brajamusti Polda Metro Jaya Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti alias AA Gatot (kanan) dikawal petugas saat menjalani pemeriksaan di Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9/20
Jakarta, Antara Jateng - Tidak hanya delapan anak, ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni'am Sholeh, mengungkapkan ada puluhan anak yang menjadi korban Gatot Brajamusti, termasuk satu anak pesohor negeri.
"Bahkan tidak hanya delapan anak, informasi yang masuk ke kami, tetapi belum verified, itu puluhan," kata Asrorun, ditemui usai mendatangi Angelina Sondakh di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis.
Yang menjadi masalah, menurut Asrorun, tidak semua memiliki keberanian untuk melaporkan. Untuk itu, KPAI menyediakan mekanisme pelaporan termasuk memastikan kerahasiaan korban.
"Makanya kami sampaikan juga bahwa pelaporan ini tidak di dalam kerangka untuk penghukuman, tetapi pelaporan ini semata untuk kepentingan proses pemulihan dan rehabilitasi," ujar dia.
"Ini kepentingan terbaik bagi anak-anak sehingga jika ada yang menjadi korban dan takut terpublikasi dipersilakan secara khusus datang untuk menghubungi kantor KPAI," lanjut dia.
Asrorun mengatakan ada satu korban Gatot Brajamusti yang merupakan anak dari salah seorang pesohor.
"Infonya ada (korban dari anak pesohor), temannya AM, masih usia anak, yang sampai ke kami 1 orang," kata Asrorun.
"Tetapi kuncinya sebenarnya ada tanggung jawab orang tua, ketika orang tua tahu jangan justru menyembunyikan informasi itu, tetapi bagaimana secara bersama-sama bahu-membahu menyelamatkan anak dari pengaruh dan penyalahgunaan narkotika," tambah dia.
Sehingga anak bisa berhenti dengan cara proses rehabilitasi yang dapat dilakukan dengan cara mandiri atau dilakukan malalui pusat rehabilitasi milik pemerintah.
"Bahkan tidak hanya delapan anak, informasi yang masuk ke kami, tetapi belum verified, itu puluhan," kata Asrorun, ditemui usai mendatangi Angelina Sondakh di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis.
Yang menjadi masalah, menurut Asrorun, tidak semua memiliki keberanian untuk melaporkan. Untuk itu, KPAI menyediakan mekanisme pelaporan termasuk memastikan kerahasiaan korban.
"Makanya kami sampaikan juga bahwa pelaporan ini tidak di dalam kerangka untuk penghukuman, tetapi pelaporan ini semata untuk kepentingan proses pemulihan dan rehabilitasi," ujar dia.
"Ini kepentingan terbaik bagi anak-anak sehingga jika ada yang menjadi korban dan takut terpublikasi dipersilakan secara khusus datang untuk menghubungi kantor KPAI," lanjut dia.
Asrorun mengatakan ada satu korban Gatot Brajamusti yang merupakan anak dari salah seorang pesohor.
"Infonya ada (korban dari anak pesohor), temannya AM, masih usia anak, yang sampai ke kami 1 orang," kata Asrorun.
"Tetapi kuncinya sebenarnya ada tanggung jawab orang tua, ketika orang tua tahu jangan justru menyembunyikan informasi itu, tetapi bagaimana secara bersama-sama bahu-membahu menyelamatkan anak dari pengaruh dan penyalahgunaan narkotika," tambah dia.
Sehingga anak bisa berhenti dengan cara proses rehabilitasi yang dapat dilakukan dengan cara mandiri atau dilakukan malalui pusat rehabilitasi milik pemerintah.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa FKIP UMS gelar sosialisasi public speaking "Suaramu Berharga" untuk tumbuhkan kepercayaan diri anak panti
14 February 2026 18:37 WIB
Pemkab Kudus targetkan naik peringkat sebagai Kota Layak Anak kategori Madya
14 February 2026 15:43 WIB
Sosialisasi parenting mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong sinergi orang tua dan sekolah dalam mendidik anak
12 February 2026 18:07 WIB
UMS lahirkan Doktor baru, gagas media IPAS Hybrid Profetik untuk asah daya kritis anak SD
10 February 2026 17:52 WIB
UMS perkuat identitas budaya anak Indonesia di SB Pelita Ilmu Kuala Lumpur lewat kegiatan KKN
08 February 2026 15:36 WIB
DPR nilai insiden siswa di NTT menjadi alarm serius pemenuhan hak pendidikan anak
04 February 2026 8:52 WIB
Polisi gelar pelayanan kesehatan gratis dan pemulihan trauma anak-anak korban banjir Purbalingga
25 January 2026 10:34 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017