Daimler Kembangkan Pengisian Baterai Secara Nirkabel
Minggu, 24 Mei 2015 13:34 WIB
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Daimler, sebagai perusahaan induk Mercedes-Benz, serta rival BMW dan Audi, untuk membangun keahlian di bidang piranti lunak dan telekomunikasi.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan status sebagai produsen mobil berteknologi tinggi di zaman pengetatan aturan emisi, yang memaksa mereka melakukan penghematan mesin sekaligus meningkatkan keuntungan.
Dalam pernyataan bersama, Daimler dan Qualcomm menyatakan bahwa mereka sedang mengkaji penerapan teknologi nirkabel untuk mengisi ulang kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan plug-in hibrida EVs tanpa harus mencolokkan kabel.
Kedua perusahaan juga mengeksplorasi teknolgi yang memungkinkan pengguna dapat mengisi ulang baterai ponsel secara nirkabel saat berkendara, serta meningkatkan konektivitas internet 3G/4G berkecepatan tinggi di dalam mobil.
"Sangat penting bahwa kami masih sebagai ujung tombak teknologi dan terus memberikan pengalaman tak tertandingi kepada pelanggan," kata anggota dewan Daimler bidang penelitian dan pengembangan, Thomas Weber.
"Dengan pemikiran ini kami ingin bersama-sama mengeksplorasi kemungkinan kerja sama masa depan dengan perusahaan teknologi internasional terkemuka seperti Qualcomm," ujarnya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari kantor berita Reuters.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan status sebagai produsen mobil berteknologi tinggi di zaman pengetatan aturan emisi, yang memaksa mereka melakukan penghematan mesin sekaligus meningkatkan keuntungan.
Dalam pernyataan bersama, Daimler dan Qualcomm menyatakan bahwa mereka sedang mengkaji penerapan teknologi nirkabel untuk mengisi ulang kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan plug-in hibrida EVs tanpa harus mencolokkan kabel.
Kedua perusahaan juga mengeksplorasi teknolgi yang memungkinkan pengguna dapat mengisi ulang baterai ponsel secara nirkabel saat berkendara, serta meningkatkan konektivitas internet 3G/4G berkecepatan tinggi di dalam mobil.
"Sangat penting bahwa kami masih sebagai ujung tombak teknologi dan terus memberikan pengalaman tak tertandingi kepada pelanggan," kata anggota dewan Daimler bidang penelitian dan pengembangan, Thomas Weber.
"Dengan pemikiran ini kami ingin bersama-sama mengeksplorasi kemungkinan kerja sama masa depan dengan perusahaan teknologi internasional terkemuka seperti Qualcomm," ujarnya dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari kantor berita Reuters.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB
UMS tambah Doktor Ilmu Pendidikan, kembangkan buku Pancasila berorientasi Multiple Sources Learning
12 February 2026 14:46 WIB
UMS lahirkan Doktor Pendidikan, kembangkan inovasi media B'Math atasi rendahnya kemampuan berhitung siswa SD
12 February 2026 14:31 WIB
UMS dan Kementerian PU berkolaborasi kembangkan aplikasi simulasi vegetasi lanskap
06 February 2026 13:57 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
UMS dipercaya PP Muhammadiyah kembangkan infrastruktur geospasial persyarikatan
27 January 2026 12:52 WIB
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
Terpopuler - OTOMOTIF
Lihat Juga
Nissan Perkirakan Laba Operasional Turun Setelah Ada Skandal "Inspeksi"
09 November 2017 14:44 WIB, 2017
Inilah Mitsubishi Punya 11 Model Baru, Dikeluarkan Bertahap Sampai 2020
05 November 2017 8:48 WIB, 2017
Pertama Kali di Dunia, Ferrari Perkenalkan FXX-K Evo, yang Produksinya Terbatas
02 November 2017 12:10 WIB, 2017
Banyak Model Baru oleh Manufaktur Mobil, Permintaan LGCC jadi Menguat di Indonesia
02 November 2017 12:04 WIB, 2017
Mitsubishi Memperkenalkan Eclipse Cross sebagai Model Global Pertama
02 November 2017 10:12 WIB, 2017