Menpan-RB Minta Pemprov Buka Pelayanan Satu Pintu
Kamis, 17 Desember 2015 8:03 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
"Kalau selama ini urusan izin usaha atau KTP melalui jalur birokrasi yang panjang dan bertele-tele, sudah harus dipangkas lebih mudah dan tidak banyak jendela," katanya di Kendari, Kamis.
Ia mengingatkan bahwa per 31 Desember 2015, Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA.
Artinya, kata dia, di negara ini, Indonesia tidak sendirian lagi, tapi ada warga negara lain dari negara-negara di kawasan ASEAN yang akan berkompetisi mendapatkan peluang-peluang bisnis dan usaha termasuk lapangan kerja di negara ini.
Bila aparatur pemerintah tidak mampu memberikan pelayanan kepada publik yang mudah dan murah, pasti akan kalah dalam berkompetisi.
Oleh karena itu tegas Menteri Yuddy, agar tidak kalah dalam berkompetisi, maka sumber daya manusia dan sumber daya alam harus bisa kompetitif, sehingga warga negara bisa menjadi tuan di negeri sendiri dan berbagai daerah di Indonesia bisa menjadi pilihan utama bagi para investor untuk menginvestasikan modalnya.
"Para pemilik modal hanya akan mau berinvestasi di daerah kita, kalau aparat pemerintah benar-benar bisa memberikan pelayanan yang mudah dan murah," katanya.
Sebaliknya, kata dia, bila aparatur pemerintah tidak mampu memberikan pelayanan publik yang mudah dan murah, maka Indonesia akan kalah bersaing dan ditinggalkan oleh para pemilik modal dan sumber daya manusia hanya akan menjadi pencontohan di negeri sendiri.
"Agar kita bisa memenangkan kompetisi di era global, maka kita harus benar-benar meningkatkan etos kerja, kualitas pelayanan dan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia," katanya.
Ia mengingatkan bahwa per 31 Desember 2015, Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA.
Artinya, kata dia, di negara ini, Indonesia tidak sendirian lagi, tapi ada warga negara lain dari negara-negara di kawasan ASEAN yang akan berkompetisi mendapatkan peluang-peluang bisnis dan usaha termasuk lapangan kerja di negara ini.
Bila aparatur pemerintah tidak mampu memberikan pelayanan kepada publik yang mudah dan murah, pasti akan kalah dalam berkompetisi.
Oleh karena itu tegas Menteri Yuddy, agar tidak kalah dalam berkompetisi, maka sumber daya manusia dan sumber daya alam harus bisa kompetitif, sehingga warga negara bisa menjadi tuan di negeri sendiri dan berbagai daerah di Indonesia bisa menjadi pilihan utama bagi para investor untuk menginvestasikan modalnya.
"Para pemilik modal hanya akan mau berinvestasi di daerah kita, kalau aparat pemerintah benar-benar bisa memberikan pelayanan yang mudah dan murah," katanya.
Sebaliknya, kata dia, bila aparatur pemerintah tidak mampu memberikan pelayanan publik yang mudah dan murah, maka Indonesia akan kalah bersaing dan ditinggalkan oleh para pemilik modal dan sumber daya manusia hanya akan menjadi pencontohan di negeri sendiri.
"Agar kita bisa memenangkan kompetisi di era global, maka kita harus benar-benar meningkatkan etos kerja, kualitas pelayanan dan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia," katanya.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab atas dugaan keracunan makanan MBG
29 January 2026 16:28 WIB
Kasus meninggalnya dua penjambret, Komisi III DPR minta Kejari Sleman hentikan perkara Hogi Minaya
28 January 2026 16:28 WIB
Kemenkum Jateng minta pemda pahami kategorisasi pidana diatur dalam UU 1/2026
19 January 2026 21:06 WIB
HNSI Batang minta nelayan pantura waspadai gelombang tinggi dan angin kencang
14 January 2026 14:52 WIB
KITB minta rekomendasi Gubernur Jateng dukung layanan tenaga listrik andal
18 December 2025 20:02 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017