Tiga Pola Serangan Siber yang Sering Digunakan Hacker
Kamis, 25 Juni 2015 12:06 WIB
Ilustrasi Peretas Internet (ANTARA News/Grafis)
"DDos Attack merupakan serangan siber dengan meningkatkan trafik, sementara Website Defacement melumpuhkan situs dengan mengganti wajah laman dengan gambar hacker," kata dia di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Andre mengatakan, hacker yang melakukan pola serangan DDoS (Distributed Denial-of-service attack) menyerang situs dengan trafik yang tinggi yang bertujuan mematikan aplikasi.
Bahkan, Andre menyebutkan, baru-baru ini pola tersebut menyerang salah satu bank di Hongkong untuk mendapatkan bit coin, salah satu mata uang di internet.
Serangan tersebut diberi nama DD4BC (DDoS for Bit Coin), hacker melakukan serangan hingga 500GB trafik yang menyebabkan infrastruktur penuh.
"Ujung-ujungnya merugikan costumer, karena orang yang benar-benar ingin masuk tidak bisa," kata Andre.
Sementara itu, Andre mengatakan serangan Defacement baru-baru ini menyerang beberapa website badan negara, sedangkan Sinkronisasi Token menimpa nasabah bank lewat layanan internet banking.
"Karena banyak bank yang sudah memiliki perlindungan terhadap data mereka, saat ini pengguna menjadi sasaran hacker," ujar Andre.
"Serangan siber banyak menyerang negara berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan internet," tambah dia.
Lebih lanjut, Andre mengatakan, hacker yang melakukan pola serangan DDoS (Distributed Denial-of-service attack) menyerang situs dengan trafik yang tinggi yang bertujuan mematikan aplikasi.
Bahkan, Andre menyebutkan, baru-baru ini pola tersebut menyerang salah satu bank di Hongkong untuk mendapatkan bit coin, salah satu mata uang di internet.
Serangan tersebut diberi nama DD4BC (DDoS for Bit Coin), hacker melakukan serangan hingga 500GB trafik yang menyebabkan infrastruktur penuh.
"Ujung-ujungnya merugikan costumer, karena orang yang benar-benar ingin masuk tidak bisa," kata Andre.
Sementara itu, Andre mengatakan serangan Defacement baru-baru ini menyerang beberapa website badan negara, sedangkan Sinkronisasi Token menimpa nasabah bank lewat layanan internet banking.
"Karena banyak bank yang sudah memiliki perlindungan terhadap data mereka, saat ini pengguna menjadi sasaran hacker," ujar Andre.
"Serangan siber banyak menyerang negara berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan internet," tambah dia.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua DPRD Jateng ajak masyarakat ubah pola pikir untuk tingkatkan kesejahteraan
05 March 2026 11:42 WIB
Persadia sebut pola hidup masyarakat modern perparah kasus diabetes di Indonesia
30 November 2025 18:28 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB