BPOM Temukan Teri Berformalin di Kudus
Selasa, 30 Juni 2015 22:16 WIB
Ilustrasi. (ANTARA Jateng/Kliwon)
Selain menemukan ikan teri basah berformalin, tim BPOM Semarang yang melakukan inspeksi mendadak di Pasar Bitingan Kudus bersama tim Pemantau Lebaran Wilayah timur yang diketuai Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng Dadang Somantri juga menemukan krupuk yang mengandung rhodamin B yang merupakan zat pewarna sintetis untuk produk tekstil, kertas, plastik, dan sebagainya, namun tidak untuk makanan.
Menurut petugas dari BPOM Semarang Tri Wahyu Pujasih teri yang mengandung formalin ketika dikonsumsi bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker.
Ia mengatakan formalin bukan untuk makanan.
Setelah dilakukan pengecekan sampel teri basah tersebut, petugas kemudian menyimpulkan bahwa ikan tersebut positif mengandung zat berbahaya, yakni formalin.
Pengecekan pada ikan teri menggunakan larutan khusus dan hasilnya cairan tersebut berubah menjadi ungu sebagai indikasi bahan makanan tersebut positif mengandung formalin.
Kerupuk yang mengandung pewarna rhodamin B, kata dia, ketika dikonsumsi juga bisa menimbulkan penyakit kanker.
"Untuk itu, hindari membeli makanan yang berwarna mencolok," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, tim inspeksi dari Provinsi Jateng juga berupaya mencari penjual mi basah, namun karena terlalu siang pedagang mi basah sudah keburu pulang.
Ngatin, salah satu pedagang ikan termasuk ikan teri basah di Pasar Bitingan Kudus, mengaku tidak mengetahui adanya ikan teri yang dijualnya mengandung formalin karena tidak mengetahui cara mengeceknya.
"Saya juga hanya menerima pasokan dari pedagang besar sehingga tidak mengetahui apakah ikan teri yang dijual mengandung formalin atau tidak," ujarnya.
Menanggapi temuan bahan formalin dan rhodamin B pada makanan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti mengatakan akan menindaklanjutinya dengan memberikan pembinaan kepada pedagang.
Ia mengakui tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mengecek sejumlah bahan makanan yang dijual di pasar tradisional di Kudus bebas dari bahan berbahaya atau tidak.
Kalaupun hendak melakukan pengecekan, kata dia, perlu menggandeng SKPD terkait.
Menurut petugas dari BPOM Semarang Tri Wahyu Pujasih teri yang mengandung formalin ketika dikonsumsi bisa menyebabkan terjadinya penyakit kanker.
Ia mengatakan formalin bukan untuk makanan.
Setelah dilakukan pengecekan sampel teri basah tersebut, petugas kemudian menyimpulkan bahwa ikan tersebut positif mengandung zat berbahaya, yakni formalin.
Pengecekan pada ikan teri menggunakan larutan khusus dan hasilnya cairan tersebut berubah menjadi ungu sebagai indikasi bahan makanan tersebut positif mengandung formalin.
Kerupuk yang mengandung pewarna rhodamin B, kata dia, ketika dikonsumsi juga bisa menimbulkan penyakit kanker.
"Untuk itu, hindari membeli makanan yang berwarna mencolok," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, tim inspeksi dari Provinsi Jateng juga berupaya mencari penjual mi basah, namun karena terlalu siang pedagang mi basah sudah keburu pulang.
Ngatin, salah satu pedagang ikan termasuk ikan teri basah di Pasar Bitingan Kudus, mengaku tidak mengetahui adanya ikan teri yang dijualnya mengandung formalin karena tidak mengetahui cara mengeceknya.
"Saya juga hanya menerima pasokan dari pedagang besar sehingga tidak mengetahui apakah ikan teri yang dijual mengandung formalin atau tidak," ujarnya.
Menanggapi temuan bahan formalin dan rhodamin B pada makanan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti mengatakan akan menindaklanjutinya dengan memberikan pembinaan kepada pedagang.
Ia mengakui tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mengecek sejumlah bahan makanan yang dijual di pasar tradisional di Kudus bebas dari bahan berbahaya atau tidak.
Kalaupun hendak melakukan pengecekan, kata dia, perlu menggandeng SKPD terkait.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim gabungan temukan tiga santriwati terseret arus Sungai Lusi Blora meninggal
12 December 2025 18:58 WIB
Tim SAR gabungan temukan dua korban tanah longsor Banjarnegara di hari ketujuh
23 November 2025 8:38 WIB
Tim SAR gabungan kembali temukan dua korban tanah longsor Cilacap pada hari ketujuh
19 November 2025 14:08 WIB
Tim SAR gabungan temukan satu korban bencana longsor di Desa Cibeunying Cilacap
14 November 2025 14:29 WIB
SAR temukan dua mahasiswa UIN Semarang korban tenggelam di Sungai Jolinggo Kendal
05 November 2025 13:38 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB